Musim Kawin di 2015

Musim Kawin di 2015

Hadeuu, judulnya kayak lagi nonton channel National Geographic aja yak *lol Dikiranya ini mo ngomongin musim kawin terus penguin pada bertelur gitu? Kagaaaak. Ini mah cuma curcol aja karena di usia segini udah banyak banget undangan nikah dari temen sendiri. *berasa tua* *umpetin KTP*

Lha gimana gak dibilang musim kawin, tahun 2015 ini aku dapet undangan manten dari temen SD sampe SMA bahkan temen jaman kuliah. Sebenernya ya bukan apa-apa sih, cuma kadang kalo flashback ke masa-masa sekolah, ada beberapa yang nggak kusangka bakal nemuin jodohnya secepat ini. :D

Bakso Pak Djalil – Taman Apsari

Bakso Pak Djalil – Taman Apsari

Siapa sih orang Indonesia yang nggak suka bakso? Kalau pun nggak suka, minimal doyan lah ya hehehe. Aku juga suka bakso, asalkan enak #heaaaa. Nah di daerah Taman Apsari nih ada rombong bakso yang selalu ramai dikunjungi pembeli. Kenapa aku tau? Yaiyalah soalnya kampusku berlokasi di kompleks Taman Apsari xD. Karena bolak-balik ngampus siang, jadi hafal betapa ramainya tempat kuliner satu ini.

Awalnya aku mengira tempat ini ramai berkat berada di kawasan perkantoran so pelanggannya ya karyawan itu-itu saja. Ternyata eyke salah besar, sering deh banyak mobil parkir dan keluarlah manusia-manusia itu menuju Bakso Pak Djalil. Wuiiih segitu dahsyat kah kelezatan kuliner satu ini?

Alhasil aku pun penasaran dan pengen banget nyobain, tapi baru keturutan menjelang semester akhir. Ya maklum, melihat dari segi pelanggannya kan aku jadi berekspektasi kalo harganya sedikit mehong untuk ukuran kantong mahasiswa. Nah berhubung dikit lagi bakal lulus, masa seumur-umur nggak sempet nyobain. Yauda deh, aku rela berapa pun harganya akan kubayar! #jedaaang xD

Apps Review: Monefy

Apps Review: Monefy

Jadi siapa yang di sini suka tiba-tiba bingung duit larinya pada ke mana? *angkat tangan* Pegang duit 50 ribu tiga hari kemudian udah berubah wujud jadi recehan *biasanya terjadi pada anak kuliahan yang ngekos* lol. Nah looooh, bikin kita kelimpungan nginget-nginget pengeluaran. Mikir dipake beli apa aja nih kok kayaknya boros banget. Lhadalah setelah dirunut ya ternyata bener juga kenapa bisa keluar duit segitu. Buat beli pulsa kena sekian, ongkos naik bis sekian, dan lain sebagainya.

Itu kalo kita inget Lha kalo enggak? Pasti nggak rela banget deh duit kita ilang tanpa tau juntrungannya ke mana. Misal, “Perasaan hari ini aku cuma jajan es sama cilok deh.. Kok sekarang duitku tinggal cepek?” Padahal lupa kalo tadi uangnya juga dipake buat bayar utang pulsa ke temennya. :3

Oleh sebab itu aku butuh aplikasi pencatat pengeluaran untuk menghindari terjadinya hal seperti itu. Sekaligus sebagai reminder atas dosa-dosa belanja yang kadang suka kebablasan. xD Sewaktu aku nanya ke Muffin ada gak ya aplikasi kayak gitu, aku malah disodorin aplikasi tabel pengeluaran manual yang fungsinya cuma sebagai catatan dan bukan totalan. Ya kelesss. -_____- Aku butuhnya ya pencatat sekaligus otomatis totalan biar gak pake ngitung-ngitung lagi.

Ayo Masak: Puding Roti Tawar Kukus

Ayo Masak: Puding Roti Tawar Kukus

Hayo siapa yang di sini suka makan roti tawar? Emang sih ya roti tawar itu makanan paling praktis untuk disantap di keseharian kita. Tinggal oles mentega, selai, atau ditaburi meses aja udah enak. Bahkan berkat roti tawar pun kita bisa mengeksplorasi beragam resep dengan cara yang simpel kayak pizza roti tawar hingga puding roti tawar kukus ini.

Ide bikin kudapan ini datang disebabkan ada sisa pinggiran roti tawar yang coklat-coklat itu, sayang untuk dibuang *namanya juga ogah rugi BHUAHAHAHA. Iyah soalnya roti tawar itu sebelumnya dipake buat bikin roti bakar mini dan aku potongin pinggirannya. Lah kenapa gak pake roti tawar kupas sekalian? Udah rahasia umum kali kalo roti tawar kupas itu harganya lebih mahal dibandingin yang enggak *ogah rugi lagi xD.

Jadi daripada pinggiran roti tawar ini kebuang sia-sia, muter otak dah gimana caranya mengolah untuk jadi kudapan enak. Setelah googling sana-sini nyari referensi, tercetuslah ide untuk bikin puding roti tawar kukus. Bikinnya mudah, bahannya juga gampang dicari. Yok mareeeeee!

Little Reunion

Little Reunion

Jadi, keinginan untuk bertemu dengan little-girl-who-turn-into-beautiful-lady seperti yang kutulis di postingan Sahabat Kecil ini akhirnya terwujud. Sekitar awal Agustus lalu, aku janjian buat main ke rumahnya dengan niatan menjalin silaturahmi. Udah 6 tahun gak ketemu, kebayang gak tuh gimana kangennya.

One Day at Sahid Gunawangsa Hotel – Menur Pumpungan

One Day at Sahid Gunawangsa Hotel – Menur Pumpungan

Jadi seperti yang Chocoreaders ketahui, tanggal 6 Agustus lalu aku berkesempatan menghadiri acara pembukaan Pameran Produksi Indonesia 2015. Berkat membludaknya blogger yang ingin hadir di acara ini dari berbagai daerah, maka panitia pun berupaya mencarikan akomodasi hotel di Surabaya selama event PPI dihelat. Syukurlah beberapa hotel bersedia menampung para blogger pencari rizki untuk menginap beberapa hari. Salah satunya Hotel Sahid Gunawangsa Surabaya yang berlokasi di Menur Pumpungan ini.

Kilas Balik 12 Tahun Perjalanan Kebab Baba Rafi

Kilas Balik 12 Tahun Perjalanan Kebab Baba Rafi

Aku suka sekali kebab. Beruntung sekali aku hidup pada era sekarang ini di mana kebab sudah menjadi santapan yang begitu populer. Coba kalo aku lahir di jaman penjajahan, boro-boro makan kebab, yang ada mah dar-dor-dar-dor melulu. :D

Aku jatuh cinta kali pertama pada kebab ya... kebab Baba Rafi. Berkat Baba Rafi, aku bisa mencicipi makanan khas Turki ini dengan cita rasa lokal dan harga terjangkau. Sekali gigit, aku nggak bisa berhenti memuji kelezatannya. Waktu itu outlet kebab belum menjamur seperti sekarang ini, sehingga dulu aku rela menjelajahi sudut Gresik untuk menemukan outlet kebab Baba Rafi demi menikmati segulung kebab.

Nah kebetulan di acara Pameran Produksi Indonesia 2015 kemarin ada event bagi-bagi 100 kebab Baba Rafi gratis! Wew, daku nggak mau ketinggalan dong. Udah makanan favorit, dapetnya secara cuma-cuma lagi. Bonusnya, aku pun berkesempatan mengikuti live talkshow bersama salah satu owner Kebab Baba Rafi, yakni Nilam Sari.
*

4 Selebgram Cilik Favoritku

4 Selebgram Cilik Favoritku

Sejak berganti hape yang lebih kompatibel, hobi nge-instagramku makin banter. Yalah gitu pake protes kuota cepet habis padahal tau sendiri kuotanya lari ke mana. xD Dan ternyata yang eksis di dunia instagram gak cuma orang dewasa dengan segala daya tariknya. Bocah-bocah cilik pun bisa jadi punya sekian ratus ribu follower. Terlepas dari kontroversi soal mengupload segala kegiatan anak di sosial media, mereka ini sangat menggemaskan. And I love it!

Ini dia bocil-bocil yang berhasil menyedot perhatian publik.

Tentang Culture Shock

Tentang Culture Shock

So melalui postingan ini, aku bermaksud mendeklarasikan bahwa aku telah resmi menjadi anak rumahan.

YEAH THAT SOUNDS NOT GOOD.

Aku sudah bukan anak kos lagi. Aku nggak di Surabaya lagi. huhuhuhuhu. *pukpuk Kebebasanku telah direnggut. T_____T *lebay

Usai lebaran Ibuku sudah mengetok palu hukum untukku agar segera boyong (keluar) dari kos sebelum jatuh tempo pembayaran kos di awal bulan Agustus. Toh kata beliau sudah tidak ada tanggungan akademik lagi. Urusan pemberkasan dan administrasi bisa dilakukan PP Surabaya – Gresik. Kalau pun harus menginap, bisa numpang tidur di rumah temen. Hiks. Okelaaah.

Di rumah, tentu saja aku tidak bisa melakukan hal-hal yang biasa kulakukan di kos. Oleh sebab itulah semenjak di rumah aku mengalami culture shock. Apa itu culture shock?

Kutai 38 Surabaya, Hunian Istimewa di Pusat Kota

Kutai 38 Surabaya, Hunian Istimewa di Pusat Kota

Hola Chocoreaders! Setelah absen sekian minggu, akhirnya Selasa ini bisa post tentang Surabaya lagi hehe. *emang minta ditoyor nih bloggernya xD Well, kali ini aku nggak ngepost tentang wisata ataupun event tertentu. Melainkan review sebuah kost eksklusif di kawasan tengah kota Surabaya.

Ngomongin soal tempat tinggal, kita semua pasti lah yaw menomorsatukan kenyamanan, entah hunian tetap maupun sementara. Secara tempat tinggal adalah tempat untuk mengistirahatkan diri dari segala penat aktivitas sehari-hari. Kalau tempatnya nggak nyaman, yang ada malah nambahin penat dong? :D

Dan kenyamanan tiap orang tentu berbeda-beda. Ada yang suka bertempat tinggal di hunian berpenghuni ramai, mungkin karena suasananya lebih hidup atau karena baginya tempat tinggal yang sunyi terlalu menyeramkan. Ada juga yang suka menetap di hunian yang sepi alias penghuninya tidak berisik karena menyenangkan baginya tinggal secara privat tanpa ada gangguan.

Nah, kos Kutai 38 Surabaya ini cocok buat orang-orang yang memiliki selera terakhir tadi.

Hare Gene Ke Mane Aje

Hare Gene Ke Mane Aje

*btw itu judulnya sekilas gak kayak bahasa planet lain kan? xD

Chocoreaders, kalau kamu jeli sama blogku beberapa waktu lalu pasti nyadar dong kalo aku sempet hiatus selama hampir dua minggu. Sebelum aku posting review Pameran Produk Indonesia itu loooh. Kalo nggak nyadar yaudah, cuma mau ngasih tau kok. :’D Ya ampyun sumpeeeeh, itu rekor hiatus terlama semenjak daku rajin ngeblog! Rasanya sedih bingit belom bisa jadi blogger disiplin. Pedih hati ini, buk. *pegangin dada*

Selama hiatus itu aku sempet kepikiran sih. Seberapa banyak ya sarang laba-labanya? Jangan-jangan ada gelandangan tidur di depannya, lagi. Atau pas ada blogger yang lagi blogwalking ke Cokelat Gosong dan tau belum diupdate, spontan nyanyiin lagunya Rihanna,”Where…have you been…oouwo aiyaaa aiyaaa aiyaa..”

Ngaco.

Jadi gini deh aku ceritain asal mula terjadinya hiatus kali ini karena sedikit ‘istimewa’. :)

Pameran Produk Indonesia 2015, Ajang Apresiasi Karya Anak Bangsa

Pameran Produk Indonesia 2015, Ajang Apresiasi Karya Anak Bangsa

Apa sih yang terlintas dibenakmu tatkala mendengar adanya Pameran Produk Indonesia?

“Ah paling ya gitu-gitu aja.”
“Bosenin.”
“Palingan ya isinya batik-batik doang. Yang dateng juga cuma pejabat dan orang dinas. Harganya mahal pula.”

Dan ciyusss, yang terakhir itu selalu muncul di pikiranku setiap kali tau ada event pameran produk Indonesia whatever lah. Duh duh, judgmental banget ya buk!

Nah untungnya ya—diulangi lagi, untungnya—‘secara tidak sengaja’ aku menghadiri Pameran Produk Indonesia 2015 (yang selanjutnya aku singkat PPI 2015) ini yang berlokasi di Grand City Mall & Exhibition Convex Surabaya. Weleh, kok judulnya nggak sengaja? Iyess, niatannya emang pengen banget ketemu blogger nusantara yang turut hadir memeriahkan acara ini. Kapan lagi bisa ketemu blogger kondang (ato kondangan? xD) macam Mbak Anazkia kalau bukan karena PPI 2015.

Lhadalah nggak taunya, di PPI 2015 ini stereotipku tentang Pameran Produk Indonesia sepenuhnya berubah.
Sexy Red Lips