Kaleidoskop Hilda Ikka (2015)

Kaleidoskop Hilda Ikka (2015)

Huaaaa nggak kerasa udah hampir di penghujung 2015. Kalo udah begini, baru deh inget ama resolusi yang aku buat di awal tahun. Apa kabarnya yhaaa? Padahal dulu kepengen bisa update progress-nya tiap semester. Nyatanya… boro-boro! :v

Emang apa aja sih?

Prewed Story: Belanja Persiapan Lamaran

Prewed Story: Belanja Persiapan Lamaran

Sebenernya aku pengen posting soal tes pre-marital. Cuma karena sampe sekarang nggak sempet konsul hasil lab dan males riset, yaudalah skip. Itu dibahas ntar habis lamaran aja yah muahahaha.

Hmm sudah jadi rahasia umum lah yaw kalo urusan seserahan, calon mempelai wanita bakal jadi ratunya. Minta ini-itu aseeek sekali. *walau kudu disesuaikan ama budget sih* Yah pokoknya cewek mana sih yang gak girang kalo dibelanjain. Apalagi ini cuma sekali seumur hidup. Jadi kudu pinter-pinter dimanfaatin kesempatan ini. :D

Jujur seumur-umur aku nggak pernah tau yang namanya prosesi lamaran itu seperti apa atau bingkisannya apa aja. Ya maklum hidup di rantau jauh dengan sanak saudara lainnya di desa. Apalagi aku nggak pernah gitu lho diajak acara lamaran tetangga ato pun sodara sendiri. Jadi ya buta banget soal persiapan lamaran ini sebenernya.

Susah Senang Dalam Satu Paket

Susah Senang Dalam Satu Paket

Ahahak, bulan ini kayaknya aku bakal lebih sering posting tentang curhatan ye.. Secara mo nulis tentang makanan enak ato pun jalan-jalan, mending disimpen aja buat bekal blog baru. Ciyeeeh ciyeeeh yang mo bikin blog lagi tapi masih galau jadi apa nggak. Mau istikharah dulu, doakan petunjuknya cepat keluar yak! :D *emangnya lotre LOL*

Ide untuk nulis postingan ini bermula dari status update Path milik seorang teman (cowok) SMA yang kini sedang menempuh pendidikan dokter di UIN Syarief Hidayatullah Jakarta ato yang biasa diingkat dengan sebutan UIN Jkt. Berhubung aku menganggap Path merupakan sosmed yang bersifat privat, jadi aku memilih nggak menuliskan statusnya secara gamblang di sini.

Intinya aja, dia tuh flashback ke jaman SMA (nyantri) dan ngerasa hidupnya dulu sewaktu di situ bener-bener menyedihkan. Yang mandi susah lah, kurang gizi lah, nggak higienis lah, hidup di bawah tekanan lah, nggak bisa bebas ke mana-mana dan lain sebagainya. Ditambah kondisi sekarang yang amat sulit memenuhi kebutuhan financial kuliahnya tanpa beasiswa atau bantuan dari pihak mana pun. In the end, he wish he could back to the time when he can choose the right high school near his hometown.

Tentang Berdamai dengan Diri Sendiri

Tentang Berdamai dengan Diri Sendiri

Setiap orang pasti memiliki fase jatuh bangun dalam hidupnya. Untuk orang sepertiku, salah satunya adalah saat mengikuti lomba. Ya, tahun ini aku mulai cukup sering berpartisipasi dalam kontes blog. Baik giveaway kecil-kecilan maupun yang bersponsor gede-gedean. Mulai dari hadiah buku pengembangan diri sampe duit sekian juta. Kalah menang merupakan hal yang lumrah. Namun kadangkala kekalahan membuatku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi. Aku tenggelam dalam lautan luka dalam. Aku tersesat dan tak tau arah jalan pulang.
.
.
.
Kok kayaknya nggak asing, yak? Auk ah, elap.

Prewed Story: Tentang Memiliki Tabungan Bersama

Prewed Story: Tentang Memiliki Tabungan Bersama

Jadi beberapa waktu lalu Kak Icha (www.annisast.com) pernah ngeshare link dari Hipwee yang berjudul “7 Tips Keuangan Buatmu yang Menikah Tanpa Merepotkan Orangtua”. Salah satu garis besarnya adalah nabung bareng pasangan trus dikumpulin dalam satu rekening. Nah rupanya hal ini menimbulkan pro kontra bagi para pembaca, termasuk aku. Kebetulan temanya pas buat topik Prewed Story, so kali ini aku pengen bahas tabungan bersama menurut pandangan pribadi.

Well, menyelenggarakan pernikahan dengan hasil kerja keras sendiri buatku emang suatu hal membanggakan, syukur-syukur bisa meringankan beban orangtua. Namun mengingat biaya untuk melangsungkan pernikahan itu kisarannya hampir sama kayak nguliahin anak di universitas ternama, kadang ya kita nggak sanggup nabung sendirian. That’s why nggak ada salahnya ngajak pasangan untuk nabung bersama. Toh hasilnya juga untuk dinikmati bersama.

Review Gizi Super Cream: Senjata Ampuh untuk Cantik Effortlessly

Review Gizi Super Cream: Senjata Ampuh untuk Cantik Effortlessly

Dari sekian produk skincare yang merajai pasar Indonesia, nama Gizi Super Cream awalnya terdengar asing di telingaku. Kok belum pernah tau… Lhadalah pas aku tanya ibuku, ternyata Gizi Super Cream ini merupakan produk kecantikan yang amat populer pada zamannya loh. Ya pas ibuku masih gadis kinyis-kinyis. xD

Iya nih, saking populernya, ibuku pun nggak ketinggalan ikut pake. So, sewaktu kebagian jatah Gizi Super Cream dari Kawaii Beauty Japan tentu girang banget dong. Langsung deh aku kasih tau ibu kalo sekarang Gizi Super Cream hadir dalam inovasi dan kemasan baru. Oh wow, beliau super excited jadinya!

Ketika Gambar Diambil Orang

Ketika Gambar Diambil Orang

Haduh susah banget yah ternyata bikin judul postingan yang eye catchy sekaligus mengundang kontroversi #lhah . Uyee, ini ceritanya mau sharing pengalaman nggak enak yang baru aja heboh terjadi 2 ato 3 minggu yang lalu *eh, udah basi dong ya? Biarin xD

Dan pertama aku pengen nanya…

Bagaimana perasaanmu ketika gambar di blogmu digunakan oleh orang lain tanpa izin?

Geger?

Senggol bacok?

Ato woles?

Cuek beibeh?

Kalo aku sih biasa aja.

Prewed Story: Rempongnya Beli Cincin Kawin

Prewed Story: Rempongnya Beli Cincin Kawin

Aaak maafkan Prewed Story minggu ini telat (lagi!). Iya nih gara-garanya kena penyakit hiatus. Jadi sekalinya nggak ngedraft sehari, hari berikutnya udah kebawa males. Seolah nyentuh keyboard bikin ketek bisulan, ogah banget gitu pokoknya. Sampe-sampe gagal ikutan giveaway #FAMILYTALKXHIJUP gara-gara deadline-nya nggak keburu HUHUHU. Padahal udah ngiler pocernya, udah punya inceran di Hijup hiks.

Oke, skip.

Nah ada yang tanya gak kenapa topiknya kok ujug-ujug tentang cincin kawin? Padahal minggu lalu masih ngebahas soal social life gitu? *lalu nggak ada yang nanya* #bukanbloggerhitz #bloggerfakirpenggemar

#GayaHilda : The Milky Way!

#GayaHilda : The Milky Way!

Yuhuuu, postingan fashion kembali lagi! Ada yang kangen? *disembur kodok*

Aku juga kangen kok. Kangeeeen banget OOTD-an terus diupload di blog. Tapi semakin lama hasil fotonya makin bikin ngeri. Lah gimana, lama-kelamaan badanku udah kayak kebanyakan baking powder. Alias NGEMBANG! Huhuhuhu. Pas pake outfit berikut ini sebenernya udah keliatan banget lemak nyembul sana-sini. Namun demi pencitraan hasil foto yang bagus, jadi ya untuk sudut pengambilan gambarnya perlu diakal. Jadi jangan bosen ya liat foto-fotonya diambil dari depan semua. Karena sesungguhnya angle dari samping dan belakang itu sungguh membuka aib. LOL

Suspend Driver GO-JEK Besar-Besaran, Kok Bisa?

Suspend Driver GO-JEK Besar-Besaran, Kok Bisa?

Jadi beberapa waktu lalu banyak situs berita online santer memberitakan perihal kasus driver Gojek yang terkena suspend besar-besaran. Setidaknya lebih dari 7.000 driver senusantara tidak dapat menerima order selama beberapa hari. Hal inilah yang memicu demo driver Gojek di beberapa ibukota, Bandung salah satunya. Sampai-sampai Kang Emil harus turun jalan dan menjembatani forum antara driver Gojek dengan pihak perusahaan. *yang harusnya nggak perlu terjadi karena merupakan konflik internal yang harus ditangani sendiri oleh pihak bersangkutan*

Gojek pun memberi konfirmasi melalui akun FB resmi perusahaan berupa surat terbuka oleh sang CEO, Nadim Makariem. Pas kali pertama baca ini, rasanya tuh kayak Jaka Sembung naik Gojek. Gak nyambung jek! Soalnya aku baruuu aja update kronologis-nya kemaren-kemaren sore, jadinya ketinggalan info BUANGET. Aaaarrrgghh!

Prewed Story: Bergaul dengan Keluarga dan Sahabat Pasangan

Prewed Story: Bergaul dengan Keluarga dan Sahabat Pasangan

Di seri sebelumnya kan aku udah ngebahas tentang pedekate sama calon mertua yang emang penting banget. Etapi ada lagi nih pedekate yang nggak kalah krusial. Apalagi kalo bukan lingkaran sosial pasangan! Mulai dari keluarga, kerabat, sahabat sampai teman-teman akrabnya. You know lah, menikah kan nggak cuma menyatukan dua insan melainkan juga keluarga dan latar belakangnya. Kecuali kalo habis nikah tinggal di pulau terpencil, bikin gubuk dan pake BH dari batok kelapa. Lol xD

Ow yeah, buatku bergaul dengan social circle pasangan itu keuntungannya lebih dari ‘dikenal sebagai pasangan’ aja. Dapet banyak teman baru, syukur-syukur bisa networking juga. Terus sodara dan temen-temennya Muffin kan kebanyakan senior ya, jadi enak buat tempat bertanya. Alhamdulillah Muffin dikelilingi orang-orang baik, nyaman banget gabung di social circle-nya. ^^

Sexy Red Lips