Showing posts with label Menurutku... Show all posts

Mengajarkan Budaya Beberes: Bereskan Sendiri Sampahmu


Pernah gak sih kalian waktu di resto fast food/food court sebenernya ngincar suatu meja tapi gak bisa duduk di situ karena sampahnya numpuk? Apalagi kalo pas rame-ramenya sehingga nggak ada pilihan lain dan mau gak mau duduk di meja yang belum dibersihkan. Coba orang yang sebelumnya nempatin meja itu membereskan sampahnya sendiri, tentu hal ini nggak akan terjadi.

Manusia yang Egois


Lebaran udah lama berlalu. YAEYALAH KAU PIKIR SEKARANG TANGGAL BERAPA, IKKA?

Ada banyak hal yang berkesan dari lebaran tahun ini. Nggak cuma kesan manis, kesan bosok yo uakeh (banyak). Salah satunya ya (seperti biasa) ditanya “Udah isi belum?”, “Kok belum isi?”, dan wejangan untuk jangan menunda anak endebrei-endebrei... yang sayangnya berakhir buruk.

CYBERBULLYING: Jangan-Jangan Kita Pelakunya?

CYBERBULLYING: Jangan-Jangan Kita Pelakunya?

Halo manteman semua! Sekilas info, postingan kali ini cukup spesyiel karena dibuat dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Komunikasi Cyber. Aku nggak sendiri, melainkan bekerja secara tim dengan 2 temenku. Say hi to Adam and Ferdi! Jujur aku sangat excited dalam menyelesaikan tugas ini karena berkaitan dengan kampanye cyberbullying. Kami harap, kamu suka dan mendukung apa yang kami kampanyekan ini ya. Happy reading!
*

Sebagai kids jaman now atau people nowadays, kamu tentu familiar kan dengan yang namanya ‘bullying’?

Pilih Produk Lokal Asli ato High-End KW? Hayoloooh

Mending dukung produk Indonesia. Ini dia review sepatu lokal berkualitas dengan harga terjangkau: Arcadia Treasure
[Sponsored Post]

Kalo beberapa waktu lalu publik diramaikan oleh kisah cinta Haqy - Selma, sebelumnya juga ada drama yang nggak kalah seru lho. Yaitu kisah cinta instan berbuah pernikahan kilat yang diperagakan (( DIPERAGAKAN )) oleh pasangan Pablo Putera Benua - Rey Utami.

Gimana gak bikin heboh, Pablo dan Rey yang saling kenal lewat aplikasi Tinder langsung menikah seminggu kemudian (gatau lagi sih kalo settingan *upss). Apalagi di hari ketiga setelah perkenalan keduanya, Rey dihadiahi mobil dan jam tangan Rolex yang harganya berjut-jut ituh. Eh gataunya...

... Rolex-nya KW alias palsu. LOL

5 Hal yang Tidak Inspiratif dari Kisah Cinta Haqy - Selma

5 Hal yang Tidak Inspiratif dari Kisah Cinta Haqy - Selma

Belom basi kan yes topiknya? Apalah aku yang selalu muncul di saat semua udah 'adem'. Wkwk.

Jadi gimana, kamu #teamselma atau #teamsenna? Ato, malah nggak 'dong' ama apa yang aku omongin?

Yaudalah jangan kayak orang susah, baca dulu gih artikelnya di Hipwee. Abis itu balik lagi ke sini. Awas lho kalo nggak balik, ntar bakal aku datengin di alam mimpi sambil joget poco-poco.

Link Hipwee: Kisah Cinta Realistis Haqy - Selma

Iyes, jamaah fesbuk akhirnya terbagi ke dalam 2 kubu. Pertama #teamSelma yang mengelu-elukan keputusannya menikahi Haqy Rais begitu berani, realistis dan menginspirasi. Sementara kubu lainnya, nge-pukpuk Senna yang masih berkutat dengan pendidikan taruna kepolisiannya.

(Anyway, awalnya aku janjian ama Mbak Windi Teguh buat publish bareng. Tapi aku masih nge-blank jadi Mbak Windi deh yang maju. Tulisannya bagus banget dan aku setuju polll.. bahkan menginspirasi aku buat bikin tulisan ini.)

Baca postingan Mbak Windi: Jodoh di Tangan Tuhan

Kalo aku masuk kubu mana nih?

Sudahkah Kita Menghargai Pilihan Hidup Orang Lain?

Sudahkah Kita Menghargai Pilihan Hidup Orang Lain?

Di setiap tahapan kehidupan, kalo aku amati nih ya, selalu aja tercipta basa-basi yang kalo kita terima terus-terusan tuh rasanya cukup mengganggu. Saat kita masih lajang, orang-orang di sekitar sibuk bertanya, “Kapan nikah?”. Pun setelah menikah, mereka juga sibuk menanyakan kehadiran dedek bayi.

“Udah isi belum?”

Belajar dari Kasus #SalahBeli – Laurentius Rando

Belajar dari Kasus #SalahBeli – Laurentius Rando

I knew I knew… Harusnya Rabu adalah waktu untuk publish Prewed Story, right?

Oke oke… maafkan yhaaaaa aku udah panic at the disco ini, kurang sebulan lagi. XD Udah mulai sibuk ini-itu dan pake sok nyempet-nyempetin ngelomba pula. Jadi aku mau pamitan kalo Prewed Story libur dulu dan disambung kembali usai wedding. Dan ketika aku resmi menyandang status sebagai istri, jangan lupa teriakin kangen ama aku Prewed Story ya, biar lekas aku terusin lagi. *fakir loyal reader* :v :v

Nah, kali ini aku tuh lagi pengen ngebahas kasus jagat online yang udah memanas kira-kira hampir seminggu lalu. *woy basi banget tau nggak? XD Yah namanya juga baru sempet nulis sekarang. Lagian sebelum ngedraft postingan ini pun aku kudu kepoin banyak source biar nggak salah omong. Emang nggak semua sih, jadi maklumin yak kalo aku rada-rada gak lengkap jelasinnya.

Prewed Story: Tentang Undang-Mengundang

Prewed Story: Tentang Undang-Mengundang

Waduh, judulnya sekilas mirip Undang-Undang Dasar 45 *lol Well, akhir-akhir ini #PrewedStory isinya kebanyakan curhat yess. Ya maklumin zizt, calon manten sesekali butuh mengeluarkan uneg-uneg untuk menjaga kewarasan. Daripada dipendem aja eh lama-lama jadi gila. Batal nikah dong? :v

Yap, kali ini temanya adalah undangan. Ada dua aspek yang mau aku bahas di sini, yakni kebiasaan orang Indonesia nanyain undangan dan sikapnya ketika nggak diundang ke suatu acara. Sekalian mau menegaskan sih, di sini aku cuma berbagi dari sudut pandangku ya. Jadi kalo ada yang berbeda pendapat tentu akan aku hargai, asal nggak memaksakan kehendak tersebut padaku.

Jangan Masuk Jurusan Broadcasting Kalau…

Jangan Masuk Jurusan Broadcasting Kalau…

… belum baca postingan ini!

BHAHAHAHAK sok amat deh eyke. *kibas jilbab*

Fiuhhh, akhirnya bisa nyempetin nulis something about broadcasting lagi. Hasrat dan dorongan untuk sharing hal ini menguat kembali sejak aku sering dapet email dan mention-an di Twitter. Ya apa lagi kalo bukan untuk ditanya-tanya soal kuliah broadcasting.

Susah Senang Dalam Satu Paket

Susah Senang Dalam Satu Paket

Ahahak, bulan ini kayaknya aku bakal lebih sering posting tentang curhatan ye.. Secara mo nulis tentang makanan enak ato pun jalan-jalan, mending disimpen aja buat bekal blog baru. Ciyeeeh ciyeeeh yang mo bikin blog lagi tapi masih galau jadi apa nggak. Mau istikharah dulu, doakan petunjuknya cepat keluar yak! :D *emangnya lotre LOL*

Ide untuk nulis postingan ini bermula dari status update Path milik seorang teman (cowok) SMA yang kini sedang menempuh pendidikan dokter di UIN Syarief Hidayatullah Jakarta ato yang biasa diingkat dengan sebutan UIN Jkt. Berhubung aku menganggap Path merupakan sosmed yang bersifat privat, jadi aku memilih nggak menuliskan statusnya secara gamblang di sini.

Intinya aja, dia tuh flashback ke jaman SMA (nyantri) dan ngerasa hidupnya dulu sewaktu di situ bener-bener menyedihkan. Yang mandi susah lah, kurang gizi lah, nggak higienis lah, hidup di bawah tekanan lah, nggak bisa bebas ke mana-mana dan lain sebagainya. Ditambah kondisi sekarang yang amat sulit memenuhi kebutuhan financial kuliahnya tanpa beasiswa atau bantuan dari pihak mana pun. In the end, he wish he could back to the time when he can choose the right high school near his hometown.

Suspend Driver GO-JEK Besar-Besaran, Kok Bisa?

Suspend Driver GO-JEK Besar-Besaran, Kok Bisa?

Jadi beberapa waktu lalu banyak situs berita online santer memberitakan perihal kasus driver Gojek yang terkena suspend besar-besaran. Setidaknya lebih dari 7.000 driver senusantara tidak dapat menerima order selama beberapa hari. Hal inilah yang memicu demo driver Gojek di beberapa ibukota, Bandung salah satunya. Sampai-sampai Kang Emil harus turun jalan dan menjembatani forum antara driver Gojek dengan pihak perusahaan. *yang harusnya nggak perlu terjadi karena merupakan konflik internal yang harus ditangani sendiri oleh pihak bersangkutan*

Gojek pun memberi konfirmasi melalui akun FB resmi perusahaan berupa surat terbuka oleh sang CEO, Nadim Makariem. Pas kali pertama baca ini, rasanya tuh kayak Jaka Sembung naik Gojek. Gak nyambung jek! Soalnya aku baruuu aja update kronologis-nya kemaren-kemaren sore, jadinya ketinggalan info BUANGET. Aaaarrrgghh!

5 Hal yang Harus Diperhatikan untuk Menulis Food Review

5 Hal yang Harus Diperhatikan untuk Menulis Food Review

Sejak menjadi blogger, aku punya hobi baru yakni njajan. Yap, njajan atau wisata kuliner ini bisa aku lakoni 2 – 3 kali dalam sebulan. Trus postingannya mana? ((( POSTINGAN MANA ?? ))) *ditoyor pembaca xD

Aku jadi ketagihan jajan karena rasanya menyenangkan gitu bisa berbagi cerita kuliner dengan pembaca, because life is too short to eat common foods. Hahaha. Lebih nyenengin lagi kalo yang baca berhasil kubikin ngiler muahahaha. *evil laugh* Tapi ya gitu, abis jajan maunya dibuatin postingan eh lha kok malah gak kesentuh sama sekali dan numpuk sampai berbulan-bulan. Selidik punya selidik, hal tersebut disebabkan oleh kurangnya persiapan sewaktu jajan sehingga menghasilkan data yang sedikit.

Karena informasi yang mau aku tulis rasanya kurang, ya jadi males nulis deh. *jangan ditiru ya teman-teman xD Yaaaah dulu aku orangnya kalo jajan, asal aja sih. Soal mau dibikin review, itu belakangan. But, rugi juga ya kalo jajan ngabisin duit segitu banyak nggak bisa ngehasilin postingan. :D

Agar kejadian serupa tidak terulang kembali, akhirnya aku menyusun poin-poin yang setidaknya harus termuat dalam food review. Nah, kalo gitu kan aku jadi tau sewaktu wisata kuliner harus ngapain.

Emang harus ngapain?

Mini Tips Berbelanja Online

Mini Tips Berbelanja Online

Di jaman serba modern ini, laju teknologi merambat kian cepat dan memudahkan berbagai aspek kehidupan kita, salah satunya belanja. Berkat mahadewa internet, kita bisa berbelanja secara online tanpa keluar rumah dan tinggal pilih barang melalui layar gadget. Namun, ternyata masih ada aja segelintir orang yang parno untuk belanja online. Mereka berlasan takut barangnya jelek lah, takut ketipu lah, dan macem-macem.

Well, dulunya aku termasuk golongan orang-orang tersebut loh. Sampai akhirnya aku berani melawan rasa parnoku setelah dapet voucher belanja di Zalora hahaha. Yaiyalah rugi bandar kalo gak di-redeem cuma gara-gara ‘takut bla-bla-bla’. Gak taunya, belanja online beneran bikin nagih! Bener kata orang-orang, belanja online bisa bikin kantong sekarat di ruang ICU saking enaknya. Gimana nggak enak, di rumah tinggal ongkang-ongkang kaki milih barang terus transfer sejumlah uang, dateng deh tuh barang pesanan.

Parno dan ketakutan itu wajar. Tapi jangan sampai hal tersebut membuatmu nggak merasakan nikmatnya belanja online. Segalanya bakalan baik-baik saja kok, asal tahu cara mainnya. Nah, simak yuk mini tips berbelanja online berdasarkan pengalaman pribadiku!

7 Ide Kencan Seru

credit: mentol-art.tumblr.com

Hola, udah mau akhir pekan nih. Kali ini aku pilih pulang ke rumah aja lah. Mumpung dikasih jatah libur seminggu sebelum dihadapkan lagi dengan tugas yang mendera berhari-hari sampai waktu kelulusan tiba. Lebay ya. Tapi emang gitu kenyataannya bok. #efeksemesterakhir #denganderitatiadaakhir

Kalau kamu, udah punya rencana belom mau ngapain? Buat yang punya pasangan, selama ini melakukan kegiatan apa untuk mengisi weekend? Nge-mall? Nonton film? Nongkrong di café? Ah, udah mainstream kali ya. Mau jalan-jalan kagak ada duit? Kasian ye. *tengok isi dompet* *aslinya juga senasib* *mewek bareng yuk*

Tenang, aku bakalan bagi-bagi ide agar acara quality time kamu bareng pasangan makin berwarna. Simak ya, dijamin bakalan seru dan berkesan!

Let’s Talk about Selfie!

credit: www.zazzle.com
Suatu hari aku menemukan status salah seorang kawan SMA di recent updates BBM. Kira-kira seperti ini:
“Selfie 4 Siauw (sambil pake emoticon sebel gitu)”
Kalo nama ustad kontroversial satu ini dibawa-bawa, pasti ada apa-apanya. Langsung deh aku tanya temenku perihal statusnya. Sudah kutebak, jawabannya pasti, “Ya ampuuun kamu ke mana aja. Ini udah jadi trending topic di twitter. Yah intinya Ustad Felix bilang kalau selfie itu haram.”

Tuh kan.

Begitu aku punya kesempatan tersambung dengan internet, langsung deh aku cek hashtag #selfie4siauw di twitter. Wihh, banyak juga respondennya. Gak hanya dari Indonesia, pengguna dari luar negeri pun banyak yang memakai hashtag ini. Kebanyakan orang yang memakai hashtag ini melontarkan pernyataan negatif. Tanpa ba-bi-bu lagi, aku pun kepoin twitter ustad yang lumayan aktif berkicau di ranah dunia maya ini.

Sepucuk Kisah untuk Hari AIDS Sedunia


Selamat hari AIDS sedunia di tanggal 1 Desember! Stop diskriminasi kaum ODHA. Jauhi virus dan penyebabnya, bukan orangnya. Hmm.. slogan yang sudah sering didengung-dengungkan ini seringkali kontras dengan kenyataan yang ada. Kampanye di mana-mana ternyata masih belum ampuh untuk mengusir stigma dan sugesti ketakutan masyarakat terhadap ODHA. Lantas demikian merupakan sebuah realita yang miris, kan?

Hari AIDS sedunia ini mengingatkanku pada seorang teman kuliah. Arez nama (samaran)nya. Ia merupakan mahasiswa yang lurus, fokus mengejar kehidupan yang lebih baik lewat kuliah broadcasting ini, sekaligus pribadi yang baik dan asik untuk berteman dengan siapa pun. Saat tugas praktikum bersama, ia selalu punya ide brilian yang selangkah lebih maju dibanding tim lainnya. Wajar jika ia pun sedikit perfeksionis, namun tidak seberapa.

Kena Copet

Gambar dari nyunyu.com
Jujur, aku denger istilah copet itu dulunya cuma sebatas di berita-berita kriminal TV ato dari cerita orang lain. Beneran gak nyangka kalo pada akhirnya aku ngalamin sendiri. Hiks :’( Peristiwa kena copet ini terjadi sekitar setahun yang lalu, amat membekas dalam ingatan dan kujadikan sebagai pelajaran hidup untuk senantiasa waspada dan berhati-hati di manapun aku berada.

Apesku ini bermula dari perjalanan pulang dari kampus di malam hari sekitar jam 8-an. Sudah menjadi kebiasaanku dulunya, aku nongkrong di kampus bersama teman-teman sambil wifi-an. Nah, aku pulang berjalan kaki karena memang sudah jadi rutinitasku setiap hari dengan alasan tidak punya motor pribadi. Lagipula, kos-ku tidak begitu jauh dari kampus dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 15 menit. Oya, tas yang kupakai saat itu merupakan tas ransel dan aku tak punya firasat aneh sewaktu pulang. Toh aku sudah lumayan terbiasa pulang malam saat itu, sendirian pula.

Dijahyellow, Mendadak Tenar dan Bikin Gempar


Ada gak sih di antara kalian yang belum mengetahui sosok ini? Ngaku aja deh, aku sendiri juga baru ngeh beberapa hari ini. Itu pun berkat aku iseng utak-atik akun Path milik temenku, eh, ada yang share gambarnya Dijahyellow. Yang membuatku tertarik dengan gambarnya adalah berkat adanya tulisan #NoAgnezMo, #NoRaisa, #NoAyuTingTing, ato apalah. Aku pun penasaran, emang ngapain sih sensi banget ama artis papan atas macam mereka.

Setelah kutelusuri lebih lanjut, ternyata udah banyak orang yang ngomongin dia belakangan ini. Trending topic mengenai dirinya sudah menjamur di berbagai sosial media rupanya.

Emang siapa sih Dijahyellow ini? Kok bisa mendadak tenar dan bikin gempar begitu?

Quote about Evil Doers

Jujur, aku senang mengoleksi kutipan-kutipan atau quotes yang menarik. Entah itu soal hidup, motivasi, percintaan, agama, dan lain-lain. Baru-baru ini aku lagi demen sama quotes-nya Sayyidina Ali (sahabat sekaligus ponakan dan menantu Rasulullah SAW) *telat banget ya demennya :3 Jadi akhirnya aku nyari di mbah Google dan nemu banyak. Salah satunya ini:


Kira-kira artinya begini, “Para pelaku kejahatan tidak pernah berpikir baik kepada siapapun, karena mereka melihatnya dengan sifat dasar mereka sendiri.”

Aku jadi teringat ‘masalah’ itu. Meski aku sudah jauh memaafkan, tapi tidak begitu mudahnya lupa.

Kamu Lho Sudah ‘Seje’

Ada yang pernah denger ungkapan ini gak? Kalimat ini pernah bertebaran di BBM, Path, dan Instagram-ku. ‘Seje’ di sini dalam bahasa Jawa artinya ‘beda’. Akhirnya kalimat itu dilontarkan oleh seorang teman kampus kepadaku.

“Kamu lho sudah seje… Sekarang pake pensil alis, eyeliner-an…”

Yap, 2 hari ini aku ngampus dengan tambahan make up pensil alis dan eyeliner sekaligus lip gloss. Tapi yang lipgloss dan eyeliner kadang-kadang kugunakan. Tambahnya, apalagi eyeliner-ku mencuat keluar kayak punya Levy. FYI, Levy itu temen kampus yang juga satu kos dan sudah terlebih dahulu pake pensil alis plus eyeliner sebagai gaya andalannya. And you know, anak satu kampus sering banget nyinyirin si Levy ini.

So, mereka (temen-temen kampus) seolah punya stigma… aku ketularan Levy. *ikut dinyinyirin
Sexy Red Lips