Jogja dalam Sehari: Valley Bambu, Alun-Alun Kidul, Taman Sari, Gumuk Pasir, Pantai Parangtritis (2015)

Jogja dalam Sehari: Valley Bambu, Alun-Alun Kidul, Taman Sari, Gumuk Pasir, Pantai Parangtritis (2015)
[SPONSORED POST]

Tepat di tanggal 11 Februari lalu, aku dan Muffin udah 3 tahun menjalin hubungan bersama. Bermula dari pedekate 2 mingguan sampe bermuara ke pelaminan. Ya Allah, kalo flashback gini kadang masih gak percaya aja ketemu jodoh dengan cara unik seperti itu. Wakaka.

Februari tahun ini kami gak bikin perayaan apa pun karena udah resmi diganti ke bulan Mei (bulan pernikahan). Ngomong-ngomong soal perayaan, aku jadi inget kalo punya dokumentasi perayaan anniversary pertama yang belum sempet aku posting di sini karena orangnya pemalas. Gapapa lah ya ceritanya rada basi, better late than never. Itung-itung sambil bandingin bodiku 2 tahun lalu dengan yang sekarang. :v
*

Pada Januari - Februari 2015, aku lagi bermukim di Jogja dalam rangka magang di ADi TV. Kali pertama aku menjalani LDR ama Muffin dan semoga untuk terakhir kalinya deh. 😂 Awalnya sempet sedih karena di anniversary pertama kok ya pas LDR-an. Beruntung Muffin janji bakal mengunjungiku di Jogja nantinya. Lagipula hampir tiap hari kami telpon-telponan dan berharap bulan berganti dengan cepatnya.

Muffin dateng ke Jogja sekitar 2 minggu sebelum hari anniversary. Iya, kami nggak ngerayain pas hari jadi karena aku yang minta dia dateng cepet. Gak sabar pengen ketemu woyyy 😂 Beruntung produserku baik banget, aku dibolehin absen sehari buat hore-hore ama Muffin. Yeayy!

Muffin tiba di Jogja kira-kira Sabtu siang. Setelah istirahat di penginapan, baru dia jemput aku buat nge-date pake motor sewaan. Lalu kami random muter-muter aja sampai menjelang maghrib kami tiba di daerah Kaliurang. Usai melaksanakan salat Mahrib, Muffin mengajakku candle light dinner ala-ala di Valley Bambu.

Valley Bambu
Lokasinya berada di kawasan sentra kuliner Pringwulung, Kaliurang, Jogjakarta. Di Pringwulung ini tersedia beragam tempat makan keluarga dan anak muda. Valley Bambu sendiri areanya lumayan luas dengan konsep lesehan di saung bambu pinggir sungai. Di sungai ini ada jembatan cukup lebar dan terdapat beberapa meja bagi pengunjung yang nggak kepingin lesehan. Kuotanya dikit sih, itu pun per meja cuma untuk 2 orang.

Kami berkunjung ke Valley Bambu di waktu yang kurang tepat karena lagi ada yang berpesta ulang tahun di situ. Iye pestanya anak abegeh jadinya rame dan musiknya berisik. Buyar deh ekspektasi candle light dinner romantis ala-ala berdua. :v


Nggak banyak menu yang ditawarkan Valley Bambu. Yang aku inget kami berdua pesen steak yang nggak lebih enak dari Steak & Shake. Minumannya pun standar sih. Yeah sepadan kok ama harganya yang di kisaran 20 - 30 ribuan (waktu itu).

Aku nggak motret banyak karena tempatnya bener-bener minim cahaya dan jaman itu masih pake Xiaomi Mi 3 yang kameranya kurang mumpuni. Well, keknya aku gak bakal balik ke sini karena nggak ada sesuatu yang menarik untuk membuatku berkunjung kembali. 😀

Alun - Alun Kidul
Esok paginya, kami ke alun-alun buat jajan jalan-jalan sehat. Wuoh rame bener, namanya juga hari Minggu. Ibu-ibu dan bapak-bapak pada senam penuh semangat mengikuti panduan instruktur. Sementara aku... malah jajan cilok. 😂 Serius aku suka ciloknya (yang cuma terbuat dari tepung kanji dengan bumbu saus kacang), mengingatkan aku ama jajanan jaman SD. Sekarang udah gak pernah nemu cilok beginian di Surabaya/Gresik, sedih euy.

Aku pernah kurus lho gengs :(
Gak cukup dengan cilok, kami berdua pun sarapan lontong sayur di salah satu sisi alun-alun. Dan sebenernya aku pengen nyoba mitos jalan dengan mata ditutup di antara 2 beringin alun-alun ituh.. Sayang semalem abis ujan jadi tanahnya becek. 😢

Taman Sari
Karena lokasinya nggak jauh dari Alun-Alun Kidul, setelah sarapan kami langsung capcuss. Sebelumnya aku sempet cerewet nanyain Muffin, Taman Sari itu tempat apa? Bagusnya apa sih? Blah blah blah.

Ternyata emang bagus sih gengs.


Setiap sudut Taman Sari menyimpan cerita dan sejarah yang menarik. Ada baiknya nyewa guide biar lebih detil. Kalo mau murah, minta gabung sama rombongan lain. :v Waktu itu masih 50 ribuan deh tarifnya. Kami berdua nggak pake guide karena enggak bisa berlama-lama di situ. List kunjungan masih banyak! Trus aku sama sekali nggak menduga kalo area wisata Taman Sari tuh luas bangetz pake z!

Pertama, ada kolam pemandian raja dan para selirnya di jaman dahulu. Sekarang ya cuma kolam biasa. Nah di jalan sebelum setapak menuju kolam ini ada pohon apaaa gitu lupa aku namanya. Konon, buah dari pohon ini berfungsi sebagai ramuan penghilang bau badan!

Tuh pohonnya yang berjajar di pinggir jalan setapak
Di salah satu sisi kolam berdiri sebuah menara yang menjadi tempat sang raja memandangi para selirnya. Trus raja akan memilih salah satu selirnya untuk mandi bersama di kolam khusus belakang menara. Untuk naik ke menara ini antrenya panjang bener, begitu sampe atas kecewa berat karena banyak coretan-coretan alay di dindingnya! Hih! Sebel banget sama orang-orang yang ngerusak cagar budaya kek gini. 😠😡

Dalem menara penuh coretan :(

Lalu di sisi lain ada ruangan luas dengan sekat-sekat di dalamnya. Rupanya ini ruang ganti para selir sehabis mandi. Bisa jadi ruang ganti para penari yang menghibur raja juga sih.

Betewe, lain kali kalo aku ke sini lagi ama Muffin bakal sewa guide ah. Syedih gak ada yang motoin kami berdua. :(


Kedua, ada bekas masjid bawah tanah yang dulunya dikelilingi dengan parit/sungai. Wuoh gak bayangin kalo mau salat kudu becek-becekan. Dari kolam pemandian kudu berjalan kaki rada jauh untuk mencapai ke sana. Jalur masuk ke masjidnya pun berliku; naik-turun tangga dan melewati lorong-lorong besar. And yeah, ada aja orang ngamen di lorong bawah tanah. -__-

Kudu sabar buat nunggu spot ini sepi :D
Meski berada di bawah tanah, tapi suasananya adem dan sejuk bener. Spot yang menarik banyak wisatawan tuh pundak berundak dengan 5 tangga di sisinya. Kami berdiri dempet dengan rombongan yang nyewa guide untuk mencuri dengar kisah sejarahnya. *gak modal amat sis* 😹 Rupanya jumlah tangga ini mencerminkan 5 rukun Islam dan 1 tangga yang mengarah ke atas ini melambangkan hubungan insan kepada Allah Sang Pencipta.

Terakhir, kami lanjut ke reruntuhan gedung/kastil yang jadi spot favorit Muffin. Dia suka ngeliatin pemandangan Kota Jogja dari sini. Yaaah kalo aku sih suka karena bagus untuk dipoto-poto #eaaak.
Pemandangan favorit Muffin (?)

Gumuk Pasir Parangkusumo
Berikutnya, kami bertolak ke padang pasir khas Jogjakarta. Jangan bayangin pasir khas gurun-gurun di Arab Saudi. Yang jelas ini pasir hitam sumbangan dari hasil kegiatan vulkaniknya Gunung Merapi. 😁

Lokasi Gumuk Pasir ini searah dengan Pantai Parangtritis, jadi enak bisa sekalian. Trus di sana juga tersedia aneka properti foto sampai papan luncur untuk hepi-hepi. *gatau deh bayar berapa* Berhubung di situ baru kena hujan, pasirnya rada basah jadi gak asik buat seluncuran. :(

Aku kecil bingit
Seru-seruan foto levitasi

Pantai Parangtritis
Akhirnyaaaa... tujuan terakhir jalan-jalan kami. Karena hari mulai beranjak senja, kami gak bisa lama-lama. Boro-boro mau nyoba naik kuda/kendaraan kayak traktor (?), makan aja gak sempet. :( Yaudah aku main air ajah. 😁


Setelah itu kami pun pulang dan ngisi perut di Bakmi Jogja depan kosan-ku.

Emang deh, gak ada obat dan vitamin paling mujarab untuk pasangan LDR kecuali pertemuan dan telpon-telponan. Makanya aku punya kabar gembira buat kamu yang pasangan LDR. Apa itu?

Sekarang, tiket kereta api dan pulsa murah bisa dibeli lewat Tokopedia loh! Makin praktis dengan aplikasi Tokopedia di smartphone kamu. Kenapa di Tokopedia? Karena lebih simple dan banyak promonya. 😆


Langkah-langkah pemesanan tiket kereta api di Tokopedia:

  • Login akun Tokopedia
  • Cari tiket, masukkan kota asal dan kota tujuan lalu pilih tiket yang dimaksud.
  • Isi data penumpang. Selain itu kita juga bisa pilih kursi.
  • Pembayaran. Kita cuma punya waktu maksimal 10 menit untuk menyelesaikan pembayaran sebelum orderan hangus. Metode pembayaran yang tersedia antara lain: Saldo Tokopedia, BCA KlikPay, KlikBCA, Mandiri clickpay, Mandiri e-Cash, BRI e-Pay, BRI Virtual Account (BRIVA), kartu kredit, Alfamart, 7-Eleven, dan Pos Indonesia.
  • Selesai. Usai pembayaran, kita akan mendapatkan kode booking KAI dan order ID untuk mencetak tiket di stasiun.



Langkah-langkah membeli pulsa di Tokopedia:
  • Login akun Tokopedia.
  • Ketik nomor telepon yang akan diisi pulsa. Atau bisa langsung di-sync dari kontak di smartphone kita tanpa perlu repot-repot mengetik.
  • Lakukan pembayaran dengan salah satu metode berikut: Saldo Tokopedia, BCA KlikPay, KlikBCA, Mandiri clickpay, Mandiri e-Cash, BRI e-Pay, BRI Virtual Account (BRIVA), kartu kredit, Alfamart, Indomaret, 7-Eleven, dan Pos Indonesia.
Untuk pulsa, menurutku paling praktis dengan mengisi saldo Tokopedia. Bahkan bisa jadi lahan bisnis jual pulsa ke temen sendiri. Apalagi makin gede nominalnya makin murah. WOW.

Sekarang udah tau kan untuk pesen tiket kereta api dan beli pulsa enaknya di mana? Ya di TO-KO-PE-DI-A! *ucapkan dengan nada di iklan TV*


Tetep semangat untuk para pejuang LDR💑
-Hilda Ikka-

4 comments

  1. kalo ke gumuk pasir emang paling pas ya musim panas, feel gurunnya lebih berasa :D

    ReplyDelete
  2. Noted. Aku pelanggan setia tokopedia dan emang pengen bgt liburan ke jogja.

    ReplyDelete
  3. Gumuk pasir, LDR, jadi ingat, sesuatu :(

    ReplyDelete
  4. ayeyyy sebelum Rangga dan Cinta kesana nih

    ReplyDelete

Terima kasih banyak sudah mau berkunjung dan membaca, terlebih turut meninggalkan komentar. ^o^ Mohon berkomentar secara sopan dan plisss jangan tinggalkan link hidup dan pasti langsung aku hapus. Okey? ;)

Sekali lagi terima kasih pembaca-pembaca setiaku. Tanpa kalian, apalah arti aku dan tulisanku ini. Semoga menginspirasi. :))

Sexy Red Lips