Merelakanmu Pergi

Merelakanmu Pergi

Sore itu aku sedang bertolak ke Taman Bungkul untuk ikut meramaikan program Bagi-Bagi Takjil bersama KEB Surabaya. Sewaktu memarkir sepeda motor di salah satu sisi taman, aku mendengar suara getaran hape dari dalam tas. Buru-buru aku cek.

Pertama, ada miscall Line berkali-kali dari Bogel, teman jaman kuliah di ABE.
Kedua, sebuah pesan masuk Whatsapp dari Ita, temen kuliah di ABE juga. Isinya,

"Ka, udah tau Zilla meninggal?"

Review: LT Pro Translucent Powder (Ivory)

Review: LT Pro Translucent Powder (Ivory)

Memilih bedak sesuai jenis kulit itu penting banget ya, gengs. Dulu aku sempat tersesat di belantara bedak padat yang nggak dianjurkan untuk kulit wajah berminyak. Bertahun-tahun aku hidup dengan riasan cakey dan bertanya-tanya ini kenapa? Huhu. Padahal jawabannya mah simpel: salah pilih bedak!

Seiring berjalannya waktu, aku mulai teredukasi dengan baik *cailah bahasanya* berkat sering blogwalking ke blog beauty. Setelah sebelumnya menggunakan bedak Wardah Two Way Cake, aku pun beralih menggunakan bedak tabur.

Jujur awalnya aku tuh skeptis ama bedak tabur. Ah pasti nggak bertahan lama. Trus bakalan boros karena serbuknya bisa berhamburan ke mana-mana. Endebrei endebrei.

Budaya Plagiat dan Pencurian Konten di Indonesia

Budaya Plagiat dan Pencurian Konten di Indonesia

Beberapa waktu lalu, aku dibuat takjub dengan status Facebook seorang remaja perempuan yang menurutku mind blowing banget. Yang tak lain dan tak bukan adalah Afi Nihaya, yang mempopulerkan status Facebook ke-bhinneka-an berjudul 'Warisan'.

Tapi itu nggak berlangsung lama. Sejak awal Juni, berhembus kabar nggak enak bahwasanya status 'Warisan' dan beberapa status Facebook Afi lainnya merupakan hasil copas. Yep, copy paste.

Jauh di dasar hati ya aku akui kecewa. Ya mungkin Afi nggak tau kalo perbuatannya adalah plagiasi dan itu nggak baik. Yaudahlah namanya juga anak muda, pernah khilaf. Tapi yang paling membuatku kecewa adalah cara Afi bersikap defensif. Lewat status pengakuannya, ia menulis:

Azalea Hijab Dating: Launching Event dan Review Azalea Shampoo + Hijab Mist

Azalea Hijab Dating: Launching Event dan Review Azalea Shampoo + Hijab Mist

"Mbak Ikka, kalo boleh tau, kira-kira sudah berapa lama ya berhijab?"

Lama banget! *buatku lho ya haha

Kira-kira sejak tahun 2007, sesaat sebelum lanjut ke jenjang pendidikan SMP. Karena selama SMP dan SMA tinggal di pesantren, yaudah nggak pernah copot hijab lagi tiap ke luar rumah sampe saat ini. Kalo dihitung, berarti sudah 10 tahun ya aku berhijab. 😁

Selama itu pula, udah banyak problem rambut yang aku lalui (bahkan sampe sekarang). Di antaranya yaitu rambut lepek, bau, kusam, rontok, hingga ketombean. Waktu itu belum booming shampoo untuk rambut berhijab ya. Baru di tahun 2010-an, beberapa brand shampoo mengeluarkan lini produk yang menyasar segmen perempuan berhijab.

Platter - Rungkut Madya (Surabaya)

Platter - Rungkut Madya (Surabaya)

Seiring berjalannya waktu, bisnis kuliner kian marak dan ketat. Salah satu tren bisnis kuliner yang aku rasakan dalam 2 tahun belakangan ini adalah banyak bermunculan tempat makan fancy dengan harga terjangkau. Fancy dalam artian ya konsep restonya lumayan modern dan menunya disesuaikan dengan minat konsumen terkini. Salah satunya yang pernah aku review yaitu Moru-Moru.

Baca: Nongkrong di Kedai Unyu - Moru Moru (Nginden)

Nggak cuma itu, terkadang menu makanan bisnis kuliner 'terjangkau' ini merupakan versi murah dari menu-menu yang biasa tersedia di resto mahal. Contoh, menu hotplate rice-nya Pepper Lunch. Bagi kamu yang demen ama Pepper Lunch pasti tau deh kalo harganya cukup mencekik rakyat jelata. Sekitar 75 ribu ke atas per porsinya. Kalo mau makan versi murahnya, kita bisa berkunjung ke Platter.
Sexy Red Lips