Friday, July 11, 2014

Let’s Make a to-do-list!



Sejak bulan Juli atas saran Sister Prima, aku mulai membiasakan diri untuk mencatat segala sesuatu yang akan menjadi agenda kegiatan dalam waktu dekat maupun jangka panjang dan berkelanjutan. Terkait dengan hal ini, aku sudah sedikit bercerita di postingan ini. Kemudian atas permintaan mbak Rosa, akhirnya aku membikin postingan khusus mengenai gambaran to-do-list yang kubuat berikut penyusunannya berdasarkan versiku sendiri.
Hal pertama yang kulakukan adalah mencatat segala resolusi-resolusi yang setidaknya harus tercapai sebelum akhir tahun/tahun baru. Setelah terkumpul seluruhnya dalam satu halaman, aku mulai memilih beberapa resolusi yang kutargetkan terlaksana dalam waktu dekat (misal bulan Juli) dan menyusunnya dalam sebuah list baru seperti gambar di bawah. Sementara bentuk kegiatan lain yang sudah ada kepastian akan dilaksanakan diberi keterangan waktunya. Contoh: saya tambahkan keterangan 1-5 Oktober pada kegiatan “Berpartisipasi dalam Ubud Writers & Readers Festival 2014”.


Untuk daftar kegiatan bulan selanjutnya, tinggal lakukan hal yang sama. Kita bisa memilih dari daftar resolusi yang telah tercatat di awal dan menambahkan dengan resolusi yang baru juga tak masalah. Yang utama dari pembuatan to-do-list ini adalah kita jadi lebih disiplin dalam menuntaskan sesuatu dan apa yang kita rencanakan jadi lebih terstruktur.

Oya, jangan lupa beri penanda di setiap kegiatan yang sukses terlaksana maupun yang tidak, ya! ;)
Selain itu aku juga bikin daily list cuma tidak harus setiap hari. Hanya di saat aku berprediksi akan punya banyak aktivitas dalam sehari atau takut ada yang terlupa bila hal itu tidak kutuliskan. Jadi daftarnya kira-kira seperti ini:

So, kita gak perlu bikin daily list untuk sebulan penuh. Cukup untuk hari-hari yang kita perlukan saja. ƪ(˘⌣˘)ʃ

Terakhir, ada hal penting yang harus dilakukan saat merencanakan kegiatan: Buatlah plan A, plan B, dan atau seterusnya.

Ini merupakan aspek persiapan dalam menghadapi segala kemungkinan sehingga kita tak akan kalang-kabut memikirkan solusi saat plan utama kita tak berjalan lancar. Jadi pikirkan dan persiapkan segala sesuatunya dengan matang. Semisal rencana kegiatan kita untuk berlibur ke Bali dari segi transportasi:

-Plan A: pulang-pergi naik kereta api

-Plan B: berangkat menggunakan kereta api sedang pulangnya dengan menaiki travel

Kemudian kita juga perlu menyusun plan A dan B di setiap aspek lainnya seperti konsumsi, akomodasi, budgeting, dan lain-lain.

Nah, seperti itulah ragam to-do-list menurut versiku. Berniat untuk bikin to-do-list-mu sendiri? (≧∇≦)/

8 comments :

  1. makasih sharingnyaaa mbak hilda :)
    nanti saya coba bikin ah...

    ReplyDelete
  2. To do list saya adalah dari senin-sabtu merampungkan kerjaan ... monoton...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, kalau begitu harus segera disisipi kkegiatan yang menyenangkan dong. Biar ada warnanya. :)

      Delete
  3. to do list ya... belum pernah terpikirkan sih... tapi boleh juga hehehehehe :p

    ReplyDelete
  4. penting banget memang loh mbak bikin to do list jadi hidup lebih terarah dan ngak banyak waktu terbuang ;)

    ReplyDelete

Terima kasih banyak sudah mau berkunjung dan membaca, terlebih turut meninggalkan komentar. ^o^ Mohon berkomentar secara sopan dan plisss jangan tinggalkan link hidup dan pasti langsung aku hapus. Okey? ;)

Sekali lagi terima kasih pembaca-pembaca setiaku. Tanpa kalian, apalah arti aku dan tulisanku ini. Semoga menginspirasi. :))