Rekomendasi Film Drama Komedi dan Romantis Favorit (Part 1)


Gara-gara video klip lagu Ariana Grande “Thank U, Next”, aku jadi nonton ulang film-film drama komedi/romantis favoritku! Buat yang belum tau, konsep video klip Thank U, Next ini mereka ulang beberapa adegan film drama populer seperti Mean Girls, Legally Blonde, dan 13 Going On 3 yang kesemuanya film kesukaanku!

Jadi kalo kamu lagi pengen menghabiskan akhir pekan dengan bersantai menonton film, boleh banget nonton film-film drama komedi/romantis berikut ini!

1. Mean Girls (2004)


Apa jadinya seorang anak yang selama ini menjalani homeschooling akhirnya bersekolah sungguhan? Itulah yang dialami Cady Heron (Lindsay Lohan), siswi baru pindahan dari Afrika. Selama ini hidupnya berpindah-pindah negara mengikuti orang tuanya.

Menjadi siswi baru di sekolah amat nggak mudah bagi Cady. Tentu dia harus beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang… you know lah, kadangkala urak’an. 😂 Belum lagi ada geng The Plastics yang beranggotakan Regina, Gretchen, dan Karen. Regina si ketua geng dikenal licik dan akan menyingkirkan siapapun yang tidak disukainya.

Masalahnya, Cady malah naksir Aaron Samuel, mantannya Regina! Lalu dengan polosnya Cady malah cerita ke The Plastics yang berujung ia dijebak ke sebuah pesta dan dipermalukan di sana. Cady yang berteman dengan Janis dan Ian akhirnya sepakat menjalankan misi balas dendam untuk The Plastics. Di sinilah keseruan mulai terjadi.

Meski ceritanya terkesan standar, namun alur dan atmosfer filmnya digarap secara apik! Sekalinya nonton tuh gak bakal rela ada jeda. Konflik dan klimaksnya cukup bikin gemes gimana gitu.

2. Legally Blonde (2001)


Elle Woods (Reese Witherspoon) bisa jadi gambaran perempuan ideal bagi sebagian laki-laki. Cantik, anak tunggal dari pengusaha kaya raya, menjabat sebagai presiden organisasi Hawaiian Tropic Girl, dan populer. Namun rupanya itu tidak cukup bagi Warner, pacar Elle yang memutuskannya karena menganggap Elle terlalu ‘blonde’.

Warner merupakan keturunan keluarga ningrat dan berakademik tinggi, sementara ‘blonde’ identik dengan gaya hidup hura-hura dan berotak dangkal. Terlebih Warner akan melanjutkan sekolah hukum di Harvard sehingga ia merasa tidak cocok untuk terus bersama Elle.

Elle yang masih cinta pada Warner pun berusaha menyusul mantannya ke Harvard. Dengan susah payah ia belajar hingga berhasil lolos ujian masuk. Namun kebahagiaan Elle tidak berlangsung lama. Setibanya di Harvard, ia mendapati Warner telah memiliki kekasih baru.

Elle memang bukan gadis yang pintar secara akademis. Karena itulah di awal perkuliahan ia merasa kesulitan bahkan dipermalukan oleh kekasih Warner. Namun ia tidak menyerah dan berusaha membuktikan bahwa dia pantas menjadi mahasiswi hukum Harvard.

Film ini ringan dan sangat menghibur. Banyak hal ajaib yang dilakukan Elle sehingga terkesan lucu. Apalagi dia sebetulnya clueless dengan dunia akademik. Jalan cerita semakin seru ketika Elle terpilih menjadi anggota magang dan menangani kasus tuduhan pembunuhan.

3. 13 Going on 30 (2004)


Jenna Rink pada mulanya adalah anak perempuan berusia 13 tahun. Namun keesokan harinya ia terbangun sebagai Jenna Rink (Jennifer Garner) berusia 30 tahun! Kaget? Jelas. Yang dia ingat hanyalah ia barusan merayakan ulang tahun ke-13-nya dan itu berakhir sangat payah.

Mau tidak mau, ia pun menjalani kehidupan sebagai Jenna yang berusia 30 tahun. Rupanya Jenna 30 tahun merupakan editor majalah ternama, hidup berkecukupan, dan berteman dengan Lucy yang merupakan teman satu gengnya dulu!

Selama proses mencari petunjuk atas yang terjadi di masa lalunya, Jenna senang mendapati fakta banyak keinginannya terwujud di masa sekarang. Namun sekaligus sedih karena orang-orang di sekitarnya mengenal Jenna sebagai orang yang seenaknya, tidak segan berlaku curang, dan lain sebagainya.

Untuk mendapatkan kejelasan, ia pun menghubungi Matt (Mark Ruffalo), sahabat kecilnya. Dari Matt, Jenna mendapatkan lebih banyak fakta mengejutkan. Terlebih Matt akan menikah dalam waktu dekat dan Jenna menyesal telah menyia-nyiakan Matt dalam hidupnya.

Film ini menghibur di awal, tapi mbrebes mili di akhir. Sukaaa banget ama ceritanya. Pesan moralnya dapet banget. Karena problemnya bermula dari Jenna Rink kecil yang mau melakukan apa saja demi diterima menjadi bagian dari geng populer yang diidamkannya. Alih-alih diterima, ia malah dimanfaatkan. Di sini kita dapat belajar bahwa memperjuangkan prinsip itu lebih penting daripada sekadar diterima oleh suatu kelompok sosial.

4. To All the Boys I’ve Loved Before (2018)


Ini film drama komedi-romantis yang pengemasannya remaja banget! Efek nontonnya berasa kek nonton Dilan 1990 alias bikin pipi bersemu pink malu-malu.

Mengisahkan seorang gadis remaja berdarah American-Korean bernama Lara Jean Covey (Lana Condor) yang setiap kali jatuh cinta, ia menuliskan perasaannya dalam bentuk surat yang tidak pernah ia kirimkan. Lucunya, surat yang lengkap dengan alamat penerima itu cuma ia simpan dalam kotak pemberian mendiang ibunya. Total ada 5 surat dan ia cukup puas dengan merahasiakannya.

Masalah muncul ketika Kitty, si adik bungsu, mencuri surat-surat tersebut dan mengirimkannya ke alamat penerima tanpa sepengetahuan Lara. Dua dari lima surat mengalami kendala pengiriman sehingga hanya 3 orang yang mendatangi Lara untuk menanyakan kejelasan.

Seorang di antaranya yakni Lucas, mengembalikan suratnya secara baik-baik dan mengakui bila dirinya seorang gay sehingga tidak dapat membalas perasaan Lara Jean. Di sini Lara justru merasa lega, bahkan semakin akrab dengan Lucas.

Masalah kian pelik ketika penerima surat yang lain adalah Josh, yang merupakan cinta pertama, tetangga, sekaligus mantan pacar kakaknya, Margot. Dengan kondisi Margot yang memutuskan Josh kemudian berkuliah di Skotlandia, Lara tidak ingin terjadi salah paham yang akan berdampak pada hubungannya dengan sang kakak.

Untuk itulah ia menjalin kesepakatan dengan Peter Kavinsky, si penerima surat ketiga. Lara dan Peter sepakat berpura-pura pacaran dengan tujuan masing-masing: Lara berharap Josh akan menjauhinya dan Peter berharap Genevieve yang telah memutuskannya akan berbalik padanya.

Tapi ya gitu deh, witing tresno jalaran soko kulino. Cinta ada karena terbiasa. Lana pun merasa nyaman menjalani hubungannya dengan Peter, namun ia takut bila perasaannya bertepuk sebelah tangan.

Jujur, komedi dalam film ini bukan tipikal komedi yang mengakibatkan tertawa terbahak-bahak. Namun lebih karena dikemas secara lucu dan menggemaskan, jadi bikin yang nonton ketawa sambil tersipu malu gitu.

Well, kesemua film itu tadi cuma bisa ditonton secara streaming sih. Kalo pengen nonton film drama komedi/romantis di bioskop, saat ini ada film Second Act yang dibintangi Jennifer Lopez alias J-Lo. Mau nonton di CGV atau Cinemaxx Indonesia, kamu bisa beli tiketnya di aplikasi Traveloka.

Enak banget ya hidup di zaman sekarang. Jadi inget 3-5 tahun lalu kalo mau nonton film jam 7, maksimal jam 4 udah harus nyampe bioskop buat pesen tiket biar kebagian seat area belakang.

Kalo kamu, punya film drama komedi/romantis favorit nggak? Share dong di kolom komentar!

With love,
-Hilda Ikka-

2 comments

  1. 3/4 udah kutonton semua, kecuali yg trakir wkwkwkwk. Ketauan yak angkatannya. Kalo drama komedi aku suka film Prancis Qu'est-ce Qu'on A Fait Au Bon Dieu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha gak ketauan, kan favorit sepanjang zaman 🤪

      Wah apatuh? Boleh deh pas senggang aku tonton 😁

      Delete

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Tinggalkan komentar yang baik dan sopan ya. Maaf untuk link hidup akan otomatis terhapus. :)

I love to read all comments from you all, but sorry if I can't answer all. :)

Sexy Red Lips