Rela Berpanas-Panasan di Festival Layang-Layang Internasional Surabaya 2017

Rela Berpanas-Panasan di Festival Layang-Layang Internasional Surabaya 2017

"Kuambil buluh sebatang, kupotong sama panjang, kuraut dan kutimbang dengan benang, kujadikan layang-layang."

Siapa dulu sewaktu kanak-kanak suka main layang-layang? Kalo aku mah bisanya ngeliatin doang. Udah nyoba nerbangin layang-layang beberapa kali selalu gagal, jadi aku capek. 😂

Eh, bocah-bocah jaman sekarang masih pada suka main layangan gak sih? Kalo di perkotaan besar macam Surabaya sih aku nggak pernah lihat deh. Yah gimana, eksistensi tanah lapang udah berkurang drastis dan tiang-tiang listrik berdiri di sepanjang jalan. Repot juga kalo maksain main layangan trus nyangkut di lilitan kabelnya. :3

Nah, hari Sabtu - Minggu lalu tepatnya 19 - 20 Agustus 2017, Festival Layang-Layang Internasional Surabaya kembali digelar.

Festival yang diselenggarakan tiap setahun sekali di musim kemarau ini merupakan ke-20 kalinya. Berlokasi di Long Beach Pakuwon City, warga datang berduyun-duyun untuk menyaksikan aneka kreasi layangan yang unik.


Nggak cuma menonton dan berfoto ria, kita juga boleh lho menerbangkan layang-layang sendiri. Kalo nggak punya layangan, bisa beli di pedagang layang-layang yang berjajar di sepanjang jalan menuju lapangan. Kalo nggak salah denger sih harganya sekitar 35 ribu rupiah.

Aku sih dateng dengan niat hunting foto doang. 😂

Layang-layang dijual

Festival Layang-Layang Internasional dibuka sejak pukul 10 pagi hingga pukul 4 sore. Hari pertama merupakan kontes bagi layang-layang 2D dan hari berikutnya layang-layang 3D. Selain itu pengunjung juga dihibur oleh beragam atraksi kesenian layang-layang.

Berhubung judulnya internasional, maka partisipannya juga berasal dari mancanegara. Kebanyakan sih dari klub layang-layang yang gemar mengikuti festival semacam ini.

Susahnya menerbangkan layang-layang



Karena cuacanya yang panas dan hawanya segersang gurun sahara, pengunjung disarankan untuk berpakaian tertutup, mengenakan topi + kacamata, mengoleskan sunblock, dan bila perlu bawa payung. Jangan takut diledek sok cantik, kenyataannya kesemua atribut itu berguna di lapangan. 😃

Ini dia OOTD-ku, sengaja nggak pake warna gelap biar nggak kepanasan. Trus outfitnya yang berbahan nyaman dan modelnya luwes untuk bergerak ke sana kemari. Untung aku mengurungkan niat pake rok, soalnya ntar bakalan berkibar kena angin di sini. 😂


Kesalahanku cuma satu, pake sandal ber-heels! Ya ampun kirain tanah lapangannya rata, rupanya banyak sekali batu! Yakali tanah lapang seluas ini disamain dengan lapangan sepak bola di kampung. 😂 Nasib, aku hampir jatuh berkali-kali gara-gara keplecuk alias keselip.

Aku nyampe di lokasi sekitar pukul 10 di hari kedua. Waktu itu belum banyak layang-layang 3D yang mengudara dan pengunjung belum sepenuhnya membludak. Aku dan Muffin foto-foto seadanya aja sampe capek, trus melipir ke tenda yang berjejer di sisi lapangan.

Di tenda ini ada beberapa penjual makanan dan minuman. Aku beli segelas es milo cincau seharga 10 ribu. Mahal? Ya wajar deh kalo di momen-momen kayak gini. Di belakang tenda, ada toilet yang disediakan oleh dinas kebersihan Kota Surabaya. Jadi kalo ingin buang air besar/kecil nggak perlu bingung.

Harmoni

Sekitar pukul 11 aku udah mulai bosen, jadinya aku dan Muffin cabut untuk makan siang dan shalat. Trus sekitar pukul setengah 3 balik lagi.

Oya, ada atraksi keren 'layang-layang menari'. Maksudnya, layang-layang ini digerakkan sesuai irama lagu yang diputar dan keliatan seolah-olah sedang berjoget. Seru liatnya, sayang karena keasyikan nonton jadi nggak aku rekam. :v


Well, nggak semua layang-layang 3D dapat bertahan lama di udara. Di awal kedatanganku, panitia masih berupaya menerbangkan hiu raksasa. Tapi pas aku balik lagi kok nggak ada. Pokoknya ada deh yang awalnya aku lihat trus sorenya udah nggak eksis.

Layang-layang ini selain dilombakan berdasarkan desain, juga diadu layangan mana yang bertahan paling lama di udara. Entah layangan apa yang menang, aku nggak tau. Soalnya sebelum pukul 4 sore aku udah pulang. Gak betah karena makin sore pengunjung makin membludak. Sesak mata (( SESAK MATA )) liatnya.

Festival Layang-Layang Internasional ini tidak membebankan tiket masuk. Cuma biaya parkir untuk sepeda motor senilai 2 ribu rupiah. Untuk mobil aku nggak tau kena berapa.

Secara keseluruhan, aku lega akhirnya keturutan juga main ke mari. Iyes, ini kali pertama aku menyaksikan festival layang-layang. Berikutnya aku mau dateng ke hari pertama ah, keliatannya lebih seru berkat rangkaian acara seremonial.

Yuk tahun depan ke Surabaya, nanti aku temenin kalo mau main-main ke Festival Layang-Layang!

Much fun,
-Hilda Ikka-

11 comments

  1. Tahun lalu aku sempat nonton. Panasnya luar biasa euy

    ReplyDelete
  2. Aku jg bakal rela berpanas2an, demi lihat ini, smoga kalau ada lg aku bs dtg ke festivalnya, aku udh bayangin yg bagian layangan menari itu mbk, kayaknya seruuu, :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sederhana tapi bikin hepi deh liat layang-layang ituu

      Delete
  3. 2 tahun lalu pernah nonton. Panas e poool. Sekarang bungsuku tak ajak ke sini udah nggak mau. Krn panas

    ReplyDelete
  4. Keren ya. Tapi berasa panasnya ituu
    Ya cuacanya cocok buat layang2 ^^
    Gratis acaranya ��
    Cakep layang2 berjejer

    ReplyDelete
  5. layangan 3D nya bagus-bagus.. sayang banget aku kemaren gagal lihat karna anak tumbuh gigi dan rewel. semoga tahun depan bisa lihat

    ReplyDelete
  6. Kereen! Itu kayaknya tapi panas banget ya mbak hahaha

    ReplyDelete
  7. Aku jadi kangen nomton festival layang2 dipangandaran, terakhir nonton udh lama bgt thn 2005, dan besokk ny terjadi tragedi tsunami. Layang2ny keren2 mbak

    ReplyDelete
  8. ���� sedih banget aku nggak bsa ikut

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Tinggalkan komentar yang baik dan sopan ya. Maaf untuk link hidup akan otomatis terhapus. :)

I love to read all comments from you all, but sorry if I can't answer all. :)

Sexy Red Lips