Saturday, September 27, 2014

A Friend to Rely On

at 3rd grade, Bella dan aku (yang berkacamata) yang bersemangat baru nempatin kelas
Dulu jaman SMA a.k.a nyantri di MBI Amanatul Ummah, aku punya temen deket sekaligus teman sekamar yang tidur satu mattras (kasur). Sebut saja Bella. Di mattras itu kita tidur bertiga bareng temen satu lagi yang kita panggil Onyam. Sebelum tidur, mesti deh kita ngobrol ngalor-ngidul dulu sampe satu jam kemudian baru bener-bener lenyap suaranya. Oya, kita selalu sekelas loh sejak kelas XI.

Di kelas XII aku sering banget curhat ke Bella, apalagi kalo udah nyangkut soal gebetan. :D Dia selalu berhasil ngasih nasehat yang bijak dan motivasi yang meresap. Selain hebat di akademis, dia juga jago masalah percintaan. Makanya kan aku sering minta saran ke dia. Hehehe

Sebenernya dalam pertemanan ini, aku yang lebih sering cerita-cerita, curhat dan minta pendapat Bella. Namun lama-kelamaan ia pun menceritakan kisah hidupnya, masa lalunya, sisi gelapnya, dan lain-lain. Meski tak banyak, setidaknya aku tahu.

Kita berdua punya kesamaan: sama-sama interested dengan study abroad dan pernah jadi finalis pertukaran pelajar *meski aku akhirnya tumbang duluan. Sekarang bedanya, dia masih memperjuangkan mimpinya itu sedangkan aku menguburnya dalam-dalam karena terganjal restu orang tua *hiks.

Oya, dia pengin banget loh kuliah di jurusan Hubungan Internasional. Kerennya, setelah gak lolos seleksi SNMPTN, dia keterima lewat jalur SBMPTN di jurusan Hubungan Internasional Unair. Tapi sayangnya karena masalah apa, dia malah disuruh sekolah bisnis selama setahun di Bandung. Sebagai temennya, aku juga ngerasa sedih. Lah gimana, tinggal menjemput impian yang sudah di depan mata, malah disuruh menyingkir.

By the way, sebenernya Bella ini sempat menimbulkan gunjingan dalam lingkup kawan seangkatan, terlebih yang cewek. Yep, she took out her veil. Jelas saja banyak yang nyinyir dan kecewa. Sebagian juga masih bertanya-tanya mengapa ia melakukan itu, termasuk aku. awal kecurigaanku dari foto-fotonya di akun sosmed. Sambil berpikiran positif mungkin ia hanya begitu di dunia maya, akhirnya tersiar juga kabar sebenarnya bahwa ia sudah berpenampilan tanpa hijab di dunia nyata.

Kecewa? Awalnya iya. Tapi aku tak berani berprasangka apa-apa. Paling hanya sebatas berpikiran karena pengaruh keluarganya yang sekuler. Namun pacarku mengungkapkan, lingkungan keluarga bukanlah semata-mata alasan utama. Sebab buktinya, pacarku yang tumbuh di lingkungan keluarga awam pun bisa menjaga ketakwaannya sendiri.

Setelah mendapat berbagai pencerahan, akhirnya yang bisa kulakukan hanyalah berdoa semoga ia diberi hidayah. Aku gak berhak nyinyirin dia. Aku juga gak bakal bilang serta merta, “Hey, aku kecewa sama kamu bla bla bla..”.Aku gak akan sok memperingatkan soal hijab terkait status lulusan pesantren karena seharusnya ia sendiri pun sudah tahu. Aku hanya mau menghormati pilihannya, karena aku tidak tau apa motif Bella sesungguhnya, kan?

Oya, baru-baru ini kita aku chatting dengan Bella. Dia sedang berada dalam kondisi paling down. Ternyata dia sedang bergelut dengan kegagalan: gagal dalam bisnis, gagal dalam pendidikan, dan gagal dalam percintaan.

Setahuku selepas lulus sekolah bisnis, ia membuka usaha donat. Soal pendidikan, saat ini Bella tidak bisa kuliah karena tak ada biaya. Lalu hubungannya dengan orang terkasih.. yang merupakan kawan seangkatan pula, akhirnya kandas setelah 3 tahun lamanya ia jaga. Yang cowok tidak mau meneruskan komitmennya dengan Bella. Aku yang dicurhatin segala macem cuma bisa geram sama si mantan terbarunya itu.

Gara-gara kisah cintanya yang berakhir naas, ia kini bertekad cuma mau membuka hatinya untuk bule bule dan buleee. :3 Dan kabar gembiranya, tahun depan ia resmi bakal punya papa seorang bule blasteran Perancis – Aljazair dan alhamdulillah seorang muslim. Bahkan rencananya mereka bakal tinggal di Bali, sesuai permintaan sang mama. Yuhuu, turut berbahagia ya Dear. :’)

Yah, kita tunggu sajalah apakah dia berhasil menggaet cinta bule seperti mamanya. XD

Yang aku tau, Bella bukanlah pribadi yang menyerah kepada kegagalan. Ia pasti bangkit lagi, dengan harapan dan tujuan baru. I pray the best for you. :)) Mau bagaimanapun kamu Bella, you must remember this thing: you cand have my shoulder to cry on because I’m your friend to rely on. :))
Bella - aku - Huyy ~ Terakhir aku bersamanya saat wisuda *serba biru :)) 
*kabar terbaru: Bella sekarang fokus belajar bahasa Jerman dengan les doakan di Goethe. Doakan dia bisa menyabet beasiswa kuliah di Jerman ya :)

15 comments :

  1. Ah, terkadang saat kita jatuh atau ada masalah memang butuh banget orang yang sengganya mau mendengarkan masalah kita ya. Dan Kak Hilda sepertinya paham bagaimana kondisi Bella dengan tetep support dia dari jauh ya. Ah, thats what friends are for :))
    Setidaknya mimpi Bella satu persatu bisa dinyatakan ya, pelan-pelan. Semangat terus, Bella! Salam kenal dari Ashima <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Ashima. AKu ga mau banyak berprasangka, tetep berpikir positif aja. :)
      Iya amin, mohon doanya juga. :)) Okey nanti aku sampein :D

      Delete
  2. woww quote'y keren deh! :) salam hangat dari tang-sel...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya,, salam kenal juga mbak Aira.. :)

      Delete
  3. cewek yang ngelepas jilbab langsung di anggap miring, kenapa ga coba tanya dl sebapnya. btw bella cakep juga eh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener, Bella cakep juga tuh hahaha...

      Delete
    2. Hayooo, pada mau kusalamkan nih? :D

      Delete
    3. Cantikan yang berkacamata item kayaknya hahahhaha

      Delete
  4. Ak juga ada teman yg gitu. Cm berani tanya sebatas kenapa & mendoakan aja. Alhamdulilah, bbrp di antaranya sdh ada yg mulai pake lagi meski belum sempurna. Tapi ya, kita syukuri prosesnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kita sebagai teman daripada menghujat mending pilih mendoakan yah. :)

      Delete
  5. semangat bella....apapun itu semoga bella diberi kemudahan aamiin

    ReplyDelete
  6. Aku punya teman yang seperti itu hehe. Semangat ya, kak!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat untuk mendoakan dan menyupport secara halus. :))

      Delete
  7. Moga bahagia selalu ya bell.. ehh...tapi emang bener ka, klo kita nda berhak nyinyirin sesuatu tanpa tau sebab musababnya, great quote

    ReplyDelete

Terima kasih banyak sudah mau berkunjung dan membaca, terlebih turut meninggalkan komentar. ^o^ Mohon berkomentar secara sopan dan plisss jangan tinggalkan link hidup dan pasti langsung aku hapus. Okey? ;)

Sekali lagi terima kasih pembaca-pembaca setiaku. Tanpa kalian, apalah arti aku dan tulisanku ini. Semoga menginspirasi. :))