Saturday, February 7, 2015

Beauty Inside You

credit: memovieandmusic.blogspot.com
“I wish that I could be like the cool kids, cause all the cool kids they seem to fit in, I wish that I could be like the cool kids, like the cool kids…” —Cool Kids, Echosmith

Siapakah di antara kalian yang pernah menonton film Camp Rock? Diceritakan dalam film ini, Mitchie berbohong kepada teman-teman barunya di Camp Rock demi bisa diterima dalam lingkungan kaum elit. Ia membual banyak hal, terlebih soal pekerjaan orang tuanya. Ia merasa minder karena ibunya hanyalah seorang koki di Camp Rock tersebut. Apalagi Mitchie sangat ingin bergaul dengan Tess, yang merupakan putri dari seorang bintang ternama dan kawannya yang merupakan para perempuan kelas atas.

Sejak ia menjadi bagian dari Tess dan kawan-kawannya, ia tidak bisa berkreasi sesuka hati karena Tess tak mau ada yang menyainginya. Padahal ia punya bakat yang lebih besar dibanding Tess. Hingga suatu hari ia menuai akibat dari ulahnya sendiri, saat identitasnya diketahui oleh Tess dan ia pun dipermalukan di hadapan para peserta Camp Rock.

Mungkin kalian juga pernah kan menjumpai kasus seperti di atas. Ya, itu adalah salah satu contoh kepribadian yang belum bisa mencintai diri sendiri. Memang mencintai diri sendiri itu seperti apa, sih?

Buatku, mencintai diri sendiri adalah bentuk syukur dan rela atas apa yang telah Tuhan karuniakan kepada kita dan memanfaatkan apa yang kita punya dengan sebaik mungkin. Contohnya, percaya diri dengan apa yang kita punya dan mau berubah untuk menjadi pribadi yang lebih baik selagi bisa. Menjaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi zat-zat yang merugikan badan, itu juga termasuk contoh lho. Sedangkan kisah di awal tadi, sikap Mitchie yang berpura-pura menjadi orang lain mencerminkan bagaimana ia belum bisa menerima keadaan dirinya sendiri.

Mengapa kita tidak bisa mencintai diri sendiri?

Lingkungan pun turut memengaruhi
Namun sebenarnya, tanpa sadar banyak kok di antara kita yang belum bisa mencintai diri sendiri. Loh, emang apa buktinya?
“Duh, badanku gendut gini. Mana ada cowok yang naksir aku..”
“Aku kan cuma anak kampung, gak pantes lah ikut bergaul sama mereka yang keren.”
“Iya kamu mah enak ortu kaya, apa-apa tinggal beli. Lah aku? Tiap bulan aja belum pasti ortu bisa gajian banyak.”
Dan lain sebagainya.

Berkeluh kesah mengenai apa yang kita punya adalah bukti bahwa kita belum bisa mencintai diri sendiri dan menerima apa adanya. Penyebabnya bisa dari beberapa hal, seperti:

- Fisik yang tidak sempurna. Misal, hidung pesek, gigi merongos, rambut gimbal, dan lain-lain. Atau bahkan ada yang tidak memiliki bagian tubuh dengan sempurna :’(
- Tidak pede dengan apa yang ia punya.
- Tidak menyukai kehidupannya sendiri.
- Menganggap kehidupan orang lebih baik.
- Sering dibanding-bandingkan dengan orang lain.
- Sering diolok-olok atau bahkan menjadi korban bullying.

Dan poin terakhir itulah yang pernah menimpa kehidupanku. Dulu.

From nobody to be somebody

Sewaktu SMP, lagi culun-culunnya :D
Sewaktu SD, aku sering diusilin teman-temanku. Digangguin, diolok-olok. Dan waktu itu aku anak yang cengeng pula. Lengkap sudah. Mereka suka memanggilku ‘kates’ karena rupa wajahku yang lonjong seperti pepaya katanya. Mereka suka mengolok-olok gigiku yang gingsul, karena buruk rupanya. Lalu bila aku melakukan kesalahan kecil saja, selalu dibesar-besarkan. Dihajar, ditendang-tendang (padahal murid sekolahanku perempuan semua! Bayangkan perilakunya bisa sekeji itu!). Namun aku tak pernah sama sekali membalas perlakuan mereka. Begitulah waktu terus berlalu hingga aku menamatkan sekolah di sana.

Memasuki SMP, aku bertekad untuk menjadi pribadi yang baru. Apapun yang terjadi di masa lalu, akulah yang berhak menentukan diriku di masa mendatang. Untuk lebih mampu mencintai dan menghargai diri sendiri, aku berusaha dengan menaikkan kualitas diri. Alhamdulillah, my one step has been a long journey.

Sejak saat itu, aku jadi pribadi yang percaya diri. Aku percaya sepenuhnya pada diriku bahwa aku mampu. Bahwa aku juga berharga. Aku banyak mencoba hal baru, sehingga pengalamanku menumpuk dan jadi tempat bertanya banyak orang. Aku suka membantu orang lain selagi bisa, dan sebagai gantinya mereka pun baik kepadaku. Aku lakukan saja apa yang menurutku benar. Because the easiest way to love your self is just be your self. ;)

Masa SMA
Tetap pede tersenyum lebar meski gigi tidak rata

Tak ada yang abadi di dunia ini, kecuali perubahan.

Let's find the beauty inside you!

Dan sekarang, aku mau berbagi tips bagaimana agar kita jadi lebih mampu mencintai dan menghargai diri sendiri dengan cara menaikkan kualitas diri. Yuk dimulai dari:

1. Terima diri apa adanya, tapi jangan biarkan apa adanya.
Ya bener tuh apa yang dibilang Tulus, “Jangan cintai aku apa adanya…” Jadi mulai dari hal sederhana yang terlihat: penampilan. Bisa jadi kamu orangnya cuek sama penampilan, tapi ingat: dunia akan selalu memperhatikan penampilan kamu. Gak usah muluk-muluk, mulai saja dari hal kecil seperti telaten merawat wajah, usahakan selalu berpakaian rapi dan pantas, dan tahu outfit-outfit untuk dikenakan dalam kondisi tertentu (menghadiri resepsi pernikahan, misalnya).

Mulai membiasakan dandan seperlunya untuk hang out :D
2. Kembangkan bakat dan kreativitas yang kamu punya.
Tunjukkan bahwa kamu punya suatu kelebihan yang bisa dibanggakan. Misalnya kamu suka dengan fotografi, tekuni saja dengan memperdalam ilmu dan terus berlatih. Lama-kelamaan orang lain akan tersanjung dengan bakatmu.

3. Bergaul dengan orang-orang di bidang interest yang sama.
Contohnya, kamu yang hobi motret bisa join klub fotografi. Selain makin mengasah skill, kamu juga akan merasa lebih dihargai dalam lingkaran orang-orang yang mengerti kamu.

Punya temen yang selera kesukaannya sama itu mengasyikkan ^^
4. Baca buku motivasi dan pengembangan diri.
Ini bisa memengaruhi mindset-mu dan menciptakan perspektif baru. Kamu akan mendapat banyak asupan psikologis sehingga secara tak langsung akan menaikkan kualitas inner beauty.

5. Aktif di berbagai kegiatan sosial.
Rasanya menyenangkan sekali saat menyadari bahwa kamu pun bermanfaat bagi orang lain. Sekaligus menambah jalinan pertemananmu dengan banyak orang dari berbagai latar belakang.

Bergabung dengan organisasi mahasiswa ekstra kampus
Saat menjadi moderator untuk diskusi buku bersama organisasi

6. Lihat keadaan orang-orang di bawah kita.
Apakah anggota tubuhmu masih lengkap? Bandingkan dengan mereka yang harus melalui hidup dengan keterbatasan, kita masih lebih baik.

7. Banyak-banyak bersyukur.
“Fabi’ayyi alla irabbikuma tukadzziban”, maka nikmat Tuhan manakah yang akan engkau dustakan? Segala yang kita punya ini adalah pemberian-Nya, dan bila disuruh untuk menghitung kenikmatan yang Ia beri, niscaya tak akan sanggup. Cintailah hidup ini dengan cara bersyukur. Sesungguhnya syukur adalah kunci bahagia. And remember, being happy is the best for revenge.

Masih minder dengan dirimu saat ini? Masih merasa begitu banyak kekurangan? Then, find out! Maka suatu saat kamu akan menyadari bahwa betapa berharganya dirimu. Selalu ingat lirik lagu dari Selena Gomez ini:

“Who says, who says you’re not perfect. Who says you’re not worth it. Who says you’re the only one that’s hurting. Trust me, that’s the price of beauty. Who says you’re not pretty. Who says you’re not beautiful, who says…” –Who Says, Selena Gomez


46 comments :

  1. whihi mantaaapz.... postingannya feelnya dapet nih.. pasti dibuat sepenuh hati n berdasar pengalaman :D
    Gud luck dng giveawaynya.... keren artikelnya, aku suka (y)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk, tau aja nih. Beneran lho aku nulisnya tiga hari baru selesai X))

      Makasih, semoga beruntung ya :))

      Delete
    2. kalau tulisan sepanjang ini saya bisa-bisa nulisnya 1 minggu baru selesai, hehe..
      soalnya ceritanya komplit..

      Delete
    3. Memang perlu banyak latihan mbak ;)

      Delete
  2. Mantep banget.. aku selalu takjub sama tulisannya mbak ika. keren, top markotop, best of the best dah hehehehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih ^^ Tapi kamu bakal lebih takjub lagi ketika membaca tulisan orang-orang yang jauh lebih hebat daripada aku :))

      Delete
  3. Sempet mengalami masa2 tidak mencintai diri sendiri, alhamdulillah masa itu telah berlalu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, apapun itu yang terjadi di masa lalu, tetap menatap masa depan ya Mak Rahmi :)

      Delete
  4. Kalau aku sendiri dari dulu selalu yakin ketika kita menerima diri kita maka orang lain akan menerima kita. Sebaliknya jika kita tidak menerima diri sendiri bagaimana orang lain bisa? :)

    Ketika bisa menerima diri sendiri, tentu juga tidak lupa untuk terus berkembang menjadi lebih baik lagi. Tulisan yang bagus :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yep, that's really right. :)) Segala sesuatu emang dimulai dari diri sendiri ya Kak Ron. :)

      Delete
  5. Nice ka, sangat inspiring :)
    mau koreksi sedikit nih ka
    "Fabi’ayyi alla irabbikuma tukadzziban" bukan "tukadzzibun" hati2 karena nnti bisa salah pemaknaannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah.. makasih ya Herlinda ^^
      Makasih juga buat koreksinya. :)) *meski dalem hati malu juga kok sampe bisa salah :3 X))

      Delete
  6. Daku daku mak, pernah nonton camp rock juga. :)
    Betul mak, terima diri apa adanya tapi tetap harus mengembangkan potensi diri sendiri. Tfs ya mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yihaa... emang bagus kan ya filmnya ^^
      Sip bener banget Mak Inda.. :)) Your welcome ^^

      Delete
  7. Bersyukurlah orang-orang yang selalu bersyukur...karena itu kunci bahagia... :) good luck GA nya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah iya bener banget Mbak Dian.. Makasih ya ^^

      Delete
  8. Inspiring. Dapet gitu jleb~~~
    Aku kadang2 masih suka insecure sama diriku sendiri, dari penampilan sampe detail kecil2 apapun yg aku lakuin. Tapi lama-lama kebanyakan insecure juga ga bagus sih, kerasanya lebih suram. Sekarang sih, wah, udah jauh lebih baik daripada dulu. Lebih pede aja gitu. Terserah orang mau bilang apa, yang penting akunya cinta sama diri sendiri dan berusaha jadi lebih baik tiap harinya. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, kadang-kadang sih masih wajar. Yang penting gak keseringan :3
      Sip banget mbak Saf, yang terpenting juga kita udah ngelakuin hal bener. Biar saja orang bilang apa. ;)

      Delete
  9. wihhh, keren nih! full of quotes.
    i'll find the beauty inside me!
    btw, gue nonton kok camp rock :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, maybe you'll find the handsome inside you! X))
      Asiiik, emang bagus kok filmnya. :)

      Delete
  10. Iyaya, pas sd juga ngrasa ngga suka sama diri sendiri. Anywy, sepatu pinknya masih awet aja kak 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaah.. jaman SD mah emang bener-bener masih basic. Masa peralihan yang sering terjadi ya pas SMP. :D
      Huahaha, iyalah. Aku suka banget ama nih sepatu. Emang nasib sepatumu gimana? :D:D

      Delete
  11. Nice post,Mak! Semoga mereka yang pernah mengalamai hal serupa bisa menemukan blog ini. Semangat terus dalam berbuat dan berkarya yaa...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih banyak Mak Mutia...
      Iya Maakk... Saya selalu berusaha mencitrakan diri secara positif di sini.. ^^

      Delete
  12. wow so beautiful post Dear, you are so inspiring, BTW judul postingannya mirip-mirip punyaku ya... di sini
    http://www.titialfakhairia.blogspot.com/2013/04/something-inside-of-you.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you so much Mak Titi ^^ Haha, kok bisa mirip-mirip tipis ya.. padahal aku belom baca postingan itu. Nanti aku mampir Mak.. :))

      Delete
  13. Ikkaaa..
    itu kenapa diledekin karena gingsul siiih?
    Gingsul itu kan unyu dan pemanis banget lhoooo..

    Aku pun dulu sering diledekin karena kulitku yang eksotis ini alias item lho Ka...tapi ya sudahlah yang penting pede aja deh yaaah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huhuhu gatau mbak. Kali aja mereka iri :D:D

      Weleh mbak.. kulit eksotis kan identitas orang Indonesia.. Liat tuh bule sukanya ama cewek lokal macem kita.. hahah iya mbak :) (y)

      Delete
  14. Terima kasih dek sudah berbagi postingan ini. Rasa-rasanya saya belum terlalu mencintai diri saya. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak Icha.. sama-sama. Gapapa mbak, yang penting kan perlahan kita mau mencintai diri sendiri.. :)

      Delete
  15. saya jalan-jalan dulu ya mbak, ntar saya balik baca tulisan ini lagi, soalnya sangat panjang, jadi mau ambil cemilan dulu biar dapet santainya sambil membaca tulisan mbak yang super ini.
    buat belajar nulis gitu.?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, boleh.. boleh silakan. :D Semoga bisa mengambil hikmahnya ya :))

      Delete
  16. Masalah PD juga itu PR terbesarku , mak karena bodyku yang mungil ini :D . Kadang suka ujug2 aja muncul perasaan kayak gitu. Padahal orang lain woles aja. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Walah.. yang penting enjoy aja Mak. Ini badan siapa yang punya, gitu ya? :D

      Delete
  17. keren banget ikka postingan yg ini, ngena banget deh...sukses GA nya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih banyak mbak Dwi.. ^^ Amin.. :))

      Delete
  18. ini lg ikutan GA ya? wah pasti menang deh... tulisannya bgs ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah, sambil menebar inspirasi juga ^^ Makasiih :))

      Delete
  19. Ah kamu memang keren. Btw lagu coolkids itu kesukaan anakku banget. Kalau ngantar jemput sekolah pasti didengerin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin postingannya yang keren Mbak, bukan saya. :D
      Whoaa.. iyah, easy listening banget tuh. ^^

      Delete
  20. jempoool....emang untuk jadi PD dan menyayangi diri sendiri itu perlu usaha dan waktu...aku itu banyak kekurangan tapi kayaknya aku terlahir untuk PD...hahahha...yang penting kita harus berpikir positif dan fokus pada tujuan kita...hater itu selalu ada even kita baik...tapi walau begitu tetaplah jadi orang baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betull mbak... Haters itu akan selalu ada. Mau sebaik apa pun, gak bakal bisa mengelakkan adanya haters. Lha wong rasul kita Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam aja banyak haters-nya. :D Tapi toh, orang baik itu akan selalu banyak lovers-nya ^o^

      Delete
  21. Poin 6 dan 7 itu kalau lagi down suka nggak keinget.. Astagfirullah ya :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maka dari itu ditanamkan dalam hati, insya Allah akan jadi kebiasaan :))

      Delete
  22. postingannya enak dibaca... ngalir :*
    makasih ya mak ikutan ga ku muahhh

    ReplyDelete
  23. semuanya harus dimulai dari diri sendri yaaa....selamaat udah menang :)

    ReplyDelete

Terima kasih banyak sudah mau berkunjung dan membaca, terlebih turut meninggalkan komentar. ^o^ Mohon berkomentar secara sopan dan plisss jangan tinggalkan link hidup dan pasti langsung aku hapus. Okey? ;)

Sekali lagi terima kasih pembaca-pembaca setiaku. Tanpa kalian, apalah arti aku dan tulisanku ini. Semoga menginspirasi. :))