Viva Factory Visit: Kenal Lebih Dekat dengan Viva Cosmetic

Viva Factory Visit: Kenal Lebih Dekat dengan Viva Cosmetic

Sebelum hobi dandan dan kenal make up segala macem begini, pada mulanya aku ini hanyalah remaja polosan *ahiy*. Dandanan sehari-hari paling banter ya pake bedak Viva. Mulanya pake bedak Viva yang bubuk kemasan sachet itu loh. Baru pas SMP, aku beralih ke Viva Queen Compact Powder.

Yap, aku emang udah akrab dengan produk Viva sejak masa awal pubertas. Pengaruhnya jelas dari ibuku sendiri yang demen pake Viva, karena harganya yang terjangkau dan mudah dicari. Selain bedak, aku juga pakai milk cleanser + face tonic-nya yang legendaris itu.

Nah beberapa waktu lalu, aku dan temen-temen beauty + lifestyle blogger berkesempatan untuk mengenal Viva lebih dekat melalui acara bertajuk "Capturing Beauty". Agendanya berupa ramah tamah, presentasi brand, kunjungan pabrik, beauty class, sampai workshop fotografi bersama Moch. Rizky aka @mochtret.

Bertempat di mini hall PT Vitapharm, acara dimulai sejak pukul 8 pagi. Wow, aku akui ini acara beauty terpagi yang pernah aku datangi. Mau gak mau pukul 6 aku harus mandi, soalnya aku butuh minimal 1 jam untuk dandan omaygad. Tapi realitanya aku bangun kesiangan duh. Untung dari rumahku ke PT Vitapharm bisa ditempuh 15 menit doang.


Sekitar pukul setengah 9 aku tiba di hall, rupanya partisipan masih pada bersantai sambil ngisi perut dengan berbagai kudapan yang telah disediakan oleh panitia. Aku yang gak sempet sarapan pun langsung menuju ke pojok hidangan. Sayang menunya kurang merakyat untuk perutku. Aku lebih suka aneka kue basah seperti risoles, lemper, dll yang lebih ngenyangin. Ini sih roti-rotian dan semacam pastel kukus. Aduh maaf ya aku ngelamak wkwk.


Aku duduk semeja dengan Mbak Yuni, Bella, dan Tephy. Meja kami dihiasi dengan pom-pom bunga berwarna pastel, senada dengan hiasan dinding yang terkesan cute dan feminim sekali. Di meja tersedia pula katalog produk brand keluaran PT Vitapharm, yakni Viva, Viva White, dan Red-A. Setelah aku baca sekilas, rupanya pengetahuanku soal varian produk Viva cetek banget. Buktinya, aku baru tau kalo Viva punya produk perawatan untuk rambut! 😆

Nggak lama kemudian, acara pun dibuka oleh MC dan dilanjut dengan sambutan dari Pak Deny Wibisono, selaku Direktur Marketing PT Vitapharm. Pak Deny menerangkan bahwa kegiatan blogger gathering ini diadakan dalam rangka merayakan 55 tahun berdirinya PT Vitapharm. Bila tahun sebelumnya mereka mengadakan pameran di salah satu atrium mall di Surabaya, kali ini PT Vitapharm ingin merayakannya secara eksklusif dengan mengajak para blogger melihat langsung proses produksi kosmetik.


Materi berikutnya disampaikan oleh Bu Anna selaku Kepala Unit Promosi PT Vitapharm. Kami pun menonton video company profile yang menjelaskan sejarah berdirinya pabrik, macam-macam brand keluaran PT Vitapharm dan produknya, serta beragam penghargaan yang telah diterima.

Dulunya, pabrik Viva berlokasi di Jl. Karet (area dekat Pasar Atom) dengan nama PT General Indonesian Producting Center pada April 1962. Pada tahun 1964 berganti nama menjadi PT Paberik Pharmasi Vita. Baru pada tahun 1973, pabrik pindah ke Jl. Panjang Jiwo dan menggunakan nama PT Vitapharm sejak tahun 1998 sampai sekarang.

Banyak banget penghargaan yang diraih oleh Viva sampe aku gak inget semua LOL. Well, salah satu yang aku inget, PT Vitapharm juga telah memperoleh sertifikat GMP alias good manufacturing process. Dari sekian pabrik yang dievaluasi, hanya 2 pabrik kosmetik lokal yang lulus standar dan PT Vitapharm salah satunya. Bener-bener membanggakan!

Tambahan dari Pak Denny, PT Vitapharm ini menetapkan prosedur quality control yang ketat. Setiap barang yang selesai diproduksi dan dikemas selanjutnya akan dites kualitasnya tiap batch. Bila lolos uji, maka batch produk tersebut dapat dilepas ke pasar. Bila tidak maka akan dimusnahkan.


Begitu pula produk Viva yang telah beredar di pasaran, masih menjadi tanggung jawab PT Vitapharm sepenuhnya untuk menjaga kualitas. Enam bulan sebelum tanggal expired yang tertera, produk harus dikembalikan ke pabrik untuk dimusnahkan (juga). Wow sungguh prosedur yang luar biasa ku tak menyangka!

Setelah menyerap banyak materi, kami diajak seru-seruan dengan beauty challenge. Jadi ada 5 pasang sukarelawan; 1 orang bertugas nge-make up, satunya lagi sebagai model. Nah untuk produk make up yang digunakan, sudah disediakan dalam 1 wadah besar untuk diperebutkan. Lalu dengan produk sedapetnya itu, kudu bisa menciptakan hasil make up yang representatif.

Mendengarkan pengarahan terlebih dulu
Rebutan amunisi perang

Sesi ini bener-bener mengocok perut gara-gara ulah ce Claresta dan Fio yang kocak abis. Gayanya yang ajaib dalam mempresentasikan hasil makeupnya dapat mengambil hati juri untuk menobatkannya sebagai pemenang utama challenge ini. 😁

Selanjutnya adalah agenda yang kami tunggu-tunggu, apa lagi kalo bukan KUNJUNGAN PABRIK! Tapi kami dilarang mendokumentasikan kegiatan ini. Bahkan gadget apa pun diminta buat ditinggal di hall. Ya ampun ku sungguh sedih, padahal pengen banget seenggaknya foto-foto di luar sewaktu briefing. :(

Gambaran sedikit, bangunan bagian produksi terbagi menjadi 2 ruang, yaitu ruang bersih dan ruang steril. Di ruang steril, ruangannya tertutup, suhu sekian derajat, dan pegawainya harus mengenakan pakaian khusus. Sementara di ruang bersih lebih terbuka dan kami dapat melihat aktivitas para pekerjanya. Sebagian besar sih melakukan proses pengepakan.

Seterusnya kami melihat-lihat kegiatan produksi dari atas. Jadi ruang berlantai 2 gitu, ruang produksinya ada di tengah-tengah lantai dasar. Nah atasnya kan loss, kayak bangunan masjid. Kami melihat dari pinggir gitu lah. Bingung jelasinnya tanpa gambar. 😅

Suhunya uh wow panas banget. Maksudku, sumuk alias gerah. Luar biasa para pekerja di ruang bersih, kudu bertahan di tengah suhu ruangan kayak gini.

Gak cuma proses produksi, kami juga melihat-lihat proses uji produk hingga etalase produk yang akan dilepas ke pasar.


Yah kira-kira 45 menit lamanya kami diajak berkeliling. Balik-balik eh meja kami telah ditata rapi, lengkap dengan peralatan beauty class. Sebelum dandan cantik bareng, kami makan siang terlebih dulu dengan nasi kotak Bu Rudy yang sambelnya udah terkenal se-nasional.

Dipandu oleh Mbak Yustin selaku beautician Viva, kami melakukan beauty class mulai dari teknik dasar. Urutannya mulai cleansing, masking, sampe mengaplikasikan make up untuk hasil yang cetar. Ada banyak beautician yang tersebar dan helpful banget, membantu mengarahkan tiap peserta.


Terakhir ada workshop beauty bersama Kak @mochtret . Bagian yang paling aku suka dari sesi ini adalah sewaktu demo pengambilan foto menggunakan ring light, wishlist seluruh beauty blogger ye kan.


Pulangnya, kami diberi bingkisan produk Viva beserta voucher belanja. Yayy makasih banyak Viva, semoga makin sukses dan berjaya. Bangga banget ama brand asli Indonesia satu ini. Kamu sendiri, pada suka pake produk Viva gak sih? Cerita dong!


Chu-Chu,
-Hilda Ikka-

3 comments

  1. Wah seru acaranya ya mbak, mupeng deh.... Btw Viva ternyata udah lama banget ya dan masih tetap eksis hingga sekarang, saya dulu waktu remaja sering pakai body lotionnya

    ReplyDelete
  2. Seru ya Mba, factory visit membuat kita lebih banyak tau tentang sebuah brand plus apa yang perlu dilakukan di proses produksi

    ReplyDelete
  3. mbak hilda pankapan review skincare yang cocok dan aman buat bumil yak hehee

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Tinggalkan komentar yang baik dan sopan ya. Maaf untuk link hidup akan otomatis terhapus. :)

I love to read all comments from you all, but sorry if I can't answer all. :)

Sexy Red Lips