5 Hal yang Tidak Inspiratif dari Kisah Cinta Haqy - Selma

5 Hal yang Tidak Inspiratif dari Kisah Cinta Haqy - Selma

Belom basi kan yes topiknya? Apalah aku yang selalu muncul di saat semua udah 'adem'. Wkwk.

Jadi gimana, kamu #teamselma atau #teamsenna? Ato, malah nggak 'dong' ama apa yang aku omongin?

Yaudalah jangan kayak orang susah, baca dulu gih artikelnya di Hipwee. Abis itu balik lagi ke sini. Awas lho kalo nggak balik, ntar bakal aku datengin di alam mimpi sambil joget poco-poco.

Link Hipwee: Kisah Cinta Realistis Haqy - Selma

Iyes, jamaah fesbuk akhirnya terbagi ke dalam 2 kubu. Pertama #teamSelma yang mengelu-elukan keputusannya menikahi Haqy Rais begitu berani, realistis dan menginspirasi. Sementara kubu lainnya, nge-pukpuk Senna yang masih berkutat dengan pendidikan taruna kepolisiannya.

(Anyway, awalnya aku janjian ama Mbak Windi Teguh buat publish bareng. Tapi aku masih nge-blank jadi Mbak Windi deh yang maju. Tulisannya bagus banget dan aku setuju polll.. bahkan menginspirasi aku buat bikin tulisan ini.)

Baca postingan Mbak Windi: Jodoh di Tangan Tuhan

Kalo aku masuk kubu mana nih?
Bikin kubu sendiri dong yes, kubu yang cuma bisa komentarin hidup Selma padahal nggak ikut bayarin hidupnya LOL. TAPIIIII, ada tapi-nya gengs... tapi semoga tulisan 'ngomen hidup orang' ini bisa diambil hikmah/nilai positifnya.

Jujur, reaksi pertamaku pas tau kisah ini dan ngebaca caption IG Mbak-nya yang dia sebut dengan "Misi Inspirasi", pengen banget rasanya teriak pas di kupingnya,

"Helloooow, menginspirasi untuk nembak pacar orang? Menginspirasi untuk 'gapapa lah putusin aja pacar gua kalo ada yang ngelamar kayak Babang Haqy.' Gitu?"


Nikah ya nikah aja. Gak usah pake bilang menginspirasi segala ah. Soalnya ada beberapa hal yang menurutku perlu digaris bawahi kalo itu sama sekali nggak inspiratif!

1. Mbak Selma, itu realistis... bukan inspiratif

Menurutku, inspiratif itu ketika Mbak Selma tetap setia kepada Mas Senna (sang mantan), menunggu sekolah tarunanya kelar untuk membangun hidup bersama. Karena menunggu (lama) adalah hal yang sulit bagi perempuan, itu akan jadi hal luar biasa kalau Mbak Selma melakukannya.

Atau memutuskan single dan percaya kalo Allah akan mempertemukan Mbak Selma dengan jodohnya di waktu yang tepat. Lalu Mas Haqy pun datang, tanpa ada drama 'mantan ditinggal nikah'. Jelas ini amat menginspirasi, dapet tepuk tangan sejagat endonesa raya.


Nah, ketika Mbak Selma menerima lamaran Haqy Rais yang tampan, mapan, dan soleh tentu bukan suatu hal yang 'wah' di cara pandang masyarakat kita. Yaiyalah siapa sih yang nggak mau punya pendamping hidup paket komplit seperti itu? Realistis sih.

Lagipula kejadian kayak gini udah lumrah di masyarakat umum. Buktinya sewaktu kisah ini mencuat, banyak orang yang curcol, "Iya, saya dulu juga begitu... dst."


Yang lucu, di salah satu caption IG Mbak Selma bilang kalo dia memilih Haqy bukan karena kemapanan semata, tapi karena punya visi misi yang sejalan. Bagus sih, cuma captionnya rada berlebihan juga karena seolah nggak mau dicap 'memilih karena mapan'. Yaelah ngaku aja Mbaaak gak usah malu. Kalo nggak mapan gimana bisa langsung umroh, foto prewed cetar, dan nikah dengan resepsi mewah?

Trus yang soal Selma diperbolehkan kuliah + bekerja setelah menikah, aku berasumsi kalo Haqy pasti ada duit dong buat nyewa ART. Nah, lagi-lagi duit kan? Gitu kok emoh dicap mapan. XD

2. Memutuskan setelah dilamar orang

Di timeline FB banyak banget berseliweran status, "Yang tidak boleh direbut itu calon istri (sudah dikhitbah), dalam hukum Islam. Kalau masih berstatus pacar sih ya sah-sah aja."


Hmm, repot deh kalo udah bawa-bawa hukum agama. Aku gak mau bahas ini pake konteks agama ya, karena yang mau aku urai lebih ke sisi humanisnya.

Gini deh, yang namanya pacaran itu kan hubungan yang disepakati oleh kedua belah pihak. Yang menjalani ya sama-sama tahu gimana lah. Kalo ada apa-apa ya perlu dikomunikasikan, apalagi yang menyangkut masa depan. Kalo emang Mbak Selma dari dulu punya target menikah maksimal di usia 25 tahun, ya berarti harusnya udah dibicarain dong dengan Mas Senna.

Aku kutip captionnya Mbak Senna ya.
___
Menurutku, jadi PRIA SEJATI itu harus punya tujuan hidup
Mau kerja tahun berapa, nikah tahun berapa, dan goals apa aja dalam hidupnya.
Kita WAJIB tahu, apakah goals yang ia 'set' sesuai dengan goals kita atau tidak. Apakah mimpi yang hendak ia capai itu selaras dengan tujuan hidup kita atau tidak, sehingga kita bisa hidup bersama tanpa ADA SATU PIHAK PUN YANG SETENGAH HATI MENJALANINYA.
___

Ini lawak banget gengs. Kalo Mbak Selma bikin caption kayak gitu, ya berarti harusnya tau dong apa goal/tujuan hidup Mas Senna. Harusnya ya dia ngerti, sesuai gak Mas Senna ama tujuan hidup dia. Nah kalo emang nggak cocok kenapa diterusin sih yaelaaah. Ini kesalahan Mbak Selma dari awal: nggak tegas terhadap diri sendiri (dan orang lain). Padahal Mbak Selma sendiri yang bilang, "HIDUP ADALAH PILIHAN. Aku adalah wanita, dan aku punya HAK UNTUK MEMUTUSKAN."

Nah kenapa haknya nggak digunakan dari dulu neeeeeng?

Mungkin Mbak Selma nggak ingin melukai perasaan Mas Senna? Iya, terus ujung-ujungnya juga ninggalin Mas Senna ya pasti lebih nyakitin lah BHAHAHAHAHA lawaq.


3. Pacaran nggak cocok tapi tetep diterusin

Trus dari caption juga seolah menyiratkan Mbak Selma menjalin hubungan dengan Mas Senna 'dengan rasa terpaksa'. Padahal yang namanya menjalin hubungan itu kan emang butuh kompromi + dilakukan secara sadar. Kalo ada rasa terpaksa berarti hubungan itu nggak sehat (karena sejatinya harus sama-sama hepi). Kalo hubungan itu nggak sehat ya PERBAIKIN atau TINGGALIN.

Kok Mbak Selma kayak pasrah gitu.

Nggak teges ah, nggak inspiratif dong. Nggak berani untuk stay single?


4. Menjelek-jelekkan mantan (di ruang publik pula omaygaaad..)

Jadi gini lho, yang namanya menjalin hubungan itu kan pasti kedua belah pihak sama-sama belajar dan bertumbuh. Entah hubungan itu nantinya berhasil ato enggak. Kalo pun enggak berhasil, tetep ada kan pelajaran yang diambil dari hubungan itu. Bahkan biasanya kepribadian seseorang juga ikut berubah (ke arah positif, misalnya).

Bisa dibilang, masa lalu juga punya andil dalam pembentukan diri kita yang sekarang.

Trus ngebaca caption IG Mbak Selma yang menyinggung soal PRIA SEJATI, kok seolah-olah menjatuhkan nilai Mas Senna. Seakan-akan menggiring opini publik kalo Mas Senna itu lho nggak baik, dia yang membuat Senna seperti ini, dan semacamnya.

Aduh Mbak, aku harap Mbak Selma sadar kalo Mas Senna itu ya pernah jadi bagian dari hidup Mbak, punya andil dalam proses pendewasaan Mbak Selma.


Aku ambil contoh, suamiku sama mantannya dulu. Aku kasih tau, Muffin ini sabarnya nggak ketulungan kalo dibandingin ama aku yang bersumbu pendek. Apakah dari dulu emang Muffin orangnya penyabar?

Enggak juga, katanya. Rupanya selama dia pacaran dengan Mbak Mantan yang blablabla (suka bikin makan ati), Muffin belajar mengendalikan diri. Biar pun hubungannya kandas dan terbukti bahwa Mbak Mantan ini jahara minta ampun, tapi Muffin gak pernah lho ngejelekin dia seujung kuku sekali pun! Bahkan nggak mau membanding-bandingkan, lebih baik mana dia sama aku. Karena menurutnya, kami berdua adalah perempuan berbeda ya gak bisa dibandingkan lah.

Awwww, my wise man. Trus dia bilang, tetep lah aku yang terbaik karena terbukti aku yang jadi istrinya. Ulalaaaa~

5. Nggak etis!

Pacaran yang melibatkan orang dewasa, itu kan pake komitmen. Selama masih berkomitmen bersama, yaudah hargai komitmennya. Komitmen dalam berpacaran itu ya ibarat janji. Mau seburuk apa pun pasangannya, kalo masih berkomitmen bersama ya tetep hargain. Kalo nggak sanggup atau nggak mau lagi, yaudah putusin komitmennya. JANGAN NUNGGU DITIKUNG.


Kalo mau menunggu, ya menunggu jodoh dengan cara yang baik. Misalnya dengan stay single + terus memperbaiki diri. Itu baru inspiratif. Kalo kayak Mbak Selma, dengan dalih biar nggak usah lama-lama pacaran, yaelaaaaah ya gak usah pacaran aja.

Mas Haqy juga menurutku kurang gentle sih. Biar pun berani melamar Mbak Selma, kenapa situ gak sekalian minta langsung ke Mas Senna? Padahal sadar kalo perbuatannya itu nggak etis, why oh whyyyyyy? *gemes*

Oh man, kalo mau gentle sekalian izin ke Mas Senna! Izin kalo kamu mau nikung Mbak Selma!

Wahai ladies, aku harap kalian nggak mencontoh perbuatan Mbak Selma ini. TEGAS LAH TERHADAP DIRIMU SENDIRI. Kalo memang kamu merasa nggak cocok dengan laki-laki yang mendekati/menjadi pacarmu, SEGERA AMBIL SIKAP. Jangan nunggu ditikung!


Karena ada hal yang lebih penting dari mencari laki-laki yang pasti (siap melamar/menikah), yakni: mencari laki-laki yang tepat! Laki-laki yang punya visi misi hidup yang sejalan dengan kita, mau bertumbuh + berproses dewasa bersama, dan lain sebagainya.

Betewe, aku punya temen cewek (sebut saja Mila) yang baru putus dari pacarnya (sebut aja Ashton). Jujur pas aku tau mereka putus, aku kaget banget. Karena setauku Ashton yang baru lulus udah dapet pekerjaan mapan dan siap melamar Mila begitu dia lulus (FYI: Mila masih duduk di semester akhir). Mila sendiri juga kepingin kok nikah muda. Tapi dia berani tegas memutuskan hubungannya dengan Ashton ketika menyadari adanya ketidakcocokan. Gak perlu nunggu ditikung ato punya cadangan. Salut!

Jadi ladies, kalo kamu kepengin nikah muda tapi pacar kamu nggak menyanggupinya, ya bilang sama pacarmu. Bilang kalo kamu punya cita-cita menikah muda sama orang yang ganteng, mapan, dan beriman kayak Babang Haqy. Jadi putuskanlah tanpa harus ditikung terlebih dulu. Okey?


Teruntuk Mas Senna, beruntunglah dikau nggak berjodoh dengan Mbak Selma. Karena sapa tau kelak kalo jadi istri Mas Senna, eh Mbak Selma mau-mau aja ditikung orang. *upsss

Awas tikungan tajam, lindungi pasangan Anda.
-Hilda Ikka-

51 comments

  1. bahahaha mungkin karena dia nikah sama anak petinggi, yang nikung notabene ceweknya punya cowok, jadi menginspirasi buat orang lain keknya cmiiw. Tapi aku doanya semoga bahagia dengan pilihan masing2. dan buat senna semoga dapat jodoh yang shalihah lahir batin...

    ReplyDelete
  2. aku pernah ngalamin, ada yg mau nglamar..lebih mapan bla bla..trus akunya tetep nungguin si pacar yg maish belum jelas. endingnya kami putus juga karena ketidakkjelasan itu.

    jadi aku pro Haqi ahahah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya kalo nggak jelas ya ditinggal aja Mbak, jangan ditungguin hihi

      Delete
  3. Menurutku juga biasa aja ngga mengibspirasi jg,biasa ajalah realistik, tapi mbok ngga usah diumumin seIndonesia klo dia ninggalin pacarnya demi suaminya kini....orang2 pada tahu, si pacar udah sakit double2 sakitnya, klo dia post di IG menikah tanpa pembelaan diri tanpa bilang2 ninggalin pacarnya...org2 kan ngga kepo dan biasa aja, ngga ada juga org yg kepo dia punya pacar apa ngga

    ReplyDelete
  4. Saya pilih single saat pasangan sudah ngak bisa mendapat kejelasan kedepannya, dan kedepannya akan mendapatkan pasangan yang saling melengkapi
    .
    .
    Mas senna pukpuk sing sabar ngih, buktikan kalau sudah ditikung pun bisa dapet yg terbaik 👍👍

    ReplyDelete
  5. Aku gak ngubu kemana mana, semoga dengan adanya selma ini, para wanita lebih wise dalam memutuskan sesuatu. Gak usahlah perlu dicrita detail, malah akan menyakitkan pihak lain.

    Anyway, semoga kita semua diberikan kebahagiaan dalam. berumah tangga yes.

    ReplyDelete
  6. Mba Hilda salam kenal,, baru pertama kali mampir ke blog-mu, aku langsung jatuh hati sama bahasamu, enyaak gurih2 menusuk,, hahhha
    Aku sih #teamsenna (btw aku bru tau nama mantan si mbak-nya itu mas Senna, knp? Krn sama kaya penjelasan mba di atas, klo emang gak cocok, harus berani memutuskan, bukan malah nungguin ada yg nikung,, namanya ndak tegas itu,,
    Apalagi kurang respect pas kepoin IG nya, ada giveaway yg isinya klo kita menang, dpet 2 tiket vip, jdi nnti klo dtg ke pernikahannya mba selma dan mas haqy, pas salaman sama makan gak usah antri, sumpah ini apa banget ����

    Aniwey, salam kenal mba Hilda..

    ReplyDelete
  7. Hahahhaa yang kocak si foto2 yang Bergerak itu Da ( nyebutnya Apa si foto begini ) dan suka kamu sebut realistic not inspiratif 😉

    ReplyDelete
  8. ya udahlah ya kan mbak..

    Mas Senna sini ajalah buat akkoh ..
    Boleh gak yaaa...

    digombrang-gombrengin gini luka dalam itu keknya hati mas sennanya :(
    *kabuuuuuurr*

    ReplyDelete
  9. Aku juga gak suka sama sikap seakan-akan menjelek-jelekan mantan di publik. Tapi ya sudahlah. Semoga jodohnya hehehe.

    ReplyDelete
  10. Xixixix senna oh senna.

    Akhirnya kelar jg ya tulisannya

    ReplyDelete
  11. Yg bikin bete itu dia ngumbar alibinya di ruang publik, demi pencintraan. Trus bikin caption utk menggiring opini publik seolah2 Senna tuh bajingan. Nyatanya dia tuh yg ga bs pegang komitmen.

    ReplyDelete
  12. Kelima poinnya setuju, kebayang aja keluarga besarnya mas Senna. Duh dek, hari gini nyari followers kok bikin sinetron realita #eh

    ReplyDelete
  13. Saiki aku wis 'dong' cerita yg ini Ik. hahaha

    ReplyDelete
  14. jadi penasaran sama ceritanya senna dan salma, saya kok kudet banget ya sampai gak tahu ada cerita menarik kek gini, hihihi

    ReplyDelete
  15. Caption ig mbaknya kepanjangan dan belibet sih, hahahaha

    ReplyDelete
  16. Hahaha, masih hangat dibicarakan ya Mbak Selma ini. Kalau menurut aku sih caption panjangnya itu adalah salah satu bentuk ngelesnya dia walau kalau aku di posisi dia pasti akan milih Haqy juga. Tapi yang pasti nggak harus bikin caption pembelaan panjang lebar gitu dengan menjatuhkan orang lain.

    ReplyDelete
  17. Setelah baca caption ig-nya fix aku team mantannya (waktu itu blom tau namanya) ahahaha :D Iya sih stuju mba itu bukan menginspirasi, biasa aja realistis bgt.. Tapi kok yo gitu tho yooo jdnya kan malah kesannya agak menghakimi si mantan.. pukpuk dek Senna..

    ReplyDelete
  18. Gak menginspirasi juga menurutku. Yang paling utama, karena si mbaknya ini menuliskan kisahnya di publik. Tolonglah, sudah menyakiti hati mantan, masih juga dibahas di publik. Seperti mencari pembenaran atas apa yang dilakukannya. Dan keliatan gak mau namanya jelek karena memilih untuk realistis.

    ReplyDelete
  19. Kdg cwe emang tkt dibilang jomblo kali ya jd gk mw putis dlu sblm ada serep. tp gk cwe doang sih cwo jg kyknya. Tp ya sudahlah mungkin Mba Selma dicibirin bnyk org (di dunia nyata) gara2 keputusannya itu makannya nyerang balik, hihi. Puk2 dua2nya :D

    ReplyDelete
  20. Menurutku ga salah sih dia nerima Haqy, tp ya agak lebay aja caption2 nya. Caption2 Selma emang kesannya jadi kyak menyalahkan Senna ya. Padahal ya kalo emang ga mau nunggu, merasa setengah hati yaudah sih putus aja.

    ReplyDelete
  21. Iyes, keputusannya sih terserah. Tapi caption buat klarifikasinya itu lho ... Cian mas mantan ngahaha.

    ReplyDelete
  22. Yang bikin gemes captionnya....

    ReplyDelete
  23. semoga Mas Senna kelak mendapatkan jodoh yang lebih segala-galanya dari Mba Selma, aamin

    ReplyDelete
  24. Setuju sekali dengan postingan ini, entah kenapa saya merasa Selma ini ingin merasa benar dengan menyalahkan orang. Ya nikah mah nikah aja, gapapa lah wong Haqy emang suamiable, tapi captionnya seakan mengatakan Senna bukan pria sejati itu yang bikin minus. Semangat ya mas Senna semoga mendapat yang terbaik.

    ReplyDelete
  25. Aku bukan tim siapa2 hahaha
    Moga2 aja Senna maupun Selma atau Haqi sama2 bahagia deh ya
    Aku orangnya sebodo amat sama mereka lol

    ReplyDelete
  26. iya juga ya.. hahaha baru sadar emang Selma bilang menginspirasi? hahaha tak pikir cuma ada kata realistis, hahhaha mungkin saja mbak Selma tidak mau menjadi single karena you know lah Indonesia, orang jomblo aja dibully. Apalagi cewek cantik kek Selma yang semisal aja waktu itu dia memilih untuk jomblo :D :D :D

    ReplyDelete
  27. Nah poin ke4 itu yg bikin gemes sebenernya :p. Aku sih ga nyalahin dia mau pilih haqy ato senna. Kalo memang haqi krn lbh kaya dan mapan (pasti inikan alasan utamanya :p) ya monggooo.. Tp jgn pake cuap2 di sosmed seolah jelekin mantan.. Itu yg rada nyebelin ya :p. Udh si mantan terluka, ya udhlah... Ga ush dibikin makin malu dan sampe seindonesia raya tau . Bagus poin2nya mba :)

    ReplyDelete
  28. Setuju sama pandangannya Mbak :) mmg kurang layak klo disebut inspiratif sih..

    ReplyDelete
  29. Kalau saya ga masuk ke kedua kubu itu. Mending ga usah pacaran, jadi pas ada yg lamar tinggal nikah, ga ada mantan yg tersakiti. Kan lebih tenang ngejalaninnya kalau ga punya mantan. Wkwkwk.

    ReplyDelete
  30. Kalau saya ga masuk ke kedua kubu itu. Mending ga usah pacaran, jadi pas ada yg lamar tinggal nikah, ga ada mantan yg tersakiti. Kan lebih tenang ngejalaninnya kalau ga punya mantan. Wkwkwk.

    ReplyDelete
  31. Penuh prokontra ya tanggepannya, ya tp mau gimana lagi pada kenyataanya kt kan gak tau nanti di masa depan akan seperti apa dan bagaimana, jadi ya mungkin emg udah jalannya ky gt kali ya, tp btw kasian jg ya mantannya udh skt hati di jelek*in pula oh noooooo

    ReplyDelete
  32. Teamsenna.com duh ngapain seh pake bikin alibi menjatuhkan pasangannya d publik mbok dkonsumsi sendiri aja.

    Eniweii salam kenal yaa mbaa, blognya baguss

    ReplyDelete
  33. Seandainya yang datang itu pangeran biasa aja...modal soleh doang....paling juga bakalan beda ceritanya..

    ReplyDelete
  34. Yeay #teamsenna .. Aku share ya mba, entahlah,aku gk suka sm drama yang ujung2nya si chaebolbyg menang tnpa kerja keras.gila drakor banget.

    ReplyDelete
  35. Haha realistis beda tipis sama oportunis. Di IG haqy justru banyak cowok yang komen Lo, salah satunya, "Bro, buka kursus nikung aja". Duh, kasian ya jadi melebar kemana-mana, apalagi ortunya orang terkenal pulak.

    Semoga Senna mendapatkan jodoh yang terbaik, aamiin.

    ReplyDelete
  36. Aku pas baca artikelnya sempat bingung malah kenapa nih cewek repot-repot bikin penjelasan kenapa dia nikah sama suaminya dan ninggalin mantannya. Pas baca sampai selesai baru ngeh kalau yg jadi suami itu anaknya pak amin rais. Tapi ya tetap ngerasa nggak penting juga sih buat dijelasin. Heu

    ReplyDelete
  37. Iya, nggak inspiratif blassss! Sakit ati aku #teamsenna. Menjomblo itu lebih terhormat daripada menggantung atau menjadikan orang sebagai cadangan. Jahat!

    ReplyDelete
  38. Pukpukin Senna. Ini kalau Selma baca ini gimana ya, wkwkwk. Mungkin dia menyesal sudah play victim ke Senna gitu. Hihihi :D
    Sebenarnya Selma gak usah lah ya njelasin repot-repot ke sana ke mari sampai bikin caption panjang banget gitu.

    ReplyDelete
  39. Iya ya... Yg menggelitik itu poin 2, saya baru tau klu dia mutusin setelah Nerima dr orang lain. Klu dlm lamaran, memang hrs diputus dulu, seperti halnya dalam proses jual beli, klu sdh menetapkan satu produk oleh pembeli, penjual jangan menjual produk tersebut pd orang lain sebelum yg memutuskan itu membatalkannya. Karena sdh ada dlm penetapan keputusan. Kecuali ada perkataan, saya masih milih-milih dulu ya... Maka itu bisa, krn masih milih-milih, dlm fikih, namanya masa khiyar.
    Kalau proses pacarannya ada komunikasi, misalnya, pacaran kita msh peluang terbuka klu ada yg melamar, dan cocok, bisa pindah, maka itu nggak apa2.
    Pada dasarnya sih agama sangat menjunjung tinggi hubungan antar sesama manusia utk tdk saling menyakiti.
    #asaseriuskieukomentehhehehehe...

    ReplyDelete
  40. waaah rame banget ternyata pro kontra kisah mereka XD
    aku sempat respect sama mas haqy, dengan ketampanan kemapanan dan ke-an lainnya.. perfect banget. Maulah kebagian satu lagi yang kayak gitu ahaha

    ujungujungnya ya sudahlah.. mungkin memang takdirnya begitu, takdirnya si mantan ditinggal dengan cara ngenes #pukpukmasSenna, dan pasti banyak wanita lain yang lebih baik didepan sana ~

    Btw aku udah lama ga mampir kesiniii.. baru tau kalo mba udah nikah XD waaah, selamat ya. Kapan ituu? ahaha
    Aku ditikung nih *eh *malahcurhat wkwk

    Btw yang ke2, sampe skrg masih istiqomah banget nulisnya ya mba.. ga kayak aku *jadimalusendiri* :/

    See yaa ~

    ReplyDelete
  41. Haha..Selma mencoba mengispirasi para gadis untuk pilih yang terbaik dari yang baik. Tapi aku setuju sih, kalo dari awal pengen buru-buru nikah, mestinya berani memutuskan apakah dengan Senna perlu dilanjut atau tidak. Ngga perlu menunggu ada Haqy atau engga. It hurts lah..

    Dan buat Mas Senna.. Semoga dapet yg lebih baik yaa..aamiin. Di IGnya udah banyak yg komen "mau ngga sama aku?" to? Tinggal dipilih aja. Haha..

    ReplyDelete
  42. AKu gak pro siapa2, tapi ikut ndoain moga yang ditingal ketemu jodoh yg lbh baik aamiin :D

    ReplyDelete
  43. aku ngga ngikutan kehebohannya tapi bener juga sih dengan catatanmu..Ngga oke et ngga etis banget ya untuk menjelek-jelekkan orang lain..

    ReplyDelete
  44. Apa ini apa?!!! Hiiii jadi kepo nih! *brb googling*

    Tapi ia benar, kalau emang sudah gak cocok ya sudah langsung akhiri! Jangan nunggu ada gantinya dulu. Hahaha... tapi bener juga siapa si yang gak mau suami cakep dan tajir, terus baik pula katanya hehehe

    ReplyDelete
  45. Aku terdiam sejenak dan mencoba merenungi kata-kata ini:
    Menurutku, jadi PRIA SEJATI itu harus punya tujuan hidup
    Mau kerja tahun berapa, nikah tahun berapa, dan goals apa aja dalam hidupnya.
    Kita WAJIB tahu, apakah goals yang ia 'set' sesuai dengan goals kita atau tidak. Apakah mimpi yang hendak ia capai itu selaras dengan tujuan hidup kita atau tidak, sehingga kita bisa hidup bersama tanpa ADA SATU PIHAK PUN YANG SETENGAH HATI MENJALANINYA.

    Semoga aku cepat dipertemukan...

    ReplyDelete
  46. iyes yah... inspiratif sama realistis itu beda. Beda juauh. Beda prinsip. Beda keyakinan *loh wkwkw

    Mbak selma bagus di caption, sakit di hati mas senna.
    Wkwkwkw
    Aku kubu netral oleh nggak iki ? :D
    Enak emang ngomentarin hidup orang yah wkakakaka. Tapi ya bener sih gimana gimana memang harus di petik hikmahnya, btw pohon hikmah ada dimana biar bisa dipetik?
    *krik

    Aku pun kalau jadi selma pasti gak nolaksih. Karena itu realistis.
    Wkakkaa

    ReplyDelete
  47. Ikaaaaaa daku setuju banget sama postingan kamu yang indyaaaang! Aku bahkan sampe nganga pernikahan Selma Haqy nembus The Bride Dept, padahal mah... apalagi IMHO pencitraan dese via sosmed berbanding terbalik sama kenyataan, bawaannya mau ngikik sambil nyemil. Tapi yastralah, mengenai peringatan 'tikungan tajam' insya Allah aman. Udah dimantrain *lho* :DD

    ReplyDelete
  48. Aku tidak menganggapnya inspiratif, not at all. Mengumbar hal seperti ini, dengan playing victim seolah dia menjadi orang yang bisa bangkit dari pengalaman pahit dengan Senna. Lha, pahit apaan ya, kebetulan kakakknya Senna ini temanku dan dia sangat marah & kecewa melihat adiknya ditinggalkan hanya karena masalah kesiapan (materi, ya kalau boleh dibilang). Benar Mbak, dia realistis, tapi tidak inspiratif. Aku heran kisah beginian lalu jadi junjungan dedek-dedek yg keburu nikah -_-"

    ReplyDelete

Terima kasih banyak sudah mau berkunjung dan membaca, terlebih turut meninggalkan komentar. ^o^ Mohon berkomentar secara sopan dan plisss jangan tinggalkan link hidup dan pasti langsung aku hapus. Okey? ;)

Sekali lagi terima kasih pembaca-pembaca setiaku. Tanpa kalian, apalah arti aku dan tulisanku ini. Semoga menginspirasi. :))

Sexy Red Lips