Thursday, October 6, 2016

Zucker Waffle & Cubite – Raya Klampis (Surabaya)

Zucker Waffle & Cubite – Raya Klampis (Surabaya)

Akhir bulan September, Muffin gajian. Yay! Bisa nyeret dia buat nyobain tempat nongkrong baru di daerah Klampis deh. Namanya Zucker Waffle, baru aja launching pertengahan September. Nah mumpung masih anget, makanya aku publish sekarang ini. Siapa tau bisa nangkring di pejwan gugel. #ihikkk

Aku tau Zucker Waffle ini dari iklan Instagram loh. Hmmm, masang iklan di Instagram sekarang ini keknya menjanjikan ya. Reach audience-nya kenceng, karena punya banyak user. Apalagi segmen kuliner emang hits banget di dunia Instagram.

Salah satu alasan yang bikin aku gercep alias gerak cepat buat nongkrongin Zucker Waffle adalah lokasinya yang nggak jauh dari kampus. Sekitar 10 – 15 menitan lah kalo ditempuh naik motor. And then... who can actually refuse a waffle? XD

Zucker Waffle bertempat di kawasan ruko yang bisa dibilang, ‘surganya tempat hangout’. Maklum deh Jl. Raya Klampis tuh dari ujung lampu merah sampe lampu merah lagi, berdiri segala rupa bidang usaha. Mulai dari café, car wash, sampe Wardah Beauty House pun ada di sini.

Buat arek Suroboyo yang bertanya-tanya kawasan ini ada di mana, lokasinya di sekitaran Universitas Narotama dan ITATS. Sesudah Jl. Arif Rahman Hakim kalau dari arah Merr (Jl. Ir. Soekarno).

Yang nyenengin, Zucker Waffle ini carinya gampang karena posisinya yang amat strategis: berseberangan dengan pom bensin. Belum lagi banner yang dipasang segede gaban, kurang nunjukin apalagi coba? XD


Kalo menurut pengamatanku pribadi ya, tempelan banner ini malah ‘mencemari’ tampilan luar café. Kayak kurang cantik aja gitu. Ya tapi namanya juga baru launching, suka-suka dia lah buat narik pengunjung LOL. Satu lagi, sayang banget peletakan nama tempat nongkrongnya terlalu tinggi. Kan kami para pengendara motor gak mudah buat mendongak. Bagusnya sih nggak terlalu jauh dari posisi pintu masuk. #IMHO

Menariknya, Zucker Waffle ini bekerja sama dengan Cubite Streetfood Surabaya dalam satu tempat. Sharing ruko gitu kali istilahnya. Kalo Zucker Waffle cuma menyuguhkan signature menu berupa olahan waffle dan es krim, Cubite lebih variatif dalam menawarkan pilihan menu. Selain kue cubit, ada samyang, menu kreasi Indomie, baked marshmallow, dan aneka kuliner kekinian.






Untuk pesan menu, di sini sistemnya kita yang mendatangi front desk. Jadi langsung milih, totalan, bayar trus duduk manis menanti pesanan tiba. Jujur aja sih aku kurang suka dengan sistem beginian soalnya aku tuh kalo pesen mesti mikir panjang. Takutnya kan lamaaa sehingga nyebelin bagi pengunjung lain. :(

Aku ngajak Muffin buat nempatin lantai dua. Seneng aja karena suasananya lebih santai dan nggak terganggu lalu-lalang datangnya pengunjung baru. Interiornya juga jauh lebih berwarna bila dibandingkan dengan yang di lantai dasar. Plus banyak spot foto buat ngeksis. *PENTING*




Pesenanku yang mendarat di meja terlebih dulu adalah Belgian Liege Waffle & Premium Ice Cream. Dua porsi dong karena lagi ada promo buy 1 get 1. Awalnya aku yakin 2 porsi ini sanggup diabisin seorang doang. Lagian yang aku tau dari akun IG-nya Zucker Waffle, ukurannya keliatan mini. Dengan sotoy-nya aku mengira bakal lhap-lhep aja menyantapnya dalam sekejap.

Rupanya aku salah besar, Genks.

Belgian Liege Waffle & Premium Ice Cream
Rp 30.000,- (exclude tax)

Waffle ini tuh beda dari waffle yang kebanyakan dijual di tempat makan lain. Kalo selama ini aku sering menjumpai karakter waffle yang garing bagian luarnya, ternyata itu masuk kategori ‘Brussels Waffle’. Sedangkan waffle yang menjadi signature menu Zucker Waffle adalah ‘Liege Waffle’.

Perbedaan kentara yang aku temukan pada wujud Liege Waffle ini adalah teksturnya yang lebih padat dan manis. Pun warnanya lebih kecoklatan bila dibandingkan dengan jenis Brussels Waffle. Harap maklum deh karena Liege Waffle ini menggunakan gula berkristal agak besar sehingga dalam proses masaknya gula ini berkaramelisasi. Pantesan pas aku ngunyah kok ada yang kriuk-kriuk gitu di dalem mulut. XD


Karena berkaramelisasi, alhasil penampilannya pun jadi lebih coklat. Tekstur Liege Waffle ini nggak ada garing-garingnya sama sekali, melainkan kenyal saat dipotong/dikunyah.

Waffle ini dihidangkan bersama 1 scoop es krim (yang sepertinya homemade). Waffle dan es krim sama-sama punya 3 varian rasa: original, cokelat, dan green tea. Selain itu juga dilengkapi dengan whipped cream (sesuai permintaan) serta taburan pemanis (bisa pilih choco chips/honeycomb/kacang karamel). Plus saus cokelat biar penampilannya makin menggoda.

Di piring pertama, ada waffle original + es krim cokelat + taburan choco chips.


Karamelnya kerasa banget di waffle original ini. Sedangkan es krim cokelatnya, no comment deh selain ENAK! Keduanya berpadu menghasilkan semacam manis legit di lidah gitu. Manisnya waffle dan manisnya es krim saat bertemu tuh kesannya saling melengkapi, bukan yang sama-sama kuat. *ihir* *awas baper*

Di piring kedua, aku punya waffle green tea + es krim green tea + taburan kacang karamel.


Sorry to say untuk waffle-nya, green tea taste kurang sip. Gimana ya, kayak nggak ada jejak aroma/rasa green tea gitu (ato aku yang nggak menyadarinya ya?). Trus nggak begitu manis juga. Kalo es krimnya mah udah oke banget. Lebih enak dari es krim green tea yang dulu pernah dijual oleh salah satu outlet bakery ternama. XD

And don’t forget about kacang karamel… sensasi crunchy-nya nyenengin pas dilahap bareng es krim. Tapi aku gak sanggup menahan manisnya. Bikin keinget jarum timbangan mulu. #eh

Tambahan, peralatan makan yang disediakan cuma garpu dan pisau. Harusnya kasih sendok juga dong, soalnya es krimnya cepat sekali leleh. Jadi bisa buat menyendoki yang udah mencair. *prinsip pelanggan ogah rugi*

“Southern” Fried Chicken Waffle Burger
Rp 32.000,- (exclude tax)

Aaakk ini mah kreasi waffle ter-yummy yang pernah coba! Best ever! Liege Waffle dengan mudahnya menggeser kenikmatan roti burger yang gitu-gitu aja. Bagaikan burger terlahir kembali. #lebay XD

Liege Waffle yang ini nggak terlalu berkaramel, bahkan ada campuran herbs alias dedaunan apalah gitu.


Menu ini terdiri dari dua tangkup Liege Waffle, fillet ayam berbalut tepung roti, selada, bawang bombay caramelized, selembar keju, dan dibumbui honey mustard. Agak susah sih mendefinisikan honey mustard, yang pasti kesannya gurih-manis yang seger. Bumbu semacam ini langsung jadi favoritku, dibandingkan dengan bumbu di burger lain.

Liege Waffle yang kenyal dipadu dengan fried chicken yang juicy plus honey mustard, menciptakan kelezatan tiada tara. Sepanjang makan menu ini, aku bolak-balik nyebut, “Ya Allah.. enak bangeeet…”

Avocado Coffee
Rp 20.000,- (exclude tax)

Ini tuh minuman blended apukat yang dikasih essence kopi. Aku emang suka perpaduan apukat dengan essence kopi karena unik dan enak aja. Cuma aku gak yakin sih ini pake apukat beneran apa nggak soalnya nggak begitu kental. Mungkin dikasih dikit, who knows? Dan kalo terlalu kental juga bikin kenyang sih. So, yang ini pas kok.


Ovoboom
Rp 25.000,- (exclude tax)

Yang ini juga minuman blended. Rasa coklat dengan topping sereal Milo dan Ovomaltine. Sayangnya buatku dan Muffin kurang sip. Minumannya gak begitu manis, mungkin karena ada Ovomaltine-nya ya. Lah masalahnya kan tekstur Ovamaltine itu kan menggumpal, gak bisa nyampur. Mau gak mau kudu dimakan kan dan itu tuh muanis bangeet. Berisiko bikin gigi cekit-cekit buat yang sensitif.



Overall….

Rasa & kualitas: untuk olahan waffle-nya, JUARAK deh. Adonannya padat dan kaya citarasa. Apalagi jenis Liege Waffle ini belum jamak di Indonesia, so user experience-nya bakal beda dengan waffle kebanyakan. Cuma aku kurang begitu cocok kalo waffle ini dipadu sama es krim. Karena teksturnya yang kenyal susah dipotong dan kurang nyatu saat dicocolin ama es krim.

Untuk minumannya, mereka ini punya Cubite. Sorry to say, nggak begitu nagih sih.

Harga: nah ini. Kan awalnya aku ngirain waffle-nya biasa kek dijual di tempat lain. Gak nyangka kalo harganya cukup melangit. :O Kirain 20-an, nyatanya 30 ribu. Haisssh. Yah no offense, es krimnya enak dan gede sih.

Oya mereka juga nyediain wonut aka waffle donut. Alias single waffle dengan topping aneka rupa. Per biji 10 ribu kalo gak salah. Aku pun kurang tau harga segitu harga asli ato karena promo. ._.



Keknya enak banget looooh, mau beli tapi gara-gara totalan mencapai Rp 117.700,- jadi urung deh hiks.

Kalo minumannya sih standar harga café ya, gak bisa dibilang murah/mahal juga.

klik untuk memperbesar
klik untuk memperbesar
klik untuk memperbesar

Pelayanan: aku suka sih pegawainya ramah-ramah. Trus pas minta sendok juga diambilin gak pake lama.

Fasilitas: ada wifi tapi aku nggak nyobain karena sinyal internetku sendiri udah banter. #sombooong XD Wastafel dilengkapi dengan cermin, sehingga bisa curi-curi pandang buat ngaca. Toilet? Ada tapi aku nggak pake. Musala? Aku nggak tanya sih, tapi menurut pengamatanku nggak ada.

Tersedia smoking area di setiap lantai.

Untuk parkir, rada susah kali ya buat mobil. Soalnya kawasan Raya Klampis ini tempatnya berdempetan, penuh sesak. Area parkir aja cuma sepetak di depan ruko.

Tempat: atmosfernya bikin betah buat berlama-lama. Selain buat nongkrong rame ama temen, di sini juga asik buat nge-date ria. Yang lantai 2 sih lebih kerasa suasananya buat bermesraan.

Desain interiornya juga cukup bagus, eye catchy abis. Cuma nggak terkonsep sih dari lantai dasar sampe atas, but it's okay. Apalagi bagus buat pepotoan. #heaaa Eh trus ada dinding kawat buat kita nempel kertas post it tentang kesan saat berkunjung ke sini.



Howyeah berharap banget aku bisa ke sini lagi. Sampe sekarang masih kebayang waffle burgernya enak sumpaaah huhuhuhu.

Berharap ada yang nraktir (selain suami),
-Hilda Ikka-


Zucker Waffle & Cubite Streetfood Surabaya
Jl. Klampis Jaya 16A, Surabaya (seberang pom bensin)
Buka setiap hari, pukul 11.00 – 22.00 WIB
IG: @zuckerwafflesurabaya , @cubite.surabaya

17 comments :

  1. kapan2 nyobak yg burger daging yukz, penasaran hahahaha :D

    ReplyDelete
  2. Wafflenya kayaknya enak bangeet ituuu 😇😇😇. Bisa jadi tempat nongkrong yg asyik yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget Mbaaak. Tapi rada mahal buat mahasiswa pas-pasan sih haha

      Delete
  3. Waffle burgernya bikin ngileeeer :(

    Tapi iya bener sik, bannernya malah bikin gak kece yes!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo Mbak Beby, main ke Surabaya nanti kita ke sini :D

      Delete
  4. Lucu ya bisa nempelin kertas warna warni itu. Kebanyakan dari kita kan memang senang meninggalkan "jejak". Aku ngiler liat minumannya. ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah, semoga punyaku dibaca ama pengunjung lain soalnya promosi blog wkwkwk

      Delete
  5. Waffle burger dan ayamnya bikin laper mbak :D
    Kapan2 kalau mudik ke Surabaya nyobain ke sana ah :D

    ReplyDelete
  6. kok enakkkkk aku laaaapeeerrr dari kemaren2 sliweran potonaa huhuhu

    ReplyDelete
  7. Hmmm sebagai pecinta Waffle kudu ke sini

    ReplyDelete
  8. Waaaahhh... sukses bikin aku glek...glek. btw foto yg terakhir itu looohhhhhh seksoy abes

    ReplyDelete
  9. Tempatnya kekinian interiornya. Enak buat nongkrong kayaknya :D

    ReplyDelete
  10. keren banget, tempatnya enak buat nongkrong..

    ReplyDelete
  11. Jadi ingin, apalagi deket kampus. Akan tetapi harganya :(

    ReplyDelete
  12. aduh aduh mupeng Fried Chicken Waffle Burger yummmm....
    tempatnya ramah anak gak ya mbak ?

    ReplyDelete

Terima kasih banyak sudah mau berkunjung dan membaca, terlebih turut meninggalkan komentar. ^o^ Mohon berkomentar secara sopan dan plisss jangan tinggalkan link hidup dan pasti langsung aku hapus. Okey? ;)

Sekali lagi terima kasih pembaca-pembaca setiaku. Tanpa kalian, apalah arti aku dan tulisanku ini. Semoga menginspirasi. :))