Saturday, February 28, 2015

Self Publishing Story


Apa itu self publishing? Ada yang sudah tahu?

Ternyata sebagian orang banyak yang belum mengerti betul sistem self publishing . Bahkan kalangan peminat literasi maupun penulis pemula, belum tau sama sekali adanya sistem penerbitan ini. Sangat disayangkan sekali, bukan? Untuk itulah, Bincang Santai kali ini mengangkat tema dunia penerbitan buku sambil memperkenalkan istilah self publishing.

Bincang Santai adalah program kerja dari Gerakan Mahasiswa Surabaya yang berupa mini-talkshow atau obrolan terbuka pemuda Surabaya untuk bertukar ide dan pengetahuan. Selain membahas isu-isu penting dengan cara santai dan gak boring, juga sebagai area networking bagi komunitas dan organisasi pemuda di Surabaya.

Lokasi Bincang Santai berpindah-pindah. Dulu pernah dua kali di Perpustakaan Kota Balai Pemuda. Kali ini (akhir Desember lalu) hendak mencoba suasana baru di Heerlijk Gelato, kafe suasana vintage di area kompleks Perpustakaan BI Surabaya. Kami mem-booking tempat untuk 25 orang maksimal. Acara pun seharusnya dimulai pada pukul 3 tepat. Namun karena turun hujan, audience-nya pun banyak yang telat hadir bahkan absen. :3 Yaudin, acara baru dimulai pada pukul 4.

Pembicara Bincang Santai untuk edisi ini adalah Nabila Budayana, seorang penulis dan penggiat literasi sekaligus Koordinator Goodreads Indonesia regional Surabaya. Aku mengenalnya saat diajak seniorku berkumpul di grup IMO (In My Opinion). Terlihat sekali lho kalo Mbak Nabila ini punya wawasan luas seputar buku. Tak hanya terbitan Indonesia, bahkan ia juga gemar melahap buku-buku impor.

Kak Nabila Budayana
Salah satu buku solo Kak Nabila
Sumber: Nabilabudayana.blogspot.com
Mbak Nabila ini sudah menerbitkan beberapa buku. Ada yang ditulis solo, ada juga yang keroyokan. Selain diterbitkan oleh penerbit mayor, ia juga pernah menggunakan layanan self-publishing. Yang jadi pertanyaan utama pasti, self publishing itu apa sih?

Self publishing adalah layanan penerbitan buku secara mandiri. Jadi ya nulis-nulis sendiri, ngedit-ngedit sendiri, bikin cover dan layout sendiri, cetak sendiri. *berasa jomblo gak sih? :D Nah, untuk sistem self publishing seperti ini, sudah banyak kok penyedia layanannya. Kita ambil contoh ya salah satu penyedia jasa self publishing yang sudah terkenal di kalangan penulis pemula adalah Nulisbuku.com. Untuk menerbitkan buku di Nulisbuku.com, step-stepnya seperti berikut ini:

Naskah
Ini hal mendasar yang wajib sudah dipersiapkan sejak ingin menerbitkan buku. Untuk self publishing, kalian boleh nerbitin buku apa saja. Apa saja? Iya! Mau novel, cerpen, kumpulan surat, bahkan buku diary, boleeeh boleh. Karena Nulisbuku hanya membantu dalam hal cetaknya saja, kan. ;)

Edit
Hal seperti ini seringkali diremehin para penulis pemula (termasuk aku! :D). Sebisa mungkin ya, tolong edit kembali tulisan kalian. Akan lebih baik lagi jika kalian menggunakan jasa orang lain untuk mengedit tulisan kalian. Saat ini banyak kan freelance editor yang bisa dimanfaatkan. Selain itu, pihak Nulisbuku juga menyediakan layanan editor. Bagi yang ingin menggunakan jasanya, akan dikenai tarif tertentu.

Desain
Kalau naskah sudah siap, selanjutnya apa lagi? Yap! Desain cover dan layout. Ini juga hal penting karena sampul buku punya peran besar dalam hal daya tarik yang berpengaruh pada pembeli. Kalau kamu kesulitan bikin sampul sendiri, kamu juga bisa pakai jasa orang lain. Atau kalau mau praktis, gunakan layanan desain cover yang disediakan Nulisbuku dan pastinya akan dikenai biaya tertentu.

Upload
Yeah! Tinggal upload naskahmu dalam bentuk PDF beserta file sampul buku. Selanjutnya bukumu akan muncul di etalase website Nulisbuku.com dan kalau ada orang yang tertarik membeli bukumu, mereka tinggal pesan. Layanan Nulisbuku adalah POD alias Print on Demand. Mencetak berdasarkan permintaan. Kalau kamu mau cetak satu eksemplar ya bisa-bisa aja. Proses buku butuh waktu 14 hari.

Promosi
Jangan lupa promosikan bukumu agar ada yang mau membeli. Kamu juga boleh minta tolong orang terdekatmu untuk memberi rekomendasi pada lingkaran sosialnya.


Mudah sekali kan ternyata? Hohoho. Lagipula penyedia layanan self publish yang lain juga tidak jauh seperti itu prosesnya. Namun pertanyaan selanjutnya adalah apakah self publishing dapat digunakan sebagai alternatif?

Ada baiknya perlu kita ketahui kelebihan dan kekurangan dari sistem ini.


Kelebihan:
Tergantung pada tujuan si penulis. Apakah dia ingin melihat tulisannya dalam bentuk cetak. Atau ada yang butuh mencetak buku sebagai souvenir pernikahan atau bahkan kado untuk seseorang. Intinya bagaimana perasaan penulis terbantu dengan adanya sistem ini.

Bebas menetukan harga jual. Yeah, karena kamu adalah bosnya, kamu yang berhak nentuin seberapa besar royalti yang akan kamu terima. :D

Bisa jadi punya peluang diambil oleh penerbit besar. Hal kayak gini pernah terjadi pada buku Ber.3.1.7.an yang dulunya menggunakan jasa Nulisbuku.com dan selanjutnya diterbitkan oleh Penerbit Kompas Gramedia.

Dapat memacu rasa percaya diri dan semangat menulis.

Kekurangan:
Masih dipandang sebelah mata. Yeah, banyak orang yang meragukan kualitas isi buku yang dicetak dengan self-published.

Harus mau repot. Inget ya, self publishing ini kan artinya diurus sendiri mulai dari naskah mentah sampai jadi buku.

Siapin modal. Modal untuk pake jasa editor misalnya dan lain sebagainya.

Itulah beberapa materi yang bisa aku sampaikan di sini, karena berikutnya udah sesi tanya jawab. Banyaaaak banget yang antusias tanya ini-itu. Makin seru karena audience yang hadir dari berbagai latar belakang. Seperti Mbak Ade Kumala yang merupakan editor lepas Penerbit Bentang Pustaka dan Mas Lalu Abdul Fattah yang merupakan penulis buku Travelicious Lombok. Bisa saling bertukar ilmu, tuh. Dan beberapa hal yang bisa aku kumpulkan di sesi ini adalah:

✿ Gak selalu naskah yang ditolak penerbit itu jelek. Tergantung selera penerbitnya, kok. Makanya, pandai-pandai mencari penerbit sesuai tipe buku yang ingin kamu terbitkan ya. Ntar insya Allah bakal ketemu jodohnya. ;)

✿ Sistem self-publishing bisa membuat orang tau adanya orang-orang berbakat baru. Contohnya, penyanyi Tulus. Awalnya dia produksi lagu sendiri lho (ya kan mirip-mirip ama nyetak buku sendiri :D), ya sistem self-production gitu. Buktinya karena banyak yang suka, akhirnya apa yang dipunyai Tulus bernilai komersil juga.

✿ Naskah yang diedit hasilnya jauh lebih baik daripada yang dibiarkan saja dengan sisi idealis penulis. Karena sudut pandang orang lain itu perlu, lho. Selain itu editor pasti sudah jeli sisi mana yang perlu diperbaiki agar kualitas naskah semakin baik.

✿ Kini sistem self-publishing dan penerbitan konvensional punya tabir yang amat tipis. Ada lho penerbit yang punya sistem fifty-fifty dengan penulisnya untuk urusan modal.

✿ Dunia perbukuan kejam sekali lho. Kalo bukumu emang gak laris-laris amat di etalase toko, bakalan cepet masuk gudang dan stoknya bakal dikembalikan. Aww~

✿ Urusan royalti penulis itu emang pelik sekali. Rata-rata cuma 10% dari harga buku. Udah gitu, banyak penerbit yang lalai membayarkannya pada penulis, tak terkecuali penerbit besar yang terkenal. Makanya, kalo kamu pengen jadi penulis, jangan mengharapkan materi yang berlimpah dari bukumu.

Ya kira-kira itulah beberapa hal yang bisa aku sampaikan di sini. Acaranya terasa hangat dan akrab bagi audience. Kekurangan acara Bincang Santai sih, gak ada slideshow. Coba kalo ada Doraemon ya, aku bakalan minta proyektor mini agar materi acara ini akan lebih terpusat dan bisa mencapai hasil maksimal. Tapi tak apalah, yang penting transfer ilmunya sudah sampai. ƪ(˘⌣˘)┐"ƪ(˘⌣˘)ʃ"┌(˘⌣˘)ʃ

Sampai ketemu lagi di edisi Bincang Santai berikutnya! ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ

54 comments :

  1. Wah..mksh byk infonya ttg nulisbuku.com sbg salah satu alternatif penerbitan buku.. Ada juga sih aku terfikir utj menggunakan jada self publishing..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, sama. Tapi semoga bisa dapet penerbit mayor sih. :D

      Delete
  2. Wah berguna nih mak... thanks sharingnya..:) salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah.. salam kenal juga ya ^^

      Delete
  3. lengkap kap kap niih informasinya, yang penting nulis dulu. klo sdh punya naskah skrg ada self publishing kayak gini membuat semua orang bs nulis buku yaa.
    TFS yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mbak, mau diterbitin pake cara apa itu sebuah pilihan. Yang penting niatnya kuat dan bukunya sukses amin :)

      Delete
  4. koq fotoku ngga ada... padahal aku kan ikut :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Fotomu selfie doang. Masa aku masukin -_-

      Delete
  5. Betul banget tuh, seperti yg kutulis di artikelku yg utk giveaway kemarin :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak.. jadi semakin percaya daku :D

      Delete
  6. bagus nih infonya jadi tahu tentang penerbitan buku, yang awalnya beneran buta, gak tahu sama sekali :D

    kayanya lebih enak pake penerbit yang besar ya, secara kan dibantu ini itu nya, ngeditnya, promosinya jadi gak berasa sendiri banget :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sih.. tapi kamu harus sabar dan rela kepastian naskahmu digantungin berbulan-bulan :D

      Delete
  7. makasih ifonya,jadi lebih banyak tahu tentang penerbitan buku^^

    ReplyDelete
  8. Kalau Self-Publishing = Underground, ya Mbak ? Semuanya serba mandiri...

    ReplyDelete
  9. siapin modalnya itu yang kadang bikin mikir berulang kali untuk self publishing.. juga karena, pemasaran dan cara menjualnya aga susah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak. Aku juga suka mikir-mikir jadinya :3

      Delete
  10. Jadi tau istilah self publishing dari sini... Repot juga ya self punlishing, apa-apanya dikerjakan sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itulah resikonya, harus mau repot :)

      Delete
  11. Pengalaman kerja di penerbitan beberapa tahun yang lalu memang benar kalao royalti penulis itu sedikit sekali dari harga jual buku. Sebagian besar harga buku itu untuk keuntungan penerbit dan distributor.

    Kalau self publishing itu memang meminimalisir peran penerbit dan distributor, tapi ya itu artinya penulis harus bekerja lebih keras lagi. Terutama untuk promosi buku-bukunya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kerja di penerbitan? Wah.. impianku dari dulu itu.. :D

      Bener. Self publishing itu prosesnya cepet tapi usahanya kudu lebih keras lagi :))

      Delete
  12. berarti bisa cetak sesuai kebutuhan aja ya mbak..?? kalo ada yang pesen aja kan..???
    boleh juga tuh, daripada udah cetak banyak tapi gak ada yang beli hehehe *dasar gak mau rugi*

    ReplyDelete
  13. Thanks untuk sharing yaa, alhamdulillah nambah. Ilmu lagi

    ReplyDelete
  14. pernah sih baca buku terbitan self publishing, gak kalah keren kok sama terbitan mayor, :D

    ReplyDelete
  15. sy jg punya kenalan seorang blogger. iya menerbitkan beberapa bukunya secara self publishing..
    barangkali cara ini efektif bagi blogger lain utk menerbitkn buku.. salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas.. Solusi cepat dan mudah :)

      Delete
  16. kata teman2 yang udah nerbitin indie, lebih puas hasilnya karena semuanya sesuai keinginan kita ya tapi memang lebih repot :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, kan semua bisa diatur sesuai selera karena apa-apa sendiri :))

      Delete
  17. Lebih repot dan kayaknya pembaca indonesia masih lebih memilih buku yang mereka baca sudah tersedia di toko buku daripada beli yg belum jadi secara online....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu dia kekurangan dari self publishing, tidak adanya distributor yang menyebarkan ke toko buku :')

      Delete
  18. self publishing memang lebih repot. Tapi, gak apa-apa juga, sih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi tergantung tujuan penulisnya Chi ^^

      Delete
  19. Buku saya juga campur2, ada yang diterbitkan oleh penerbit mayor, banyak pula yag self publishing.
    Nggak ikut Lombaku?
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Woo keren Pak De. Toh sudah punya daya komersil tinggi jadi gak perlu kuatir. :D
      Nunggu dapet bukunya secara gratiss dulu :v

      Delete
  20. Aku sendiri juga belom tahu tentang self publishing hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga paham dengan ulasanku ya.. :D

      Delete
  21. wah bermanfaat sekali bukunya, kebetulan sebentar lagi saya akan menyelesaikan buku, rencana si ebook aja....berkunjung kesini mendapat pencerahan tentang cara penulisan. Thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah.. semoga bisa menjadi bahan pertimbangan ya ^^

      Delete
  22. mantep nih acaranya... sy jg kpingin nyobain self publishing, tp yg mau dipublishnya ga beres2 :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yupp.. Semangat Mbak ^^ Bikin deadline :D:D

      Delete
  23. mbak ika, aku gak tau lho tentang self publishing. terimakasih sharingnya yaah :)

    ReplyDelete
  24. Tulisanmu ringan, segar, dan yang paling penting sangat mudah dipahami.
    Sudah siap self publishing.
    Terima kasih Ika :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Aa.. Semoga tulisan ini bisa membantu ya 😊

      Delete
  25. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  26. Bagus sangat bermanfaat, btw jika ada yng mau mesen tuh novel yg secara selfpublhis itu yang cetak kita atau si nulisbuku.com itu

    ReplyDelete

Terima kasih banyak sudah mau berkunjung dan membaca, terlebih turut meninggalkan komentar. ^o^ Mohon berkomentar secara sopan dan plisss jangan tinggalkan link hidup dan pasti langsung aku hapus. Okey? ;)

Sekali lagi terima kasih pembaca-pembaca setiaku. Tanpa kalian, apalah arti aku dan tulisanku ini. Semoga menginspirasi. :))