13 Fakta Unik tentang Kucing


Haii… salam dari pecinta kucing terheboh abad ini. Siapa lagi kalau bukan aku.. hehehe. Aku sudah posting 2 kali tentang kucing di blog ini loh, yakni Mimie dan Nala. Kemudian aku merasa, kayaknya gak asik ah kalau cuma sekadar tau soal kucing. Maka dari itu aku mau berbagi 13 fakta unik tentang kucing. Siapa tau kalo dulunya ada kucing lewat kamu biasa aja, setelah baca ini kamu bakal merhatiin tuh kucing lebih detail. Penasaran, kan? Langsung aja simak yuk!

Nala Cat, Selebriti Kucing Masa Kini


Jaman sekarang, sosial media menjadi salah satu jalan yang ampuh dalam meraih popularitas. Mulai dari menampilkan pertunjukan bakat seperti seleb yutub hingga cara yang nyeleneh sedemikian rupa seperti Dijahyellow. Bahkan termasuk kucing! Ya, kucing betina bernama Nala asal Los Angeles ini punya followers bejibun yang amat loyal memberi ‘love’ dan komen di postingan Instagramnya. Tak heran kan bila aku menjuluki Nala Cat sebagai selebriti kucing masa kini.

Lagipula siapa sih yang gak jatuh hati ngeliat Nala? Dengan tubuh gimbul, pipi chubby dan ekspresi yang menggemaskan, Nala sukses mendapatkan tempat di hatiku. Aku nemu akun Instagram @nala_cat secara tak sengaja dan aku tak ingat pasti bagaimana kronologisnya.

Sepucuk Kisah untuk Hari AIDS Sedunia


Selamat hari AIDS sedunia di tanggal 1 Desember! Stop diskriminasi kaum ODHA. Jauhi virus dan penyebabnya, bukan orangnya. Hmm.. slogan yang sudah sering didengung-dengungkan ini seringkali kontras dengan kenyataan yang ada. Kampanye di mana-mana ternyata masih belum ampuh untuk mengusir stigma dan sugesti ketakutan masyarakat terhadap ODHA. Lantas demikian merupakan sebuah realita yang miris, kan?

Hari AIDS sedunia ini mengingatkanku pada seorang teman kuliah. Arez nama (samaran)nya. Ia merupakan mahasiswa yang lurus, fokus mengejar kehidupan yang lebih baik lewat kuliah broadcasting ini, sekaligus pribadi yang baik dan asik untuk berteman dengan siapa pun. Saat tugas praktikum bersama, ia selalu punya ide brilian yang selangkah lebih maju dibanding tim lainnya. Wajar jika ia pun sedikit perfeksionis, namun tidak seberapa.

Serunya Coffee Tasting di Starbucks KM 26


Chocoreaders, aku mau tanya nih, gimana weekend kalian kemarin? Kalo buatku, amat menyenangkan lho. Pasalnya pada hari Sabtu (22/11) aku ikut berpartisipasi dalam acara liputan bareng komunitas blogger KEB dan Blogger Reporter ID serta rekan blogger lainnya region Surabaya dan sekitarnya. Gak tanggung-tanggung, kegiatannya meliput gerai Starbucks di Rest Area KM 26, bo! So fancy! Aku excited banget nih, maklum ini adalah pengalaman pertamaku menjajal Starbucks secara eksklusif.

Sebenarnya Starbucks selama ini udah gak asing lagi lah buatku, dengan branding power-nya di mana-mana. Hanya saja aku memang belum pernah tertarik mencoba. Dulunya aku berpikiran Starbucks itu tempat nongkrong cuma buat penikmat kopi. Sedangkan selama ini aku cukup mengkonsumsi kopi berupa latte atau float gitu, yah… kopi abal-abal kali ya. Hehe. Jadi aku ini awam banget soal kopi, taunya cuma kopi enak sama gak enak. :D

Kena Copet

Gambar dari nyunyu.com
Jujur, aku denger istilah copet itu dulunya cuma sebatas di berita-berita kriminal TV ato dari cerita orang lain. Beneran gak nyangka kalo pada akhirnya aku ngalamin sendiri. Hiks :’( Peristiwa kena copet ini terjadi sekitar setahun yang lalu, amat membekas dalam ingatan dan kujadikan sebagai pelajaran hidup untuk senantiasa waspada dan berhati-hati di manapun aku berada.

Apesku ini bermula dari perjalanan pulang dari kampus di malam hari sekitar jam 8-an. Sudah menjadi kebiasaanku dulunya, aku nongkrong di kampus bersama teman-teman sambil wifi-an. Nah, aku pulang berjalan kaki karena memang sudah jadi rutinitasku setiap hari dengan alasan tidak punya motor pribadi. Lagipula, kos-ku tidak begitu jauh dari kampus dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 15 menit. Oya, tas yang kupakai saat itu merupakan tas ransel dan aku tak punya firasat aneh sewaktu pulang. Toh aku sudah lumayan terbiasa pulang malam saat itu, sendirian pula.

Dijahyellow, Mendadak Tenar dan Bikin Gempar


Ada gak sih di antara kalian yang belum mengetahui sosok ini? Ngaku aja deh, aku sendiri juga baru ngeh beberapa hari ini. Itu pun berkat aku iseng utak-atik akun Path milik temenku, eh, ada yang share gambarnya Dijahyellow. Yang membuatku tertarik dengan gambarnya adalah berkat adanya tulisan #NoAgnezMo, #NoRaisa, #NoAyuTingTing, ato apalah. Aku pun penasaran, emang ngapain sih sensi banget ama artis papan atas macam mereka.

Setelah kutelusuri lebih lanjut, ternyata udah banyak orang yang ngomongin dia belakangan ini. Trending topic mengenai dirinya sudah menjamur di berbagai sosial media rupanya.

Emang siapa sih Dijahyellow ini? Kok bisa mendadak tenar dan bikin gempar begitu?

Pesona Gigi Gingsul

Setiap orang yang mengenalku pasti sudah hafal dengan ciri khasku satu ini. Yap, aku amat identik dengan dua gigi gingsulku di bagian depan. Jujur aku sama sekali tidak menduga (ataupun menginginkan) kondisi gigi seperti ini. Padahal dulunya pertumbuhan gigiku normal-normal saja.

Apa penyebab terjadinya gigi gingsul? Untuk kasus yang terjadi padaku adalah ukuran gigi yang besar menempati lengkung rahang yang kecil. Jadi saat tanggalnya gigi susu, gigi baru yang tumbuh menggantikannya ini ukurannya lebih besar dari yang sebelumnya. Makanya ukuran rahang yang tersedia terlalu sempit untuk ditempati. Akhirnya gigi ini pun ‘njengat’ ke atas.

Momen Indah bareng Mantan Terindah

 
“Mau dikatakan apa lagi, kita tak akan pernah satu.. Engkau di sana aku di sini. Meski hatiku memilihmu…”
Haha, film Mantan Terindah lagi hangat diperbincangkan oleh para moviegoers Indonesia nih. Maklum, film yang judul dan ide ceritanya diadaptasi dari lagu ciptaan Yovie Widianto ini memang fenomenal. Mantan bok! Kan biasanya sensitif sekali ya kalo udah ngomong soal mantan. Bisa jadi film ini bakal sukses mengingatkan akan momen indah bareng mantan terindah kalian. :p #WarningbuatPacar

Bulan September lalu, Keana Production yang memproduksi film ini bekerja sama dengan Vipro Communication menggelar roadshow film Mantan Terindah Goes to Campus di berbagai ibukota di Indonesia. Salah satunya di Surabaya pada tanggal 15-16 September 2014. Saat itu organisasi yang kuikuti, yakni GMS, berperan di bagian supervisi dengan pihak kampus yang bersangkutan (STIE Perbanas dan Unair).

Acara roadshow ini terbuka untuk umum dan gratis! Para pemeran utama yang hadir antara lain Karina Salim, Edward Akbar, Salvita Decorte, dan pemeran Ibu yang aku tidak tahu namanya. :D Gak ketinggalan juga sang sutradara Bang Farishad Latjuba, namun sayang minus produser cantik, yakni Marcella Zalianty. Coba kalo dia dateng, pasti bakal paling laris diburu buat foto bareng. Ya, memang jajaran artis dan aktornya baru memulai debut melalui film ini. Kecuali Karina Salim, ia merupakan artis yang juga dikenal sebagai penari ballet dan sudah membintangi sejumlah film, contohnya What They Don’t Talk about When They Talk about Love  yang juga dibintangi oleh Nicholas Saputra.

Muffin n Pie: Suka Duka Pacaran Beda Generasi


Menurutmu, berapakah jarak usia yang ideal untuk pasangan? Tiga tahun? Lima tahun? Atau bahkan sepuluh tahun? :O

Aku sih sebenarnya gak punya kriteria khusus macam itu, asalkan si pria mampu bersikap lebih dewasa dan mampu membimbing diriku ini. Sungguh tak kusangka, cintaku malah bermuara pada lelaki berusia 28 tahun ini. :v Btw, Muffin dan Pie itu nama panggilan kesayangan kami berdua. Muffin is for him and Pie, it’s me! Hahaha, biarlah dikatain alay, yang penting kan kami berdua sama-sama tahu tempat di mana kami mempergunakannya. ;)

Setelah hubungan kami melalui 9 bulan penuh warna (kapan brojolnya? :v), aku ingin berbagi pandangan mengenai suka duka pacaran beda generasi karena kami ini merupakan produk beda dekade. Melalui kuisioner kecil-kecilan, jawaban yang kami tulis berdua merupakan asli tanpa manipulasi. Jadi kalo ada yang masih bertanya-tanya enak gak sih punya pasangan yang jarak usianya jauh dengan kita, so you better read this! :)

Kepo di Loop KePo


Setelah sirik baca postingan Safira tentang Loop KePo bagaimana dia bisa ikutan coaching clinic-nya Dewi Lestari (OMG!!), akhirnya aku kepo juga tentang roadshownya di Surabaya. Waktu itu sih belum ada kepastian tanggal berapa hingga akhirnya setelah update beberapa kali, fix jadinya tanggal 26 Oktober. Daaan, ternyata Surabaya kebagian coaching clinic-nya Raditya Dika dan Joko Anwar.

Seperti biasa, aku mengajak lelakiku ikut serta. Kan kita pecinta gratisaaaaan! (*^□^)八(^□^*) Walau sebenarnya gak ada yang nyambung dengan bidang yang digeluti, ia akhirnya milih ikutan kelas digital video-nya Joko Anwar. Kalo aku ya jelas Raditya Dika! *masih ngejar kesempatan foto bareng Щ(ºДºщ)

Hello November


Hai November, kau tahu kan aku sudah menjalani Oktober-ku lalu sebaik mungkin. Aku sudah berlayar ke Bali, menempuh perjalanan ke Jogja demi mendapatkan tempat magang, hingga bersenang-senang dengan orang yang kucinta. November, kuharap kau tidak memberiku tanggungan yang sekiranya melampaui batas yang kusanggupi.

Aku tahu aku menanggung beban berat bulan ini. Aku menjadi sutradara untuk tugas praktikum dengan kondisi dan situasi yang sulit. Aku merasa terjebak, tapi tak ada lagi yang sanggup kulakukan selain menghadapinya.

Hanya itu projek besarku tapi sudah membuat tidurku tak nyenyak belakangan ini. Duh Allah, hasbunallahu wa ni’mal wakiil. Ni’mal maulaa wa ni’man nashiir.

Orang bilang, “Bila kamu berhasil pada bidang yang tidak kau sukai, niscaya kamu pun akan sukses di bidang yang kamu cintai.”

Amin ya Allah. (˘ʃƪ˘)

4 Hobi Ter-ASYIK!

Gambar dari nyunyu.com
Hobi buatku bukanlah suatu kesenangan belaka ataupun sekadar kebiasaan. *jadi kalo ada yang bilang hobinya adalah tidur, makan, dan lain-lain tolong STOP deh* Bagiku hobi adalah kecintaan. Dengan hobi, kita akan lebih bergairah dalam menjalani hidup.

Sebenarnya aku punya beberapa hobi yang bahkan sudah mendarah daging menjadi passion. Tapi karena aku pengen share ke kalian dengan tingkat keasyikan yang tinggi, aku pilihlah 4 hobi ter-ASYIK menurutku ini. Oya, denger-denger hobi seseorang itu cerminan dari dirinya, lho. Simak yuk!

Serangan Tengah Malam


Siang itu suasana rumah sedang sepi. Aku pun tak punya firasat apa-apa saat penglihatanku memasuki kamar yang memiliki banyak boneka porselen berjajar rapi. Kesemuanya amat cantik. Terlebih satu yang amat besar dan diletakkan di sisi yang paling atas. Tiba-tiba kurasakan bulu kudukku merinding. Daun pintu yang berada tepat di balik punggungku seolah ada yang menggerakkannya. Pelan-pelan aku menoleh…. Betapa terkejutnya saat kulihat sosok seorang gadis kecil bergaun putih berdiri di sana. Lebih menakutkan lagi saat tiba-tiba ia menjelma sebagai sesosok hantu perempuan!

KYAAAA! Aku menjerit kencang. Begitu pula penonton lainnya di bioskop, tak terkecuali my hunny yang berada di sebelahku.

Apa lu liat-liat?
Hiahaha, itulah yang terjadi saat nonton film horror ‘Annabelle’ di Tunjungan XXI dalam rangka nuansa Halloween. Buat yang belum tau sejarahnya, kamu bisa baca asal muasal Halloween di web Tokopedia.com. Meski Halloween bukan bagian dari budaya kita, nyatanya Indonesia cukup meriah lho setiap menyemarakkan acara ini. Amati saja, tiap memasuki bulan Oktober kita pasti menemukan hiasan labu Jack-O-Lantern bertebaran di mana-mana. Bisa juga orang-orangan sawah, tengkorak, kelelawar hitam, dan lainnya.

Halloween selalu dikaitkan dengan horror dan mistis. Mungkin itulah sebabnya Annabelle dirilis pada bulan Oktober. :D Dan menurutku, hantu-hantu di luar negeri gak menakutkan bila dibandingkan dengan hantu-hantu lokal. Trus, kenapa film horror buatan mereka itu serem? Yah, itu kan efek suaranya yang nyeremin. Vampire, Frankeinstein, Dracula, orang-orangan sawah… buatku masih gak ada apa-apanya dengan pocong, kuntilanak, genderuwo, wewe gombel dan lain-lain. *Annabelle pun masih kalah serem ama Suz***a

Serius, aku sendiri gak mau berurusan sama sekali dengan makhluk-makhluk beda alam tersebut. Amit-amit deh kalo sampe ngeliat wujudnya. Tapi jangan salah, aku pun pernah menjadi korban kejahilan mereka di rumahku sendiri.

The Day of Bali #Ubud Writers & Readers Festival (2)

#OOTD
Aku terbangun pagi itu pada pukul 5 tepat. Omaigad, belum salat Subuh! Kuintip dari balik jendela, di luar masih gelap. Syukurlah, jam 5 di Bali langitnya masih gelap berawan dibandingkan dengan Surabaya yang udah terang benderang. Segera aku mengambil air wudhu dan menunaikan ibadah 2 rakaat tersebut.

Sejujurnya salah satu hal yang paling kunantikan dari UWRF 2014 adalah free event berupa yoga. Namun saat kulihat Sister Prima seusai Subuhan kembali berguling di kasur, aku pun ikutan deh. Padahal acara yoga dimulai pukul 7 pagi dan jarak yang harus ditempuh untuk menuju tempatnya sekitar 20 menit. Hahahaha, jadilah yang namanya yoga itu hanya sekadar wacana. Bye bye legging kesayangan ┒(⌣˛⌣)┎

Entah pada pukul berapa kami benar-benar bangun dalam kondisi bugar.

Quote about Blog #SelamatHariBloggerNasional

Selamat hari blogger nasional yah! ^^

Review: Suastika Lodge, Penginapan Cozy di Ubud (AirBnb)


Kalo ke Ubud enaknya nginep di mana? Kalo ikutan UWRF enaknya stay di mana?
Akhirnya aku menyerah untuk bikin postingan ini akibat didesak-desak Chocoreaders sekaligus udah kalah start oleh Sister Prima yang kelar publish di blognya beberapa hari lalu. Padahal aku mo bikin postingan ini di akhir, jadi kayak semacam bonus gitu. Yasudahlah aku buat saja demi menyenangkan hati pembaca, kan kalo bisa menyenangkan hati orang lain itu dapet pahala. :D

Sebenernya untuk UWRF 2014 ini, soal penginapanku ditangani oleh Sister Prima. Ia dapet voucher diskon gitu di airbnb.com dari pak bos-nya. Nah, jatuhlah pilihannya di Suastika Lodge seharga IDR 250.000,- per malam untuk 2 orang. Sister Prima bermalam sejak tanggal 29 September karena ia harus mengikuti orientasi volunteer UWRF 2014. Sedangkan aku baru bermalam tanggal 1 Oktober dan kami baru share harga terhitung malam itu.

The Day of Bali #Ubud Writers & Readers Festival (1)


Usai bercerita hiruk-pikuk serta hebohnya keberangkatanku di The Day of Bali (Departure), sekarang saatnya aku berbagi cerita untuk Chocoreaders sekalian tentang hari pertamaku di Ubud.

Setelah membersihkan badan dan memindahkan pakaian ke lemari, aku sukses tepar di bed.

Beruntung sebelum aku benar-benar tertidur Sister Prima sudah berpamitan kalau hari ini dan kawan-kawan volunteernya hendak menikmati kuliner Bebek Tepi Sawah.

Sore hari pun aku sudah terbangun dalam keadaan bugar. Daripada bengong sendirian di penginapan, aku memutuskan untuk jalan-jalan menikmati sore di daerah sekitar penginapan. Sebelum berangkat, nyempetin selfie cantik dulu dong. ;)

Hello October



Sudah pertengahan Oktober, nih. Haha, lagi-lagi telat bikin posting penyambutan. Yah, namanya juga orang sibuk. #ngeles (‾▽‾) Tapi seenggaknya kan aku tetap mencoba konsisten. Terlebih aku sudah menerawang kalau tahun ajaran ini aku bakal sibuk banget. Yap, tahun terakhir kuliahku di Broadcasting. Tugas menggunung di depan mata tinggal diterima aja. Doakan lancar, ya. Selain itu semoga cepat diterima di dunia kerja.

Syukurlah, agenda besar bulan ini telah tuntas. Tapi tetap saja ada agenda lainnya yang menanti untuk diselesaikan. Щ(ºДºщ)

Surprise from Hijabead



Masih ingat kan dengan projek dari theprimadita.blogspot.com #1Hari1Masjid? Syukur alhamdulillah aku dapet hadiah utama dan sesuai ketentuan, aku berhak mendapatkan sebuah paketan produk dari Hijabead.

Apa itu Hijabead?

Hijabead adalah lini sebuah produk hijab Indonesia yang punya keistimewaan sistem subscription. Selain pelanggan bisa bebas memilih produk, pelanggan juga bisa mendapat kejutan tanpa ribet memilih model dan motif hijab. Caranya dengan mengisi styling quiz yang telah disediakan. Dengan begitu Hijabead yang akan memilihkan produk sesuai selera pelanggan dan mengirimkannya setiap bulan. Berasa dapet surprise kan :))) *Untuk lebih lengkapnya bisa kamu lihat di Hijabead.com

The Day of Bali (Departure)


Holaaaa! After hiatus all many days, aku datang dengan segudang cerita yang menjadikanku alasan ‘menghilang’ beberapa hari ini. -,- Seperti yang pernah kusebutkan dulu, tahun ini aku berkesempatan mengikuti Ubud Writers & Readers (UWRF) yang dihelat pada tanggal 1-5 Oktober di Ubud, Bali. Ada yang masih belum tau apa itu UWRF? UWRF adalah event tahunan yang mendatangkan para pekerja dunia kepenulisan, seni, aktivisme, dan lain-lain untuk berbagi ilmu dan pendapat serta mendiskusikun isu-isu terkini. Untuk penjelasan yang lebih gamblang, bisa kamu lihat di web official-nya www.ubudwritersfestival.com

Sudah kubilang kan, aku sangat excited menyambut hari-H. Excited doang sih, tapi nyiapinnya ya baru pas deket hari-H. *teteuuup. Packing langsung kutuntaskan hanya dalam 2 hari tapi masiiiih aja ada yang ketinggalan. Yakni lupa pinjem tongsis-nya pacarku. :3 Aarggh, memang lagi gak diperkenankan ngeksis ya :|

Random Trivia: #20FactsAboutMe


Hahay… sebenarnya sudah lama aku ingin bikin label post “Random Trivia” namun selalu terganjal oleh kata ‘sulit’. Ya, sulit memulai. Bingung harus memulai dari mana, lalu bagaimana aku menuliskannya, bla bla bla. Syukurlah, berkat #20FactsAboutMe lagi booming di Instagram, akhirnya mau gamau aku yang juga kena tag ikut bikin *terbantu berkat paksaan haha.

Selanjutnya setelah bikin postingan ini, aku gak bakal susah memulai lagi buat bikin Random Trivia. Format penulisannya juga gak bakal melulu seperti *namanya juga random :p . Buat yang udah follow aku di Instagram pasti udah baca. But, gak ada salahnya kan aku share di sini juga. *siapa tau nambah penggemar :D








A Friend to Rely On

at 3rd grade, Bella dan aku (yang berkacamata) yang bersemangat baru nempatin kelas
Dulu jaman SMA a.k.a nyantri di MBI Amanatul Ummah, aku punya temen deket sekaligus teman sekamar yang tidur satu mattras (kasur). Sebut saja Bella. Di mattras itu kita tidur bertiga bareng temen satu lagi yang kita panggil Onyam. Sebelum tidur, mesti deh kita ngobrol ngalor-ngidul dulu sampe satu jam kemudian baru bener-bener lenyap suaranya. Oya, kita selalu sekelas loh sejak kelas XI.

Di kelas XII aku sering banget curhat ke Bella, apalagi kalo udah nyangkut soal gebetan. :D Dia selalu berhasil ngasih nasehat yang bijak dan motivasi yang meresap. Selain hebat di akademis, dia juga jago masalah percintaan. Makanya kan aku sering minta saran ke dia. Hehehe

Sebenernya dalam pertemanan ini, aku yang lebih sering cerita-cerita, curhat dan minta pendapat Bella. Namun lama-kelamaan ia pun menceritakan kisah hidupnya, masa lalunya, sisi gelapnya, dan lain-lain. Meski tak banyak, setidaknya aku tahu.

Quote about Evil Doers

Jujur, aku senang mengoleksi kutipan-kutipan atau quotes yang menarik. Entah itu soal hidup, motivasi, percintaan, agama, dan lain-lain. Baru-baru ini aku lagi demen sama quotes-nya Sayyidina Ali (sahabat sekaligus ponakan dan menantu Rasulullah SAW) *telat banget ya demennya :3 Jadi akhirnya aku nyari di mbah Google dan nemu banyak. Salah satunya ini:


Kira-kira artinya begini, “Para pelaku kejahatan tidak pernah berpikir baik kepada siapapun, karena mereka melihatnya dengan sifat dasar mereka sendiri.”

Aku jadi teringat ‘masalah’ itu. Meski aku sudah jauh memaafkan, tapi tidak begitu mudahnya lupa.

Kamu Lho Sudah ‘Seje’

Ada yang pernah denger ungkapan ini gak? Kalimat ini pernah bertebaran di BBM, Path, dan Instagram-ku. ‘Seje’ di sini dalam bahasa Jawa artinya ‘beda’. Akhirnya kalimat itu dilontarkan oleh seorang teman kampus kepadaku.

“Kamu lho sudah seje… Sekarang pake pensil alis, eyeliner-an…”

Yap, 2 hari ini aku ngampus dengan tambahan make up pensil alis dan eyeliner sekaligus lip gloss. Tapi yang lipgloss dan eyeliner kadang-kadang kugunakan. Tambahnya, apalagi eyeliner-ku mencuat keluar kayak punya Levy. FYI, Levy itu temen kampus yang juga satu kos dan sudah terlebih dahulu pake pensil alis plus eyeliner sebagai gaya andalannya. And you know, anak satu kampus sering banget nyinyirin si Levy ini.

So, mereka (temen-temen kampus) seolah punya stigma… aku ketularan Levy. *ikut dinyinyirin

Hello September


Yiha, aku tidak menggunakan kata ‘welcome’ karena aku tahu ini sudah melewati tengah bulan. -_- Saking sibuknya gitu loh sampe gak sempet bikin postingan dan ngebikin blog ini hiatus selama beberapa minggu *nangis di pojokan. Tapi sekarang aku kembali dengan rutinitas, jadi setidaknya insya Allah bisa rutin kembali mengisi blog.

Sebenarnya ada apa di bulan September?

Selamat Hari Radio Nasional!

Buat kamu yang sering dengerin radio harusnya pada tahu kan pada tanggal 11 September lalu diperingati sebagai hari radio nasional. Yes, seluruh radio pun menyemarakkan euforia di saluran masing-masing. Salah satu contohnya yang kudengarkan waktu itu, JJ Radio Surabaya yang mengundang para penyiar seniornya di siaran pagi sambil mengenang masa-masa kejayaan radio tempo dulu.

Radio sendiri buatku sudah menjadi suatu hal manis dan spesial. Aku mulai tertarik dengan dunia radio sejak SD dan yang paling sering kudengarkan adalah EBS FM. Haha, waktu itu memang EBS sedang berada di puncak popularitas dengan jajaran penyiar-penyiar keren dan gampang nemplok di hati pendengar. Jadi banyak tuh para penggemar yang nyamperin ke studio buat ngecengin para penyiar idolanya.

Halal bi Halal with KEB Region Surabaya dan Sekitarnya

Selfie berkat tongsis Mak Niar :D
Sesuai kesepakatan bersama dalam forum, halal bi halal #KEB serentak dilaksanakan di 5 region: Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya dan Bali pada tanggal 7 September (padahal Lebarannya udah lama abis, wkwkwk). Aku yang lagi terbebas dari rutinitas kuliah akhirnya bisa ikutan (setelah gagal ikutan BukBer Ramadan lalu). Untuk Halal bi Halal with KEB region Surabaya, berlokasi di rumah Mak Tatit Ujiani, Perumahan Mutiara Citra Graha A1 no.11 Sidoarjo.

Dari komen-komenan di grup, kabarnya sih rumah Mak Tatit dekat Pasar Larangan. Dan ya ampun… bego banget aku ngirain kalau Pasar Larangan ada di daerah Waru, Sidoarjo. Kan deket banget tuh dari Surabaya. Lhakok pas dianterin Mas Pacar, navigasi dari GPS tuh masih 10 kilo jauhnya dari Waru. Maaakk -_- syukurlah orangnya masih mau nganterin sampe lokasi, gak dibuang ke pinggir jalan terus dipungut orang buat dijadiin anak tiri #apasih.

A Blessed Life: a Blessed Blog



Akhir bulan lalu tepatnya tanggal 30 Agustus, aku bersama kawan-kawan organisasi mengadakan acara Bincang Santai. Sengaja aku memilih topik yang kusukai, yakni blogging. Untuk itu, aku mengundang Sister Prima sebagai pemateri. Dia mungkin bukan seorang blogger yang sejajar dengan Raditya Dika, tapi aku percaya bila Sister Prima memiliki dan menyadari penuh esensi dunia blogging.

Dari materi yang disampaikan, Sister Prima menekankan khusus pada fungsi aktivitas blogging. Apa itu? Yakni social responbility. Ingat, pada era ini suatu hal yang benar dan salah sudah tercampur aduk, ditambah tiap orang sudah terjebak dalam stigma masing-masing. Alangkah mulianya bila kita tak hanya sekedar nge-blog, melainkan meluruskan kebenaran demi kebaikan bersama.

Oya, Sister Prima menyelipkan cerita tentang pengalaman nge-blog yang paling menakjubkan. Ada postingan berjudul Blossom Hijab yang masih menduduki peringkat pertama di popular post-nya dengan post view sebanyak 28.000 penayangan!

Selamat Ulang Tahun, Demi Lovato!



♫ “Putting my defenses up
Cause I don’t wanna fall in love
If I ever did that, I think I’d have a heart attack…”♫

Siapa sih yang gak familiar dengan lagu ini? Ada, ya? *ketinggalan jaman ye.. :P Single berjudul “Heart Attack” ini merupakan hits pertama Demi Lovato di album keempatnya, DEMI. Nah, pada tanggal 20 Agustus lalu Demi genap berusia 22, loh! Yang membuatku terkejut adalah kesaksian Demi sebagai penderita bipolar disorder sebagaimana yang dikutip oleh Kapanlagi.com.

Tragedi Langit Merah Amanatul Ummah

Sumber: tribunnews 
Sejak SMP hingga SMA, aku bersekolah di pesantren Lembaga Pendidikan Amanatul Ummah. Lembaga ini berpusat di Surabaya dan berkembang pesat hingga akhirnya pengasuh memutuskan untuk membeli lahan di Pacet, Mojokerto. Beliau mendirikan beberapa unit sekolah lagi akibat keterbatasan lahan di Surabaya. Jadi yang di Pacet tersebut masih merupakan inti lembaga, bukan anak cabang. Bahkan rayon sekolahnya tetap Surabaya meski berlokasi di Pacet (keren, kan?)

When You’re Falling for a Doctor

Kalo dokternya cakep gini, emang rela bagi-bagi? :p
Aku terpikir untuk menulis postingan ini berkat mengamati perilaku seorang blogger sister yang ada dalam lingkaran kehidupanku. Sister satu ini punya hobi dan keahlian networking hingga suatu ketika ia kembali kontak dengan teman lama berkat teman barunya. Si teman lama yang merupakan laki-laki kawan SMP dan SMA-nya di Jogja ternyata sudah banyak berubah. Dari yang dulunya cupu sekarang bisa sekeren Boy William #halah!

Kabar bahagianya, si temen ini baru saja lulus S2 kedokteran di Australie. Lalu tak lama kemudian ia mengajak sister untuk bertemu di Jogja mumpung liburan musim dingin. Sister pun menyanggupi dengan dalih karena ia juga akan menemui keluarga budenya di Jogja #modus :p Dan rencana Allah mengizinkan sister untuk bertemu dengan temennya ini yang bakal ia sebut Mas Dokter.

Ini Lebaranku, Mana Lebaranmu?


Hai Chocoreaders, meski lebaran udah lama lewat tapi masih halal kan ya kalo aku cerita kisah lebaranku sekarang. And you know, lebaranku tahun ini bener-bener berbeda deh dengan tahun lalu. Bukan suatu hal yang menyedihkan, karena saking asiknya aku mau ceritakan ini ke kalian. (≧◡≦)

Keluargaku setiap tahun selalu mudik ke Jombang saat menjelang malam takbiran. Jadi kita berangkat pas hari puasa terakhir selepas Ashar dan sampai di kampung halaman selepas Isya’. Selanjutnya adek-adekku bakal nonton takbiran keliling di kampung bersama sepupuku lainnya. Kalau takbirannya udah selesai, pasti semuanya pada merengek minta dibelikan kembang api buat bermain di halaman rumah.

Welcome August


Selamat datang bulan Agustus! Bulan yang semarak dengan hiasan merah-putih di mana-mana (jadi kerasa banget nuansa nasionalisme-nya ^^). Yeah, Agustus ini aku siap menyongsong jadwal kesibukan yang ketat nan padat. Say hello for the list below!

Memo-Labilia Marshanda


Beberapa waktu lalu santer diberitakan bahwa Marshanda tak lagi mengenakan hijabnya di foto profil akun berbagai social medianya. Beragam reaksi pengguna dunia maya pun ramai menghiasi fanpage Marshanda di Facebook. Banyak yang menghujat, ada pula yang mendukung bahkan tak sedikit yang malah berkomentar tidak penting. Aku sendiri yang mendapatkan kabarnya langsung fresh from the oven (karena hanya berselang 3 jam setelah diuploadnya foto-foto tak berhijab) pun ikut tercengang. Marshanda yang di mataku telah melalui perubahan dengan baik… betapa cepatnya terjungkir 180 derajat.

Ah.. wanita yang belum genap berusia 25 tahun itu, membuat perubahan kontroversial di tengah semaraknya bulan suci Ramadhan. Bulan yang harusnya membuat umat lebih dekat pada Rabb-nya.

Kalo Jodoh, Takkan Kemana


Eaaa, masih ingat dengan postinganku yang berjudul BaladaKetemu Idola? Sempet loh jadi popular post nomer satuku sampai akhirnya harus tergerser di posisi kedua oleh postingan yang kuikutkan GA *yang pada endingnya aku gak terdaftar sebagai peserta….ngenes! T^T

Okey, berhubung kemarin adalah tanggal 22 Juli yang tidak akan aku kaitkan dengan hasil pilpres ataupun skandal lepas hijabnya Marshanda, aku bakal cerita mengenai hadiah ulang tahun terindahku pada usia ketujuh belas. ^^

Wishing Another Birthday Story


Hihi, selamat bertemu kembali, Kawan! Kali ini aku jamin suasana hati sedang netral sehingga tidak akan tercipta postingan yang ‘nyampah’. Duuuh malunya diriku ketika postingan Fake a Smile yang sudah kuhapus itu terlanjur dibaca oleh orang lain yaitu mas WihikanWijna yang juga sering mampir ke blog ini. Makasih banyak atas nasihatnya di kolom komentar ya… bisa jadi masukan berharga kok. :)

Buat yang beruntung belum sempat membaca Fake a Smile, aku jabarkan sedikit intisarinya, ya. Jadi kemarin di hari ulang tahunku itu, aku sama sekali tidak bisa merasakan kebahagiaan dari apa yang diberikan oleh my hunny kemudian aku merasa amat kecewa. Tapi ternyata aku hanya menahan kekecewaan itu, bukan mengendalikannya, sehingga pada akhirnya emosiku pun meledak bagai rudal yang menyerang pesawat MH17.

Sebenarnya apa yang salah? Harusnya gak ada. Ini mungkin hanya buah kekecewaan dari apa yang kita ekspektasikan tidak berujung nyata. Padahal aku juga mengharapkan hal yang standart-standart saja tapi ternyata… untuk hal sestandart itu pun my hunny tak bisa memberikannya.

Thanksgiving for 19th


“HBD Kawaann… barakallah fii umriik. :D”
“Ika, selamat ulang tahun… semoga barokah usianya, dimudahkan jalan menuju cita-cita, selalu dalam lindungan Allah. :))”
“Happy birthday Ika… Semoga makin menjadi insan yang lebih baik di bulan yang penuh barokah ini dan tetap langgeng terus hehe”
Ucapan dan doa dari kawan, kerabat, dan orang terdekat terus membanjiri inbox sms, chat BBM, serta social media. Aku senang sekali mendapat ucapan sebegitu banyaknya karena hal itu menandakan masih ada yang peduli dengan ulang tahunku meskipun berkat reminder social media. :D Soalnya ada loh, ada orang yang kuharapkan tapi belum pernah sekalipun memberikan ucapan untukku padahal jelas-jelas ia sedang online! (╯҂ ‵□′)╯

Wishing List of Receh untuk Buku


By the way, aku ikutan challenge ‘Receh untuk Buku’ di blog-nya Maya Floria Yasmin. Lumayan lho, challenge ini memberiku solusi mengenai belanja buku yang sudah tidak ada lagi anggarannya semenjak kuliah. Dulu sewaktu masih SMP, aku punya penghasilan 50 ribu per semester tiap kali dapat peringkat. Saat SMA meski tak punya peringkat, aku masih punya sisa-sisa dikit lah dari uang saku ditambah penghasilan dari jualan bross saat kelas sebelas. Nah, setelah lulus aku pun jadi kere maksimal. -_- Gak pernah nambah koleksi baruuu, hiks.

Tak ada persyaratan khusus untuk mengikuti challenge ini. Yang terpenting hanyalah menabung. Karena untuk sebagian orang (yang kebanyakan boros kayak saya :D) menabung itu perkara yang sulit, cara nabungnya diganti dengan mengumpulkan uang recehan yang ada. Misal habis belanja di In**mart kembaliannya berupa receh, nah masukin saja ke celengan. Atau pas nyapu sore-sore di rumah nemu duit recehan, boleh juga. Dijamin makin rajin bersih-bersih rumah. :p

Dilla, Semangat Berbagi di Usia Muda


Sekilas bila dilihat, nampak biasa saja. Wajah polos tanpa make up dan jilbab yang membalut kepalanya tidak dililit aneh-aneh. Pakaiannya juga senantiasa bersahaja. Begitulah penampilan mahasiswi jurusan kebidanan Universitas Airlangga ini sehari-hari. Tapi siapa kira di balik kesederhanaannya, ia menyimpan hati seluas samudera.

Mahasiswa yang tidak tinggal bersama orang tua atau kos, kebanyakan dicap hidup serba pas-pasan. Begitupun dengan Dilla yang dijatah uang saku per bulan secukupnya. Namun baginya itu bukanlah alasan untuk pantang berbagi. Mahasiswa boleh saja kere, tapi untuk berbagi maupun bersedekah tak perlu menunggu tua dan kaya.

Tips Menulis dari Ollie (Talkshow by Hijab and Dream)


Oiya, mbak Ollie juga berbagi tips menulis buat kita:

#What’s Story. Tentukan ide cerita yang kamu buat. Bisa dari pengalaman pribadi, orang lain, atau imajinasimu tiap sebelum tidur. (˘ε˘ƪ)

#What’s Motivation. Siapakah motivasimu dalam menyelesaikan cerita? Yang benar-benar membuatmu berhasil menggarapnya sampai finish? Sebagai contoh, Andrea Hirata ngebut penulisan naskah Laskar Pelangi hanya dalam hitungan hari karena ia ingin mempersembahkannya pada Bu Muslimah, guru SD yang ia ceritakan dalam novelnya, yang sudah berusia senja.

#Let’s Make a Story!
--Sediakan pulpen dan kertas. Cara ini masih terbukti efektif membangun kerangka cerita. Oya, kalau bisa, coba buatlah mind map! Cara ini akan membuat kisahmu makin terkonsep dan plot-mu lebih asyik!

--Googling. Cari topik apa yang sedang hangat atau data-data penunjang ceritamu.

--Sharing outline ke orang yang killer. Jadi ia akan memberi penilaian yang objektif. Beda kalau kamu minta pendapat teman baikmu atau pacarmu, pasti mereka bakal bilang bagus.

--Bikin deadline. Tentukan kapan karyamu harus selesai. Deadline itu bukanlah semisal, setelah lulus SMA, setelah skripsi selesai, atau selesai dapet jodoh. Bikin yang jelas, seperti tanggal 1 Oktober atau berapa, sesuai jangka waktu yang kamu butuhkan.

--Write first, edit later. Fokuslah dengan apa yang kamu tulis, tak usah hiraukan dulu diksi dan tanda bacanya. Baru setelah tulisanmu utuh, periksa kembali. Tambahi yang kurang, buang yang tidak perlu. Kalau aku biasanya menulis menjelang tidur, esoknya pasti bakal aku periksa kembali.

--Manfaatkan aplikasi. Mbak Ollie sih pakai Evernote. Aku sih kurang paham aplikasi beginian, tapi orang-orang yang hidup dengan gadget dan gak memungkinkan buat langsung ngetik di laptop, pasti bakal terbantu dengan aplikasi ini.

--Touch reader’s feeling. Apakah cerita yang kamu bikin bernuansa menyedihkan? Berhasilkah orang yang membacanya menangis tersedu-sedu? Atau kamu bikin cerita kocak, sudahkah pembacamu berhasil terhibur atau bahkan tertawa geli? Kalau ternyata belum, berjuanglah lebih keras lagi!

--Kalau lagi nulis cerita, mbak Ollie biasanya menaruh 10 buku favoritnya di dekatnya sebagai tombol ‘on’ motivasi. jadi ketika mbak Ollie lagi buntu atau jenuh, ia buku salah satu tumpukan bukunya untuk sekadar menilik gaya bahasa si penulis atau bahkan malah mendapat inspirasi.

--Have a social media? Share! Misal kamu nulis status di Facebook: “Fiuh.. novelku udah dapet 25 lembar. Masih kurang banyak. :3” Nah, mungkin ada temenmu yang bakal komen ngasih semangat. Itulah fungsinya, agar orang lain bisa men-supportmu.

#What’s Next? 

Publish it! Kamu bisa mengirimkan karyamu ke berbagai penerbit. Atau kalau kamu masih belum pede, kamu bisa kok self-publish karyamu lewat nulisbuku.com misalnya.

Nah, itulah tips yang kudapat selama mengikuti talkshow bersama mbak Ollie. Semoga bermanfaat, ya!

Talkshow bersama Ollie by Hijab & Dream (part 1)


Bismillahirrahmanirrahiim…

Sabtu kemarin (12/7) aku mantap mengikuti sebuah talkshow yang diselenggarakan oleh Hijab and Dream dengan guest star Ollie (writer & technopreneur), Hanum Rais (99 Cahaya di Langit Eropa’s novel writer), dan Asma Nadia (writer of Catatan Hati Seorang Istri). Acara bertempat di Grand Square Ballroom ICBC Center Surabaya, yang lokasinya dekat sekali dengan kosan-ku. So, no excuse deh bagiku untuk tidak ikutan. Apalagi dengan guest star mbak Ollie yang menurutku tuh inspirasional banget bagi dunia literasi.

OH-EM-JII, emang apa hebatnya, sih?

Lho, belom tau yah? Mbak Ollie tuh selain penulis juga merupakan pebisnis. Di usianya yang relatif muda, ia sudah memiliki beberapa usaha yang berkembang bagus. Sebut saja toko buku online kutukutubuku.com dan usaha percetakan print on demand nulisbuku.com beserta usaha lainnya. Kenapa saya menebali huruf nulisbuku.com? Karena berkat nulisbuku.com yang digagas mbak Ollie, banyak para penulis yang terbantu untuk membukukan karyanya secara independen tanpa memerlukan modal yang banyak. Sebuah kontribusi nyata yang mulia, kan?

Mbak Ollie hadir dengan busana yang sudah jadi ciri khas berpakaiannya. Tampil chick dengan dress hitam dipadu blazer floral dan berhijab pashmina pink yang dihiasi bros beruntai. Look stylish and classy!


Mbak Ollie pun mulai berbincang mengenai semua usaha yang telah ia capai sekarang. Segalanya berawal dari mimpi. Mimpi yang sederhana saja mulanya: ingin punya web sendiri. Ya, mbak Ollie yang saat itu berstatus mahasiswi jurusan IT mengaku punya situs pribadi merupakan hal keren. Sembari mempelajari dunia web lebih dalam, mbak Ollie pun mulai merambah dunia kepenulisan. I believe within trying something new, mimpi yang kita punya pun bisa berkembang. Dan mbak Ollie pun percaya bahwa menulis bisa mewujudkan impian.

Apa buktinya?

Mbak Ollie diundang ke berbagai talkshow baik dalam maupun luar negeri, jalan-jalan kesana kemari dengan gratis, mencicipi suatu produk secara cuma-cuma, dan banyak hal lainnya yang bila disebut bakal membuat kita ngiler saking penginnya.

So, bagaimana mbak Ollie memulai semuanya?

Untuk mendapat lebih banyak ilmu, mbak Ollie apply beasiswa pelatihan menulis di Gagasmedia. Untuk aplikasinya, mbak Ollie aktif menulis di blog. Mulai dari curhatan pribadi, lalu berkembang jadi semacam opini, kemudian seringkali ia berbagi tips-tips dan dari kegiatan inilah mbak Ollie Gain Trust alias meraih kepercayaan. Gain trust maksudnya membangun kepercayaan dari para pembaca blog-nya atas image mbak Ollie sebagaimana yang ia branding dalam blog-nya. Makanya kenapa ada orang yang minta dibikinkan product review atau mengundang Mbak Ollie ke acara talkshow karena mereka tahu persis kualitas mbak Ollie berkat blog-nya.

Selain itu mbak Ollie juga rajin menulis buku dan bisa kelar dalam 2-3 bulan. Ia serahkan pada berbagai penerbit dengan jalan berliku. Setelah jatuh bangun sekian lama, akhirnya ia telah mendapatkan kepercayaan berbagai penerbit dan bisa meluncurkan karyanya dengan mulus. Sampai suatu ketika ia menulis sebuah buku yang diberinya judul Inspirasi.net ditolak berbagai penerbit dengan alasan karyanya tidak komersil.


Mbak Ollie tidak berkecil hati, ia tidak merasa bahwa karyanya dibilang jelek. Mbak Ollie justru berpikir bahwa karyanya yang bermanfaat ini sayang sekali bila tidak sampai ke tangan pembaca tanpa mementingkan urusan komersil. Akhirnya bermula dari kasus inilah mbak Ollie mendirikan usaha printing on demand bernama nulisbuku.com. Berkat nulisbuku.com pula, banyak para penulis yang terbantu untuk mewujudkan impian untuk menerbitkan bukunya secara mudah. Sesuai dengan tagline nulisbuku.com : publish your dream!


Namun terkadang kita juga berpikir, “Penting gak sih karya kita ini buat orang lain?” Mbak Ollie kemudian mengutip perkataan Stephen King,
“If it matters to you, it matters.”
Kalau kamu berpikir itu penting, maka itu menjadi penting. Kalau kamu merasa orang lain perlu karyamu, maka mereka akan menghargai karyamu. Begitu kira-kira.

Kini usaha nulisbuku selalu kebanjiran order setiap harinya dan punya komunitas di berbagai daerah sebagai wadah kekuatan para penulis dalam memperoleh inspirasi dan motivasi. Alhamdulillah ya, semoga bisa dihitung sebagai amal kebaikan dan selalu mendatangkan berkah.

Ketika ditanya mengenai apa projek untuk ke depan, mbak Ollie menjawab mantap ingin melahirkan 1.000.000 penulis Indonesia di tahun 2020. Wah! Saya sudah pasti akan ambil bagian. Hehehe. Selain itu mbak Ollie pengin bikin Jakarta sebagai objek wisata literasi. Mungkin dengan mendirikan bangunan yang berkaitan dengan buku dan kegiatannya. Sekaligus bikin hotel bernuansa literasi yang tiap kamarnya diberi nama penulis kenamaan. Misal kamar Goenawan Muhammad, di dalamnya bakal dilengkapi koleksi buku-buku Goenawan Muhammad. Atau kamar Pramoedya Ananta Toer? Andrea Hirata? Boleh-boleh saja. :D

Terakhir penutup kata dari mbak Ollie, “Kalian semua harus tahu apa yang kita inginkan dan kalian harus tahu itu akan bermanfaat bagi orang lain juga.”

Jurusnya: Pura-Pura Bego

Ekspresi saya saat sadar baru saja bertindak bodoh 
Aku punya sekelumit pengalaman konyol yang kualami bersama pasanganku sewaktu awal pedekate. Saking konyolnya, cerita ini amat membekas di benak kami berdua dan sukses bikin ngakak acapkali mengingatnya. (≧◡≦)

Kejadian ini bermula dari ajakan dia (panggil: Abang) untuk nonton film Comic 8 berdua. Siapa yang tak girang, pucuk dicinta ulam pun tiba. Momen jalan bersama yang kuharapkan akhirnya datang juga. Lalu kami sepakat untuk nonton di Tunjungan Plaza dan ia memintaku untuk membeli tiket terlebih dahulu. Sedikit informasi: kost-ku dekat sekali dengan TP sehingga aku bisa memesan tempat sepulang kuliah siang hari. Aku membeli tiket film Comic 8 yang diputar pada jam selepas maghrib berkat si Abang baru pulang kerja jam 5 sore.

Pukul 6 lebih kami sudah berada di Tunjungan. Film baru dimulai pukul 18.55 WIB sehingga kami memilih untuk menghabiskan waktu terlebih dahulu dengan mengitari mall dan mampir beli es krim di A&W corner. Kami juga telah berada di seat masing-masing tepat sesaat setelah pintu teater dibuka. Sembari menunggu komplitnya penonton lain, kami menikmati beragam trailer film yang masuk dalam daftar coming soon.

Kenyamananku sedikit terusik berkat munculnya sekelompok anak ABG yang sedang mencari-cari seat-nya. Suara mereka bising sekali seolah sedang meributkan sesuatu. Ternyata dua orang dari mereka kebingungan tak mendapatkan tempat. Lalu dengan ragu salah satu dari mereka menanyakan seat kami berdua. Segera kuambil tiketku dari dalam tas dan barulah kami tahu sumber masalahnya adalah seat dua orang ini sama dengan seat yang kami tempati. Kemudian terdengar gerundelan kecil, “Duh bagaimana ini… kok bisa sih seat-nya dobel? Aneh banget.”

Iya aneh banget menurutku. Akhirnya kupandangi tiketku sekali dan barulah aku tersadar waktu yang tertera pada tiket adalah pukul 16.55 WIB. Astagaaaa…. Aku SALAH BELI TIKET. Omaigad… terus bagaimana ini. Kuawasi dua anak ABG itu yang sedang mengadu pada mbak-mbak twentyone. Akhirnya dengan senter di tangan, mbak-mbak itu menghampiri kami berdua dan mengecek tiket. Kulirik si Abang di sebelah. Dari gelagatnya aku tahu, ia sepenuhnya sadar apa yang sedang terjadi dan memilih bersikap sama denganku: pura-pura bego!
Kira-kira beginilah ekspresi kami berdua begitu sadar bahwa kami sendirilah biang keroknya 
Dahi si mbak berkerut sambil bergumam, “Aneh ya, harusnya hal ini tidak mungkin terjadi.” Nah lho, gak sadar dia. Kemudian tiket kami dibawanya pergi keluar dan kembali untuk memanggil kami berdua. GAWAT! Oh tidak, rugi banget kalo kami gak jadi nonton gegara diusir. Alamak, malu-maluin. (ಥ ̯ ಥ)

Kami berdua pun digiring menuju lokasi pembelian tiket. Si mbak penjual tiket mengenali wajahku dan berseru, “Lho, mbak kan yang tadi siang beli tiketnya, kan? Kok bisa keliru, toh?”

Aku meringis kecil sambil menerangkan bahwasanya kesalahan fatal ini terjadi berkat angka 16.55 yang tertera di display jadwal film saat membeli tiket, entah aku lagi gak fokus atau otakku waktu itu sedang korslet, bisa-bisanya kuterjemahkan pukul 18.55 WIB. Jelas saja aku menganggap jadwal film-nya selepas maghrib. Angka 6 pada pukul 16.55 lah yang meracuni konsentrasiku dan membuatku mengartikannya sebagai pukul 6 petang.

Setelah diomeli panjang lebar, beruntung kami diperbolehkan nonton film dengan syarat boleh duduk di bangku yang tersisa. Walah, tidak diusir saja aku sudah bersyukur kok. Sementara si Abang cuma bisa geleng-geleng kepala mendapati kecerobohanku yang luar biasa akut. Hehe, ampuuun….

Toh berkat kejadian konyol tersebut, masa pedekate kita jadi sedikit lebih berwarna, kan? (^o^)V

525 kata

Tulisan ini diikutsertakan dalam The Silly Moment Giveaway

Let’s Make a to-do-list!



Sejak bulan Juli atas saran Sister Prima, aku mulai membiasakan diri untuk mencatat segala sesuatu yang akan menjadi agenda kegiatan dalam waktu dekat maupun jangka panjang dan berkelanjutan. Terkait dengan hal ini, aku sudah sedikit bercerita di postingan ini. Kemudian atas permintaan mbak Rosa, akhirnya aku membikin postingan khusus mengenai gambaran to-do-list yang kubuat berikut penyusunannya berdasarkan versiku sendiri.

In Relationship part 4


Hari berganti hari hingga tak terasa bilangan kalender berposisi di awal bulan Juli. Ini artinya hubunganku dengan my sweetheart-Radik sedang menjajaki bulan kelima. Syukur Alhamdulillah hubungan kami baik-baik saja (aku sih merasa begitu, gatau lagi apa yang dia rasakan. Lho? :D) Sungguh aku tak menyangka, atau lebih tepatnya tidak berani menyangka, akan punya hubungan sejauh ini meski teman-teman sebayaku banyak yang bertahan lebih lama dariku. Maklum, aku belum pernah menjalin hubungan dengan siapapun sebelumnya. Hubungan yang berdasarkan komitmen lo ya, bukan yang berdasarkan ngarep. :3 Soalnya aku pernah punya hubungan di pernyataan kedua.

Masjid Al Falah, Setia Melayani Jamaah


Ramadhan tahun ini aku sedikit bersedih. Aku tidak bisa menjalankan ibadah tarawih bersama keluarga dan melewatkan puasa plus berbuka di rumah. Rencanaku untuk pulang jadi tertunda akibat tugas-tugas kuliah yang diberikan menjelang UTS. Padahal niatku hendak mengulas masjid Nurul Islah di kampungku atau kalau bisa sih masjid di pesarehan Sunan Giri, kebetulan sudah lama aku tak berkunjung ke sana.

Namun syukurlah, kebetulan saya punya agenda kegiatan organisasi yang lokasinya kebetulan berdekatan dengan masjid Al Falah. Akhirnya saya menyempatkan diri untuk melihat-lihat dan mengumpulkan informasi untuk #1Hari1Masjid.
Sexy Red Lips