Thursday, July 10, 2014

In Relationship part 4


Hari berganti hari hingga tak terasa bilangan kalender berposisi di awal bulan Juli. Ini artinya hubunganku dengan my sweetheart-Radik sedang menjajaki bulan kelima. Syukur Alhamdulillah hubungan kami baik-baik saja (aku sih merasa begitu, gatau lagi apa yang dia rasakan. Lho? :D) Sungguh aku tak menyangka, atau lebih tepatnya tidak berani menyangka, akan punya hubungan sejauh ini meski teman-teman sebayaku banyak yang bertahan lebih lama dariku. Maklum, aku belum pernah menjalin hubungan dengan siapapun sebelumnya. Hubungan yang berdasarkan komitmen lo ya, bukan yang berdasarkan ngarep. :3 Soalnya aku pernah punya hubungan di pernyataan kedua.
Ini sudah bulan kelima. Kita bukan ‘pasangan baru’ lagi yang ‘masih anget-angetnya kemarin sore’. Hal-hal apapun yang berhubungan dengan kami sudah tak booming lagi. Deklarasi hubungan kami pun hebohnya telah disaingi oleh deklarasi pasangan baru berikutnya dan berikutnya.

Singkat kata, kita sudah jadi pasangan biasa, seperti pada umumnya.

Aku masih ingat, betapa excited-nya kami di awal-awal hubungan sampai hubungan yang masih seumur jagung yang kami jalani layaknya sudah melampaui seabad. Padahal masa pedekate-nya cuma dua minggu dan resmi jadian baru sebulan kok rasanya sudah kenal dan hidup bersama lamaaaa sekali. Aku jadi takut rasa bosan datang cepat menyergap kemudian memporak-porandakan hubungan ini. Syukurlah ketakutanku tak terbukti. Rasa bosan itu wajar dan pasti ada sejuta cara untuk mengatasinya.


Aku juga masih ingat betul bagaimana khawatirnya diriku dengan hubungan kita yang adem-ayem tanpa konflik. Tak ada pertengkaran hebat membuatku belingsatan. Aneh, bukan? Gak juga sih, soalnya ada seorang kawan yang bilang kalau pasangan yang gak pernah bertengkar pasti endingnya bakal mengenaskan. Akibatnya ya itu tadi, aku jadi parno abis. Setelah empat bulan berlalu? Aih, dikit-dikit geger cuma karena masalah sepele. Bbbeuuh. Hubungan pacaran antara yang sebulan ama yang lima bulan bedanya udah kerasa banget yah. ┌("˘o˘)┐

Tapi ya berkat konflik-konflik itu kita berdua jadi saling tahu karakter masing-masing. Dia jadi tahu kalo daku orangnya ngambekan dan yang ngeselin, udah tahu aku sedang dalam keadaan bad mood mode: on malah dijahilin. Jelas aku ngambek berat apalagi di saat my hunny becanda berlebihan. Aku juga harus penuh pengertian karena sekarang aku sadar banget kalo pasanganku ini GAK PEKAnyaaaaa sungguh terlalu. Serta bukan tipe lelaki romantis. Hiks. ╮(╯_╰")╭

Oya, meski hubungan kami masih terbilang pendek, namun sedari awal kami sudah berniat menjalin hubungan yang arahnya ke sana. Sana di mana ya? *macak polos* Jadi kami sudah memperkenalkan pasangan ke keluarga masing-masing. Kalau keluargaku sih biasa aja, begitu dikenalin yaudah. But not for the opposite, di keluarga my hunny diriku seperti wanita yang sedang mengikuti kontes kecantikan di mana para juri akan memberikan poin nilai dalam skala 1-10. Rata-rata sih anggota keluarganya memberiku nilai tujuh (╥_╥) dan hanya ada satu yang memberiku nilai 8 ato 8,5 ya? Lupa. :D Ah, I love you Tante Sita. (っ˘з˘)っ♥*Muãch:*♥ Tapi ada juga sih yang memberiku nilai di bawah KKM akibat kelalaianku di suatu peristiwa. (⌣́_⌣̀)\('́⌣'̀ )

Aku tahu jalan kita masih panjang terbentang untuk memasuki babak kehidupan baru. But do you wanna know what I’m gonna say? Ya, sampai saat ini aku sudah cukup bahagia dengan mendapati dirinya di sisiku, bahagia bersamaku. (˘⌣˘)ε˘`)

9 comments :

  1. Semangat mbak! Eh, selamat maksudnya. :p

    Kalau katanya orang (bukan katanya saya lho), konflik yang lumayan "gede" itu biasanya muncul di bulan ke-8 atau setelahnya. Tapi menjalin hubungan kan memang ada pasang-surutnya. Tinggal gimana kita mengelola emosi dan kesabaran untuk menjalaninya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Maswis... hubungan saya itu masih bentar. Belum ada apa-apanya. Konflik juga masih yang sepele tapi keseringan. Iyah, saya harap kami berdua bisa saling bekerja sama untuk menyelesaikan masalah.
      Terima kasih ya atas masukannya. ^^

      Delete
  2. Sateee, two thumbs for you. Langgeng yaa. Nice post :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih ya Sotooo atas doanya *kecup muah muah* :){}

      Delete
  3. semoga tetap bertahan sampai akhir hayat :)

    ReplyDelete
  4. Semoga awet dan jangan sampai bosenan ya, heheh
    Soalnya musuh utama biasanya sih, karena bosen, tp mudah2an jangan sampai dah

    ReplyDelete
  5. eaaa,,,romantis banget mbak,,,jadi iri nih,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, janganlah iri mbak.. karena rumput di seberang pagar selalu tampak lebih hijau. :D

      Delete

Terima kasih banyak sudah mau berkunjung dan membaca, terlebih turut meninggalkan komentar. ^o^ Mohon berkomentar secara sopan dan plisss jangan tinggalkan link hidup dan pasti langsung aku hapus. Okey? ;)

Sekali lagi terima kasih pembaca-pembaca setiaku. Tanpa kalian, apalah arti aku dan tulisanku ini. Semoga menginspirasi. :))