Sahabat Kecil

credit: tumblr.com

Kalo ngomongin soal childhood, pasti gak akan lepas dari cerita persahabatan yang udah nemenin masa kecil kita. Entah temen sepermainan atau pun temen SD. Ada yang beberapa di antaranya masih terjalin hingga kita dewasa dan ada juga yang gak bisa berlanjut di masa depan. But whoever is, kita patut berterima kasih karena berkat mereka pula lah masa kecil kita jadi lebih berwarna. (*^□^)八(^□^*)

Aku mau cerita nih. Sewaktu SD, aku punya sahabat karib yang bener-bener memorable. Namanya Shinta.

(Pernah) Traveling ke Banyuwangi


Kalo ditanya apakah aku suka traveling, jawabanku pasti: yes, I do. Tapi kalo ditanyain track recordku udah traveling ke mana aja, jadi bingung sendiri. Kok kayaknya aku nggak pernah ke mana-mana, ya. :v Iya loh, dibandingin sama temen-temen SMA-ku yang pernah ke Balekambang lah, Madakaripura lah, Gili Labak lah, de el el… aku cuma bisa ndekem di Surabaya. Sebenernya aku juga diajakin sih, tapi gak pernah bisa gegara tugas kuliah yang tiada habisnya. Hiks.

Walau begitu, aku tetap berusaha menjaga konsistensi travelingku. Setidaknya setahun sekali aku pergi ke mana gitu. Syukurlah, dua tahun ini sudah kesampaian. Tahun lalu aku traveling ke Bali untuk mengikuti Ubud Writers & Readers Festival. Sedangkan tahun ini aku usai magang di Jogja dan alhamdulillah sempat mengeksplor beberapa tempat di sana. Dan dua tahun sebelum itu, aku pernah traveling ke Banyuwangi lho. Yakni sewaktu liburan kenaikan kelas tiga SMA. Yeah, sekitar 40% teman-temanku berasal dari Kota Gandrung ini.

7 Ide Kencan Seru

credit: mentol-art.tumblr.com

Hola, udah mau akhir pekan nih. Kali ini aku pilih pulang ke rumah aja lah. Mumpung dikasih jatah libur seminggu sebelum dihadapkan lagi dengan tugas yang mendera berhari-hari sampai waktu kelulusan tiba. Lebay ya. Tapi emang gitu kenyataannya bok. #efeksemesterakhir #denganderitatiadaakhir

Kalau kamu, udah punya rencana belom mau ngapain? Buat yang punya pasangan, selama ini melakukan kegiatan apa untuk mengisi weekend? Nge-mall? Nonton film? Nongkrong di café? Ah, udah mainstream kali ya. Mau jalan-jalan kagak ada duit? Kasian ye. *tengok isi dompet* *aslinya juga senasib* *mewek bareng yuk*

Tenang, aku bakalan bagi-bagi ide agar acara quality time kamu bareng pasangan makin berwarna. Simak ya, dijamin bakalan seru dan berkesan!

Pedekate dengan (Calon) Ibu Mertua

Keluarga Muffin
“Pernikahan tidak hanya menyatukan dua insan semata, melainkan juga menyatukan dua keluarga besar seutuhnya.” –Hilda Ikka, survivor calon menantu idaman

Well, dipertemukan dengan Muffin adalah salah satu kebahagiaan terhebat bagiku. It’s like finding a true soulmate, that will be along my life journey. Membuatku berhenti untuk mencari lagi dan mantap untuk memutuskan ke jenjang yang lebih tinggi: pernikahan. Semuanya tinggal menunggu waktu: kapan aku menyelesaikan studi, kapan modal untuk biaya pernikahan tercukupi, hingga kapan aku siap dinikahi secara jasmani dan rohani.

Kelihatannya cukup lancar, ya? Tapi seperti yang banyak orang lain ketahui, pernikahan itu gak cuma mbulet urusan sah jadi suami-istri. Gak cuma antara aku dengan Muffin. Masih ada lagi. Apalagi kalau bukan soal…

Mertua.

4 Oleh-Oleh Khas Surabaya


Chocoreaders ada yang tertarik jalan-jalan ke Surabaya bulan depan? Kan bulan Mei ada banyak tanggal merah plus harpitnas (Hari Kecepit Nasional). Pasti banyak orang yang memanfaatkannya sebagai liburan. Termasuk kamu kan, ya? *nuduh :p Apalagi Surabaya punya destinasi wisata yang cukup untuk dikunjungi selama beberapa hari. Mulai dari museum hingga taman hiburan. Untuk kuliner pun gak kalah banyak. Ada rujak cingur, lontong balap, dan lainnya. Tapi aku gak akan membahas itu semua, karena yang ingin aku ceritakan sebenernya adalah 4 oleh-oleh khas Surabaya. :D

Let’s see, apa aja sih buah tangan yang bisa dibawa pulang sekembali dari Kota Pahlawan ini?

The Beauty Blue in Saphire


Awalnya, aku gak pernah ambil pusing mengurusi busana untuk dipakai ke acara resepsi pernikahan. Dulunya aku juga sering mengernyitkan dahi bila mendapati pelanggan ibu yang bersorak kegirangan mendapati busana yang bagus untuk dipakai ke acara mantenan (FYI, ibu membuka toko baju di rumah). Pikirku waktu itu, emang kenapa sih dateng ke acara mantenan kudu tampil memesona habis-habisan?

Dibikin Takjub di Basha Market


Siapa yang suka dateng ke pameran? Hayo tunjuk tangan.. Berarti kita klop nih. Apalagi kalo itu pameran industri kreatif, ada bazaar, dan yang terpenting: free entry! Wuhuu, aku bangeeet. *nganut prinsip Mak Irits* Lebih enak lagi kalo tempatnya di dalem mall, biar sekalian ngadem gitu. xixixi.

Kesemua hal yang kusebutkan tadi, ada di Basha Market. Sebuah pameran industri kreatif yang diselenggarakan oleh Universitas Ciputra yang mendukung daya wirausaha melalui stand bazar dan workshop (yang berbayar). Berlokasi di Atrium Mall Tunjungan Plaza lantai 6, pada tahun 2015 ini merupakan kali kedua Basha Market diadakan. Yang pertama dilaksanakan pada Desember lalu dan aku beruntung karena (secara tidak sengaja) sempat mengunjungi pamerannya. And that was really awesome! Membuatku gak mau melewatkan Basha Market yang kedua ini.

Buah Jatuh Tak Selalu dari Pohonnya

Aku, ibu, dan adikku
Terus dari mana, dong?

Ya bisa jadi langsung jatuh dari langit! :D
Emang ada, ya?

Hahaha, ini adalah ungkapanku untuk kasus genetik pembawa sifat menurun dari orang tua. Ternyata, gak semua sifat/watak anak itu turunan dari orang tuanya. Misal ada anak yang hobinya baca buku ternyata ayah atau ibunya enggak. Atau ada anak yang sukanya nyanyi lagu-lagu India dari kecil padahal orang tuanya gak ada tuh yang hobi nonton pilem India. Nah, biasanya sifat dan watak si anak itu paling dirasakan para ibu ketika sedang hamil. Istilahnya, gawane bayi. Jadi ketika hamil, si ibu ini tiba-tiba punya watak yang di luar kebiasaannya.

Hal itu juga yang dirasakan oleh ibuku ketika mengandungku. Baru-baru ini beliau nostalgia mengenang masa-masa itu. Aku yang ndengerin ya cuma ketawa-ketawa aja. Gimana enggak, ibuku kalo cerita nadanya lucu, apalagi saat mengungkapkan perasaan herannya pada waktu itu karena wataknya berubah saat hamil dan watak itu benar-benar ada padaku. Emang watak apa aja sih yang ada di luar kebiasaan ibu sewaktu mengandungku?

Ada Jendela Dunia di Balai Pemuda

Sumber: http://www.custom-vinyl-decals.com/ebay/wallart/images_large/S33_large.jpg
Hola! Ketemu lagi di sini setelah kemaren berkutat dengan long weekend. Iyap, kalo aku berkutat dengan tugas di saat kebanyakan orang mengisi hari liburnya dengan kegiatan refreshing. *ngenes di pojokan* Ya emang sih tetep ada jatah break buatku. Tapi dengan kepala yang sudah kepenuhan isi aku jadi males mikir aneh-aneh mau refreshing ke mana. Yaudalah, ke Balai Pemuda aja. Kan ada jendela dunia.

Tau kan kalo jendela dunia itu identik dengan buku? Jadi tempat yang aku maksud di sini adalah.. tentu saja perpustakaan! Huahaha, kayak anak pinter aja kalo weekend tongkrongannya di perpus. *cih, aku emang pinter kan? :p*

Jangan selalu termakan oleh stigma yang menyatakan kalau perpustakaan itu nerd, nggak gaul, dan membosankan. Well, kamu bakal mendapati dirimu salah besar kalau kamu mengunjungi perpustakaan kota Surabaya satu ini. Memangnya kenapa?
Sexy Red Lips