Pengalaman Kursus di EF English Center for Adults

Pengalaman Kursus di EF English Center for Adults

Ngomong-ngomong soal kursus, seumur-umur aku tuh nggak pernah ikutan kursus mata pelajaran apa pun. Karena sewaktu SD daya serap ilmuku lumayan, jadi orang tuaku nggak merasa perlu ngedaftarin aku ke lembaga kursus mana pun. Sementara SMP - SMA aku tinggal di pesantren, ya kalo ada kesulitan belajar tinggal minta diajarin kakak kelas ato temen sendiri. Enak toh, the perks of being santri! :v

Kesempatan untuk merasakan kursus di EF for Adults ini datang tahun lalu (2016). Semuanya bermula dari perayaan 1st Anniversary EF Center di SUTOS (Surabaya) dan manajemen EF ini mengundang rekan-rekan media serta blogger. Sebenernya sih yang dapet undangan itu Mbak Prima, tapi berhubung dirinya lagi S2 di Jogja jadi ya berhalangan hadir.

Mbak Prima nawarin aku buat gantiin dia. Mumpung jadwal lagi kosong melompong, aku iyain deh. Walau clueless bakal kayak apa ntar acaranya. Eh ternyata ya semacam syukuran dan EF for Adults ini butuh publikasi yang lebih luas gitu.

Baca: EF English Center for Adults 1st Anniversary Party

Lewat acara itulah kami para blogger dan awak media mendapat kesempatan mencicipi kursus gratis di EF selama 2 bulan!

Apa bedanya EF for Adults dengan EF biasa?

Kalo berdasar pengalaman dan pengamatanku sih, hal-hal mendasar yang membedakan antara EF for Adults dengan EF pada umumnya antara lain:

1. EF for Adults diperuntukkan bagi orang dewasa, pekerja, atau profesionalis yang kesulitan membagi waktu untuk kursus. Di sini, kursus nggak harus selalu tatap muka. Karena EF punya iLab, yaitu web yang berisikan materi untuk dipelajari dan diselesaikan setiap level, kuis, jaringan pertemanan internasional, endebrei endebrei.

2. Materi belajar di EF for Adults disesuaikan dengan topik orang 18+. Maksudnya ya lebih banyak ngomongin soal kehidupan sosial, bisnis, life plan, dan hal-hal semacam itu. Beda kan ya dengan materi anak sekolah yang mungkin cuma membahas hobi, lingkungan sekolah, hubungan dengan teman/keluarga, bla bla bla.

Taken from EF WA group

3. Desain interior EF Center dibuat senyaman dan se-homey mungkin sehingga para student bisa kursus sekalian refreshing. Lha ini EF Center-nya malah ada di Surabaya Town Square (SUTOS), abis kursus bisa sekalian melipir cantik buat nongkrong ato makan-makan fancy. 😁

Psst, kalo nggak salah denger, center EF Adults paling bagus ya di SUTOS ini. Space-nya cukup luas dan venue-nya nggak terlalu rame. Kecuali pas ada konser ato event tertentu di hall-nya.

*langsung keinget jaman ada konser JKT48, berisiknya subhanallah*

Ada Apa Aja di EF Center?

EF Center menggunakan automatic door yang menurutku cukup eksklusif untuk level lembaga kursus. 😂

Di bagian front desk, ada tim student service dan marketing yang berjaga. Setiap ada pertanyaan, ajukan di sini. Di bagian ini pula student wajib mengambil kartu sesuai kelas yang diambil. Nanti sewaktu masuk kelas, kartu tersebut dikumpulkan ke tutornya. Semacam self check lah.

*tapi sekarang self check udah pake aplikasi

Taken from EF WA group

Ruang kelasnya ada bermacam-macam ukuran. Yang ukurannya paling kecil, letaknya di sebelah pintu masuk. Berjajar kayak wartel (anak 90'an pasti bisa membayangkan 😂) gitu, kira-kira 3 jumlahnya. Ini tuh semacam privat space sih, biasanya digunakan untuk placement test. Ato kalo lagi nggak dipakai, student boleh memakainya untuk kepentingan pribadi seperti mengerjakan tugas/iLab. Kapasitasnya untuk 4 - 5 orang.

Aku lupa motret ruangannya, pokoknya di belakang meja ini
Keliatan kan itu yang ada kursinya? hehe

Berikutnya ruang kelas yang berukuran medium, digunakan untuk kelas berjenis face to face dan workshop. Berkapasitas 8 orang, termasuk tutor. Ruangan ini dilengkapi peralatan audio visual. Canggih deh soalnya ada semacam layar LCD yang touch-screen.

Kemudian kelas yang ukurannya paling gede berkapasitas 20 orang lebih. Fasilitasnya sama seperti ruang sebelumnya. Ruang ini biasa digunakan untuk kelas life club, EE (kelas tambahan), dan movie night.

Di luar ruangan, ada banyak sofa dan set meja kursi yang dapat dimanfaatkan oleh student untuk bercengkerama dengan student lainnya. EF center merupakan zona berbahasa Inggris, jadi sesama student harus berkomunikasi dalam bahasa Inggris agar terbiasa.

Sementara itu di sudut belakang center ada lounge yang dilengkapi dengan semacam pantry. Student bisa membuat kopi, teh, atau sekadar minum air putih di sini. Disediakan gelas, dispenser, gula, aneka teh celup bahkan coffee brewer. Kalo mau ngangetin makanan juga bisa, ada microwave loh.


Disediakan pula area outdoor bagi yang ingin merokok.

Di lounge ini pun kita bisa membaca beragam majalah atau sekedar bermain board game.

Oiya satu lagi, di tengah-tengah center itu ada semacam papan bertingkat (aduh gimana ya mendeskripsikannya 😂) yang jadi landmark-nya EF. Langsung liat aja deh gambar di bawah.

Nah itu selalu dihias tiap ada momen tertentu. Seperti momen EF anniversary, Agustusan, halloween, dan sebagainya.

Enaknya jadi student di EF for Adults, kita bisa nongkrong hemat. Kita bisa dateng ke center kapan pun kita mau. Tinggal bawa makanan sendiri dan kita bisa wifian sepuasnya. Kalo pengen ngerjain iLab tapi gak bawa/punya tablet, kita bisa meminjam di bagian front desk.


Placement Test

Setiap new student wajib mengikuti serangkaian tes untuk penempatan level. Tesnya terdiri dari tes tulis, listening, dan speaking. Durasinya nggak lama kok, lumayan informal dan bertempat di bilik yang kayak wartel itu loh. Tesnya sendiri paperless, menggunakan phone tablet yang biasa dipinjam oleh student untuk mengerjakan tugas iLab di center.

Pas bagian speaking ini sumpah aku ngerasa maluuuu soalnya gagap banget gak bisa ngerangkai kalimat! Padahal pertanyaannya simpel aja seperti diminta bercerita hari itu abis ngapain aja, apa pekerjaan kita, hal apa yang kita sukai, things like that. Tapi yah namanya juga terakhir bersentuhan dengan inggrisan jaman SMA, udah nguap memorinya LOL.

Hasil placement test langsung keluar pada saat itu juga. Aku masuk level 7 intermediate. Nyaris banget soalnya berbatasan dengan level elementary. Ya ampun malu-maluin almamater SMA deh kalo masuk level elementary huaaaa. 😂

Setelah itu langsung mengurus administrasi yang nantinya kita bakal dikasih password untuk mengakses iLab. Kita juga dapat EF starter box yang berisikan buku tulis, buku grammar, pulpen, sampe headset!


Metode Belajar

Tadi udah aku sebutin kalo student dapat memperoleh materi dan mempelajarinya lewat iLab. Tapi enggak semata-mata, karena untuk naik level diwajibkan mengambil kelas face to face, workshop, dan life club. Nah kalo misal ada student pekerja yang sulit menyempatkan diri ke center? Well, dia bisa ambil kelas-kelas itu tadi di iLab.

Salah satu assignment/task di iLab

Iya, di iLab pun kita bisa ambil kelas face to face (workshop juga gak ya.. aku lupa). Nanti booking jadwal dan pengajarnya pun worldwide (alias orang asing). Aku pernah nyoba face to face dan group class, enak kok. Selama headset dan microphone yang kita gunakan berfungsi dengan baik. Jadi pastikan punya headset + microphone yang bener, bukan yang abal-abal. 😂

Bentar bentar, dari tadi ngomongin kelas tapi belom aku jelasin perbedaannya. Jadi begini:

Face to Face: kuota maksimal 7 orang dari level yang sama, biasanya membahas materi yang ada di iLab.

Bersama Mr. James
Workshop: kuota maksimal 7 orang dari level yang sama, topiknya hal-hal yang berkaitan dengan dunia karir, kehidupan sosial, dan semacamnya.

Life Club: kuota maksimal 20 orang lintas level. Di sini targetnya melatih komunikasi dalam berbahasa Inggris. Ntar ada suatu topik masalah yang harus dipecahkan, dan student harus berdiskusi secara berkelompok untuk memberikan solusi. Bagi kelompok dengan solusi/presentasi terbaik, bakal dapet poin untuk EF Racing Point.


EF Racing Point ini gunanya untuk memotivasi biar student makin semangat. Poinnya didapat melalui Life Club dan EE. EE tuh kelas ekstra yang tersedia tiap hari, sore dan malam. Kelas ini sifatnya nggak wajib, cuma lumayan kan buat nambah ilmu pengetahuan.


Nah, poin EF Racing Point tadi di akhir periode bisa ditukar dengan, pulpen, tas, pouch, atau bahkan free kursus 1 bulan! Tergantung seberapa banyak poin yang didapat.

Oiya, EF memberikan kesempatan student buat bikin presentasi setiap bulannya melalui EE. Ajang ini dimaksudkan agar student bisa melatih public speaking dalam bahasa Inggris. Topiknya terserah student dan harus booking giliran dari jauh-jauh hari.

Taken from EF WA group
Life Club juga, tiap sebulan sekali ada kegiatan seru alias nggak diskusi mulu. Kadang cooking class, kadang juga city tour. Pas aku kursus, life clubnya buka bersama dan bulan berikutnya bikin risotto.


Last but not least, setiap kelar kelas, kita dikasih PR lho. Nggak susah kok, cuma untuk mengingat kembali apa yang udah dipelajari di kelas. Aku malah gak pernah ngumpulin, soalnya ngapain toh cuma 2 bulan kan kursusnya. 😂

Staff Pengajar

Sewaktu aku kursus di situ, ada 3 pengajar lokal dan 2 native speaker. Semuanya enak kok cara ngajarnya. Malah lebih enak yang lokal karena lebih santai dan sabar. Kecuali Mr. Wawan yang rada gimanaaaa gitu aku takut wkwkwk.

Mr. Stewart, Aku, Mr. Nathan, Ms. Ida

Eh yang native aku paling cocok ama si Mr. James sih, lainnya so-so. Mr. Stewart rada kaku dan gatau kenapa cuma sama orang itu aku kagok dan sering misheard! Kesel dan malu-maluin gak sih. 😂 Trus ada Mr. Nathan yang ngajar bentar abis itu resign.

Eh beberapa bulan setelah aku out dari EF, native speaker-nya resign semua LOL.

Well, kalo pas pengajarnya para native speaker ini, jangan sampe dateng telat. Aku seriiiing banget dateng last minutes dan sesekali telat langsung deh disindir. Apalagi Mr. James, he used to make fun of me huhuhu. Mr. Stewart nyindirnya sarkas abis, tujes tujes rasanya. Walau begitu, they're the best! Sayang banget sih kok kudu resign. Adults are complicated. :(

Jadi yah begitu deh yang bisa aku bagi dari kursus di EF selama 2 bulan. Seru dan enak sih (karena gak bayar ya MHUAHAHAHA). Aku yang tadinya gagap bahasa Inggris langsung mayan casciscus. Denger percakapan bahasa Inggris udah cepet nyambung. Bahkan beberapa bulan setelahnya, pas latihan tes TOEFL di kampus, skor-ku 510. Bok, padahal dulu pas SMA cuma 460.

Sumpah deh, 2 bulan yang sungguh mujarab.

Etapi itu 2 bulan aku lumayan rajin ke center loh. Ngebut ngerjain iLab jadi bisa naik tingkat tiap bulan.

Denger-denger sih biayanya emang mahal (banget omaygad). Dia itu sistemnya bayar di muka tapi bisa pake kartu kredit kalo ga salah. Untuk 12 bulan harganya mencapai 10 juta. Bisa kurang kalo daftarnya pas promo. Tapi ya emang sebanding ama kualitas dan fasilitas yang ditawarkan sih.

Aku dan temen-temen kursus

Menurutku, kursus di EF malah lebih mantap dibandingkan di kampung Inggris. Soalnya pas kursus di EF kita jadi punya circle yang asyik buat komunikasi berbahasa Inggris. Bisa tatap muka tiap hari. Gak perlu nyempetin diri untuk menginap selama kurun waktu tertentu.

Terbukti juga kalo di aku, meski cuma kursus sebentar, tapi efeknya luar biasa. Ilmunya nyantol dan nggak gampang ilang, selama dijaga juga sih. Aku palingan ya memelihara kepekaan bahasa Inggris dengan dengerin lagu barat dan nonton film barat pake subtitle Inggris.

Bonusnya, di EF kita bisa kenalan dengan student dari belahan dunia lain melalui iLab. Iyah di iLab ada kayak semacam jejaring sosialnya gitu. Lumayan kan sapa tau bisa dapet jodoh *eyaaaaak*.

Yaudah segini aja dulu. Kalo ada yang mau nambahin ato tanya, tulis di kolom komentar ya. Biar bisa jadi bahan tulisan di PART 2. Tengkyu~

Much love,
-Hilda Ikka-

11 comments

  1. ooh kok asik ya, aku 2 tahun ini ambil EF for business

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di EF Adults juga ada jurusan itu (( JURUSAN ))
      Masa beda sih? Kirain bakal sama 😄

      Delete
  2. Jadi pengen kursus lagi. Yang kursus kemarin sudah lupa materinya. :'D

    ReplyDelete
  3. Asyik ya ada kursus bahasa inggris untuk dewasa? Jadi bisa tambah ilmu nih. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, bisa nyoba kelas gratisnya pula!

      Delete
  4. Di Malang juga ada EF sih, rencana pingin ngambil kursus Toefl atau IELTS tapi gak tau ada gak program itu :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harusnya ada sih Mbak, soalnya setauku lengkap

      Delete
  5. Aku pernah ngerasain kursus di ef. Hasil tes pertamaku aku masuk elementary bareng anak smp 😅 tapi seru dan bikin kangen

    ReplyDelete
  6. Menueutku ef msh yg terbaik lah :D. Fasilitasnya jg canggih2 bok :p. Wajar mahal, apalagi pengajarnya bbrp native speaker.. Tp sbnrnya, mau sehebat apapun tempatnya, kalo muridnya sendiri masih malu cas cis cus, ttp susah utk improve bahasa inggrisnya. Kuncinya itu kok, banyak ngomong dan berani :)

    ReplyDelete
  7. apakah Mr. Stewart ada getaran - getaran terhadap kamu ka, jadinya kaku tapi dalam hatinya dia lembut *halah* *dijiwit*

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Tinggalkan komentar yang baik dan sopan ya. Maaf untuk link hidup akan otomatis terhapus. :)

I love to read all comments from you all, but sorry if I can't answer all. :)

Sexy Red Lips