4 Oleh-Oleh Khas Surabaya


Chocoreaders ada yang tertarik jalan-jalan ke Surabaya bulan depan? Kan bulan Mei ada banyak tanggal merah plus harpitnas (Hari Kecepit Nasional). Pasti banyak orang yang memanfaatkannya sebagai liburan. Termasuk kamu kan, ya? *nuduh :p Apalagi Surabaya punya destinasi wisata yang cukup untuk dikunjungi selama beberapa hari. Mulai dari museum hingga taman hiburan. Untuk kuliner pun gak kalah banyak. Ada rujak cingur, lontong balap, dan lainnya. Tapi aku gak akan membahas itu semua, karena yang ingin aku ceritakan sebenernya adalah 4 oleh-oleh khas Surabaya. :D

Let’s see, apa aja sih buah tangan yang bisa dibawa pulang sekembali dari Kota Pahlawan ini?

The Beauty Blue in Saphire


Awalnya, aku gak pernah ambil pusing mengurusi busana untuk dipakai ke acara resepsi pernikahan. Dulunya aku juga sering mengernyitkan dahi bila mendapati pelanggan ibu yang bersorak kegirangan mendapati busana yang bagus untuk dipakai ke acara mantenan (FYI, ibu membuka toko baju di rumah). Pikirku waktu itu, emang kenapa sih dateng ke acara mantenan kudu tampil memesona habis-habisan?

Dibikin Takjub di Basha Market


Siapa yang suka dateng ke pameran? Hayo tunjuk tangan.. Berarti kita klop nih. Apalagi kalo itu pameran industri kreatif, ada bazaar, dan yang terpenting: free entry! Wuhuu, aku bangeeet. *nganut prinsip Mak Irits* Lebih enak lagi kalo tempatnya di dalem mall, biar sekalian ngadem gitu. xixixi.

Kesemua hal yang kusebutkan tadi, ada di Basha Market. Sebuah pameran industri kreatif yang diselenggarakan oleh Universitas Ciputra yang mendukung daya wirausaha melalui stand bazar dan workshop (yang berbayar). Berlokasi di Atrium Mall Tunjungan Plaza lantai 6, pada tahun 2015 ini merupakan kali kedua Basha Market diadakan. Yang pertama dilaksanakan pada Desember lalu dan aku beruntung karena (secara tidak sengaja) sempat mengunjungi pamerannya. And that was really awesome! Membuatku gak mau melewatkan Basha Market yang kedua ini.

Buah Jatuh Tak Selalu dari Pohonnya

Aku, ibu, dan adikku
Terus dari mana, dong?

Ya bisa jadi langsung jatuh dari langit! :D
Emang ada, ya?

Hahaha, ini adalah ungkapanku untuk kasus genetik pembawa sifat menurun dari orang tua. Ternyata, gak semua sifat/watak anak itu turunan dari orang tuanya. Misal ada anak yang hobinya baca buku ternyata ayah atau ibunya enggak. Atau ada anak yang sukanya nyanyi lagu-lagu India dari kecil padahal orang tuanya gak ada tuh yang hobi nonton pilem India. Nah, biasanya sifat dan watak si anak itu paling dirasakan para ibu ketika sedang hamil. Istilahnya, gawane bayi. Jadi ketika hamil, si ibu ini tiba-tiba punya watak yang di luar kebiasaannya.

Hal itu juga yang dirasakan oleh ibuku ketika mengandungku. Baru-baru ini beliau nostalgia mengenang masa-masa itu. Aku yang ndengerin ya cuma ketawa-ketawa aja. Gimana enggak, ibuku kalo cerita nadanya lucu, apalagi saat mengungkapkan perasaan herannya pada waktu itu karena wataknya berubah saat hamil dan watak itu benar-benar ada padaku. Emang watak apa aja sih yang ada di luar kebiasaan ibu sewaktu mengandungku?

Ada Jendela Dunia di Balai Pemuda

Sumber: http://www.custom-vinyl-decals.com/ebay/wallart/images_large/S33_large.jpg
Hola! Ketemu lagi di sini setelah kemaren berkutat dengan long weekend. Iyap, kalo aku berkutat dengan tugas di saat kebanyakan orang mengisi hari liburnya dengan kegiatan refreshing. *ngenes di pojokan* Ya emang sih tetep ada jatah break buatku. Tapi dengan kepala yang sudah kepenuhan isi aku jadi males mikir aneh-aneh mau refreshing ke mana. Yaudalah, ke Balai Pemuda aja. Kan ada jendela dunia.

Tau kan kalo jendela dunia itu identik dengan buku? Jadi tempat yang aku maksud di sini adalah.. tentu saja perpustakaan! Huahaha, kayak anak pinter aja kalo weekend tongkrongannya di perpus. *cih, aku emang pinter kan? :p*

Jangan selalu termakan oleh stigma yang menyatakan kalau perpustakaan itu nerd, nggak gaul, dan membosankan. Well, kamu bakal mendapati dirimu salah besar kalau kamu mengunjungi perpustakaan kota Surabaya satu ini. Memangnya kenapa?
Sexy Red Lips